Potensi Terpendam RI Ini Bisa Buat Kaya Indonesia

Reporter : Ramdania
Rabu, 11 November 2015 12:01
Potensi Terpendam RI Ini Bisa Buat Kaya Indonesia
Guna meningkatkan sektor pariwisata tanah air, promosi pariwisata daerah tertinggal perlu digenjot.

Dream - Banyak negara semaki menuadari potensi pariwisata sebagai salah satu primadona untuk memacu sumber pendapatannya di luar penerimaan Migas dan pajak. Tak terkecuali bagi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan potensi pariwisata daerahnya yang besar hingga ke daerah-daerah yang masih tertinggal.

“ Kita harapkan melalui pengembangan pariwisata mampu mengatasi masalah-masalah mendasar pembangunan daerah dari penerimaan devisa atau pendapatan daerahnya,” ungkap Direktur Pengembangan Sumber Daya Dan Lingkungan Hidup, Kemendesa, PDT dan Transmigrasi, Faizul Ishom, seperti dikutip dari keterangan persnya, dikutip Dream, Rabu, 11 November 2015.

Menurut Faizul, daerah tertinggal cukup potensial untuk menarik minat wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Pemerintah melalui Badan Promosi Pariwisata Indonesia memiliki program guna meningkatkan potensi pariwisata di daerah tertinggal, yaitu green tourism, creative tourism, dan low season tourism.

“ Kita akan menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tertingal. Destinasi pariwisata yang banyak dipilih adalah laut. Nah, kami melihat, di Indonesia Timur sangat berpotensi karena ada banyak destinasi wisata bahari yang dapat ditawarkan, bahkan bisa menjadi ikon wisata nasional seperti pariwisata Raja Ampat, Pulau Alor, dan Pulau Ora di Maluku Tengah," ujar Faizul.

Selain itu, tambahnya, Kawasan Indonesia timur NTB, NTT serta Maluku Utara sebagian besar masih masuk kategori daerah tertinggal. Padahal kawasan tersebut memiliki potensi pariwisata luar biasa yang dapat dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian setempat.

Lebih lanjut Faizul mengatakan pihaknya tengah membangun sarana dan prasarana penunjang untuk meningkatkan pariwisata di daerah tertinggal, seperti membangun Homestay atau tempat singgah bagi para wisatawan.

“ Yang sulit didapat saat berwisata ke daerah tertinggal adalah tempat bermalamnya,” tambah Faizul di sela-sela acra diskusi yang bertajuk Pesona Indonesia melalui Promosi Wisata Daerah Tertinggal yang digelar di Sekretariat Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas 49 (Ikal 49) Di Menteng - Jakarta.

Selain itu, lanjut Faizul, pihaknya akan membuat sebuah Festival Film Pendek Daerah Tertinggal dan Expo Pariwisata pada pertengahan November 2015 yang akan dilaksanakan di Balai Makarti Muktitama, Kawasan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi, yang bertempat di Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Anggota Ikal 49, Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, peran media massa dalam keberpihakan promosi sangat berpengaruh untuk mendorong pembangunan pariwisata di Tanah Air. Hal ini sangat membantu untuk kontrol dan memicu pemerintah daerah dan juga investor.

Menurut Widodo, pariwisata memiliki peran yang besar dalam pembangunan nasional. Karena selain menghasilkan pendapatan dan sekaligus sebagai penghasil devisa, sektor pariwisata berkaitan erat dengan penanaman modal asing.

“ Turis-turis yang datang ke Indonesia adalah termasuk mereka yang berhubungan bisnis dengan Indonesia. Awalnya mereka datang sebagai turis, tapi dari kunjungan itu sebenarnya dapat memicu peluang-peluang investasi bagi daerah,” terang Widodo.

Pariwisata, katanya, akan mampu mengatasi masalah kesejahteraan bila dikembangkan secara profesional. Penyelenggaraan sistem pariwisata dapat berjalan dengan sempurna bila komponen-komponen pendukung melebur menjadi satu dan saling melengkapi satu dengan lainnya. Seperti pemerintah dari lintas sektor yang bersama-sama fokus pada pengembangan pariwisata daerah.

Beri Komentar