Indeks Syariah Tak Beranjak dari Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 7 Juli 2015 16:26
Indeks Syariah Tak Beranjak dari Zona Merah
Saham penggerak indeks saham syariah tertekan aksi jual setelah sentimen regional mencemaskan pelaku pasar.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia akhirnya tak mampu menahan aksi jual investor. Didorong melemahnya bursa regional, dua indeks acuan saham syariah di Tanah Air menutup sesi perdagangan di zona merah.

Sentimen negatif juga menghadang pelaku pasar dengan munculnya kembali aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,493 poin (0,31%) ke level 157,935.

ISSI sebetulnya mengawali sesi perdagangan dari zona hijau. Dibuka menguat 0,061 poin, ISSI sempat menembus level tertinggi di 158,804.

Munculnya tekanan jual membuat ISSI tak bisa berlama-lama di teritori positif. ISSI longsor ke zona merah dan menyentuh level terendah di 157,167.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini terbilang sepi. Lantai bursa hanya bisa menghimpun dana Rp 2,61 triliun dengan 31,62 miliar saham syariah yang berpindahtangan.

Aksi jual beli sukses mengangkat 76 emiten syariah ke zona hijau. Sebaliknya, 91 emiten tertekan aksi jual dan 63 lainnya bertahan stagnan.

Di jajaran saham bluechips syariah, tekanan jual juga melanda 14 emiten penghuni Jakarta Islamic Index (JII). Alhasil, JII ditutup melemah 3,646 poin (0,55%) ke level 657,721.

Sama dengan ISSI, indeks JII juga dibuka di zona hijau. JII bahkan sempat menembus level tertingginya di 663,322.

Meski melemah, JII sedikit terbantu oleh menguatnya harga saham dari 13 emiten bluechips syariah. Sisanya, 3 emiten bergerak stangnan.

Perusahaan pelat merah kali ini jadi buruan investor. Top gainer JII dihuni oleh PTPP yang menguat Rp 185, disusul AALI Rp 125, WIKA Rp 125, WSKT Rp 100, dan SMRA Rp 95 per saham.

Sebaliknya, bluechips syariah yang biasanya menjadi motor justru dilanda tekanan jual. SMGR menjadi penghuni teratas top losser JII usai melemah Rp 275, disusul UNVR Rp 250, ICBP Rp 175, INTP Rp 125, dan ASII Rp 100 per saham.

Sentimen negatif dari regional dan global memang menahan laju bursa saham nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka menguat, terpaksa longsor ke zona merah di ses penutupan.

IHSG terpangkas 10,691 poin (0,22%) ke level 4.906,050.

Lantai bursa kali ini relatif sepi dari transaksi perdagangan dengan hanya mencetak angka Rp 4,08 triliun.

Beri Komentar