Indeks Syariah Melemah, Saham Sektor Komoditas Terjun Bebas

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 3 Juli 2019 16:53
Indeks Syariah Melemah, Saham Sektor Komoditas Terjun Bebas
Bagaimana dengan rupiah?

Dream - Indeks syariah gagal menguat pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 3 Juli 2019. Kurangnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa dan melakukan aksi ambil untung.

Sinyal positif yang tak jelas dari bursa regional memaksa investor menjauh dari lantai bursa. Aksi beli dilakukan selektif untuk menghindari koreksi lebih dalam. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 1,231 poin (0,66%) ke level 186,229. Sejak awal perdagangan, laju ISSI memang telah bergerak lemas dan bertahan di zona negatif hingga sesi penutupan.

ISSI memulai sesi pra pembukaan perdagangan dengan melemah ke level 186,873. ISSI hanya sanggup mneyentuh level tertingginya di 187,448.

Koreksi juga dialmai indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 3,447 poin (0,49%) ke level 689,137. Sementara Indeks JII70 merosot 1,373 poin (0,60%) ke level 227,316.

Minimnya aksi beli investor menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk zona negatif. IHSG terkoreksi 22,276 poin (0,35%) ke level 6.363,622.

1 dari 5 halaman

Duh, Rupiah Melemah

Investor beramai-ramai menjual sahamnya, terutama di sektor pertambangan dan pertanian. Kedua indeks sektoral ini anjlok 3,49 persen dan 1,11 persen.

Penguatan indeks barang konsumsi sebesar 0,24% dan manufaktur 0,01 persen tak bisa menahan laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya meningkat Rp290, POLU Rp290, PRDA Rp230, FISH Rp150, dan HRME Rp114.

Sebaliknya, saham BYAN melorot Rp2.375, BRAM Rp900, AALI Rp300, FIRE Rp230, dan UNTR Rp225.

Pada 16.05, rupiah melemah tipis. Kurs dolar AS menanjak 8 poin (0,06%) ke level Rp14.133 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Sektor Industri Dasar Dorong Penguatan Indeks Syariah

Dream - Indeks syariah menguat hari Selasa, 2 Juli 2019. Penguatan ini dikerek oleh sektor industri dasar.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,339 poin (0,18%) ke level 187,460. ISSI bergerak fluktuatif setelah menghijau di level 187,438. Aksi beli investor membuat indeks ISSI menanjak ke 187,632.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,625 poin (0,38%) ke level 692,584. 

Indeks JII70 tumbuh 0,569 poin (0,25%) ke level 228,689.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,210 poin (0,08%) ke level 6.384,898.

Indeks industri dasar meningkat 1,76 persen, manufaktur 0,46 persen, barang konsumsi 0,18 persen, infrastruktur 0,15 persen, dan properti 0,08 persen.

3 dari 5 halaman

Rupiah Malah Loyo

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya Rp800, FIRE Rp530, CPIN Rp315, SMGR Rp225, dan POLU Rp210.

Emiten syariah pencetak top loser adalah ITMG yang harga sahamnya terkoreksi Rp575, UNTR Rp350, NFCX Rp170, BTPS Rp130m dan ITMA Rp105.

Sebaliknya, indeks sektor pertambangan terkoreksi 0,88 persen, pertanian 0,78 persen, industri aneka 0,65 persen, dan perdagangan 0,2 persen.

Sayangnya, rupiah tak semenggeliat pasar modal syariah. Pada pukul 16.24, rupiah melemah tipis terhadap dolar AS. Kurs dolar AS naik 9 poin (0,06%) ke level Rp14.119 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Awali Juli 2019, Indeks Syariah Melaju Mulus di Zona Hijau

Dream - Indeks syariah melaju mulus di perdagangan perdana bulan Juli 2019. Kombinasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat investor berbondong-bondong melakukan aksi beli di pasar modal Indonesia.

Dari luar negeri, investor mulai melihat kemungkinan meredanya perang datang antara Amerika Serikat dan China. Ini ditandai dengan gerak indeks Wall Street yang bergerak menguat akhir pekan lalu.

Sementara dari dalam negeri, investor terpengaruh oleh pergerakan saham sektor semen dan batu bara yang bergerak menguat. Saham emiten minyak juga turut mempengaruhi investor.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 1 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,108 poin (0,59%) ke level 187,121. ISSI bertahan seharian di zona hijau setelah dibuka di 186,664 di sesi pra-pembukaan. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 187,471.

Kenaikan relatif tajam juga dicetak Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang mengaut 7,312 poin (1,07%) ke level 689,959.

Sementara Indeks JII70 hanya bisa menanjak 2,036 poin (0,90%) ke level 228,120.

Munculnya aksi beli investor mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 21,059 poin (0,33%) ke level 6.379,688.

5 dari 5 halaman

Sektor Pertanian Menguat

Data perekonomian ini mendorong investor untuk melantai di bursa. Para penanam modal membeli sahamnya di sektor pertanian, industri dasar, infrastruktur, dan pertambangan. Keempat indeks sektoral ini menguat masing-masing sebesar 1,74 persen, 1,49 persen, 1,23 persen, dan 1,14 persen.

Sebaliknya, ada tiga indeks yang terkoreksi, yaitu barang konsumsi sebesar 0,68 persen, industri aneka 0,59 persen, dan manufaktur 0,10 persen.

Emiten syariah yang menjadi top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya meningkat Rp900, SMGR Rp900, INTP Rp675, UNTR Rp625, dan AALI Rp425.

Sebaliknya, emiten syariah pencetak top loser adalah FIRE yang harga sahamnya terkoreksi Rp800, TCPI Rp390, EMTK Rp225, dan TCID Rp200.

Pada 16.12, rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Kurs dolar AS terhadap rupiah melemah 4 poin (0,03%) ke level Rp14.106 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak