Indonesia Masuk Top 15 Negara Penerbit Green Bonds

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Juni 2019 19:24
Indonesia Masuk Top 15 Negara Penerbit Green Bonds
Di antaranya adalah sukuk hijau senilai Rp10 triliun.

Dream – Indonesia menjadi negara penerbit obligasi ramah lingkungan (green bond) terbesar ke-15 dunia sepanjang semester I-2019. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara perilis sukuk, yang masuk ke dalam daftar top 15 negara perilis obligasi hijau terbanyak di dunia.

Dikutip dari Salaam Gateway, Kamis 27 Juni 2019, total green bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia mencapai US$2 miliar. Secara keseluruhan, penerbitan surat utang ramah lingkungan selama 6 bulan pertama 2019 mencapai US$750 juta di antaranya green sukuk.

Untuk sukuk hijau, instrumen keuangan syariah ini menggunakan akad wakalah. Sukuk tersebut dirilis pada Februari 2019.

Sekadar informasi, sukuk hijau negara pertama kali dirilis pada 2018 dan nilainya mencapai US$1,25 miliar.

Climate Bonds Initiative menyebut nilai keseluruhan green bond menyentuh level US$107 miliar. Dikatakan bahwa capaian ini menjadi batu loncatan pada paruh pertama tahun ini.

Dari sekian negara yang merilis obligasi hijau, Perancis dan Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak merilis surat utang hijau tahun ini. Sementara itu, green bond pemerintah terbanyak dikeluarkan oleh Belanda dengan nilai US$6,7 miliar (Rp94,93 triliun).

Dari kawasna Timur Tengah, sukuk hijau pertamanya diterbitkan senilai US$600 juta (Rp8,5 triliun). Penerbitnya adalah Majid Al Futtaim di Uni Emirat Arab yang jatuh tempo pada 2029. Imbal hasil yang ditawarkan sukuk ini sebesar 4,64 persen.

1 dari 6 halaman

Indonesia Catatkan Sukuk US$2 Miliar di Dubai

Sekadar informasi, Indonesia belum lama ini merilis dua sukuk negara hijau senilai US$1,25 miliar (Rp117,11 triliun) dan US$750 juta (Rp10,62 triliun) di Nasdaq Dubai.

Pencatatan ini bertujuan untuk mendanai pembangunan yang berkelanjutan. Dua sukuk hijau Indonesia terdaftar di Nasdaq Dubai pada 20 Februari 2019.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis, mengatakan pencatatan sukuk Indonesia di Dubai juga bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Uni Emirat Arab. “ Dua sukuk kami diterima sangat baik oleh para investor. Ini mencerminkan semakin berkembangnya jangkauan dan pentingnya pasar modal syariah di negara-negara Muslim dan secara global,” kata Husin.

Gubernur Dubai International Financial Center, Sekretaris Jenderal Dubai Islamic Economy Development Center, dan Ketua Dubai Financial Market, Essa Kazim, senang bisa bermitra dengan Indonesia dalam mencatatkan sukuk.

“ Kami sangat senang dapat bermitra dengan  Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan pasar keuangan Islam untuk keuntungan dari semua peserta dan industri ekonomi yang lebih luas,” kata Essa.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Nasdaq Dubai, Hamed Ali, mengatakan bursa Nasdaq memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui pencatatan sukuk pertama pada 2014. “ Kami menempatkan diri untuk menerima banyak listing selanjutnya dari pemerintah, sektor publik dan swasta yang dapat memanfaatkan visibilitas global yang kami berikan dan hubungan dekat kami dengan investor internasional dan regional,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Beli Sukuk Terbaru Cukup Rp1 Juta, Ini Cara Pesannya

Dream – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan sukuk terbaru, Surat Tabungan ST004. Instrumen keuangan syariah ini bisa mulai dipesan per 3 Mei 2019 pukul 09.00 hingga 21 Mei 2019 pukul 10.00.

Dikutip dari Merdeka.com, ST004 ini memiliki tenor 2 tahun dan menawarkan tingkat imbalan atau kupon minimal 7,95 persen per tahun. Minimum pemesanan adalah satu unit senilai Rp1 juta dan maksimal 3 ribu unit senilai Rp3 miliar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman menjelaskan, keunggulan sukuk ini yaitu salah satunya pemesanan bisa dilakukan secara online.

“ Mudah, kami memasarkan melalui platform online. Dulu harus datang ke agen penjual, ke bank mungkin sedikit mengerikan harus dilayani petugas khusus,” kata Luky di Jakarta.

Dia mengatakan tujuan penerbitan ST004 secara berkala untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, menyediakan alternatif investasi untuk masyarakat, mendukung terwujudnya keuangan yang inklusif, serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019.

“ Dengan online, semua sangat mudah, anyway, anytime. Semua bisa melalui internet, termasuk juga pembayarannya,” kata Luky.

Melalui ST004, pemerintah turut memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia (WNI), untuk bisa berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional.

3 dari 6 halaman

Begini Proses Pemesanannya

Proses pemesanan pembelian ST004 secara online dilakukan melalui tahapan, yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan setelmen. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ST004 dapat mengakses web Sukuk Tabungan di www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 20 Mitra Distribusi, yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia telp. (021) 3505052 pesawat 2502, 3515296 faximile (021) 3510728 email sukuknegara@kemenkeu.go.id situs www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan. (ism)

4 dari 6 halaman

Ikut Membangun Negara Lewat Sukuk

Dream – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengajak masyarakat Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk berinvestasi secara syariah di Sukuk Ritel SR-011. Kalau berinvestasi di situ, masyarakat juga sudah berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

“ Dengan ikut berinvestasi di sukuk, berarti kita bisa berkontribusi terhadap pembangunan negara,” kata Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana, Investor Gathering Sukuk Ritel 011, dalam tertulis yang diterima Dream, Kamis 21 Maret 2019.

Menurut Permana, penjualan sukuk negara diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008. Sejak pertama kali diperkenalkan, sukuk telah menjadi instrumen keuangan syariah yang banyak diminati masyarakat.

“ Sukuk merupakan sumber pembiayaan APBN yang digunakan untuk membiayai proyek-proyek pemerintah di bidang infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, pelabuhan dan lain-lain,” kata dia.

Sekadar informasi, Bank Muamalat terpilih sebagai penjual sukuk SR-011. Keuntungan bagi nasabah yang berinvestasi di sukuk ini adalah akan mendapatkan imbalan tetap sebesar 8,05 persen per tahun dengan tenor selama 3 tahun. Jika dibandingkan dengan deposito, instrumen ini memiliki imbal hasil yang lebih tingggi.

Masa penawaran berlangsung sejak tanggal 1 Maret 2019 sampai 21 Maret 2019. Sedangkan tanggal jatuh tempo adalah 10 Maret 2022.

Nominal pemesanan minimum SR-011 sebesar Rp1 juta dan kelipatannya dengan maksimum pembelian Rp3 miliar. Sukuk ritel ini tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah dua periode imbalan yaitu pada tanggal 11 Juni 2019. Tanggal pembayaran imbalan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan imbalan pertama akan didistribusikan pada tanggal 10 Mei 2019.

SR-011 ditawarkan dengan akad Ijarah Asset To Be Leased sesuai dengan fatwa DSN-MUI No. 75 tahun 2010. Underlying asset instrumen ini adalah proyek APBN 2019 dan barang milik negara berupa tanah dan bangunan. Bank ini menargetkan penjualan sukuk naik 50 persen dari tahun sebelumnya.

5 dari 6 halaman

Generasi Muda Mulai Lirik Sukuk

Dream – Generasi milenial mulai melirik sukuk sebagai instrumen investasi. Salah satunya adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel, ST-003.

Data PT Bank Syariah Mandiri mencatat investor yang memesan ST-003 melalui mereka mencapai 26,5 persen. Investor muda berusia 26—35 tahun sebesar 22,5 persen dan investor milenial 6 persen.

“ Kami senang anak muda melirik instrumen sukuk,” kata Senior Executive Vice President (SEVP) PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Anton Sukarna, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 4 Maret 2019.

Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini merupakan salah satu mitra distribusi sukuk ST-003. Pemesanan yang dilakukan online melalui Mandiri Syariah Netbanking mengalami kelebihan pemesanan dari target Rp200 miliar.

Total pemesanan instrumen keuangan syariah ini mencapai Rp374 miliar. Investasi anak muda dan milenial sekitar Rp29 miliar dari total pemesanan.

“ Investasi ST003 merupakan yang pertama bagi Mandiri Syariah yang pemesanannya dilakukan secara online,” kata Anton.

6 dari 6 halaman

10 Persen Investor ST-003 Memesan dari Mandiri Syariah

Anton mengatakan rata-rata investasi nominal Rp250 juta per orang dengan beragam profesi. Yang terbanyak adalah pegawai swasta sebesar 60,42 persen. Kemudian, ada juga ibu rumah tangga, pensiunan, profesional hingga pelajar dan mahasiswa.

Jumlah investor yang memesan melalui Mandiri Syariah sekitar 10% dari total investor yang membeli ST-003. Investor yang paling banyak ada di Jawa.

“ Untuk instrumen investasi ini, kami lebih memfokuskan kepada segmen nasabah priority. Namun, ternyata banyak juga nasabah ritel non priority kami yang tertarik dengan investasi sukuk ini termasuk kaum muda,” kata dia.

Bagi bank syariah penerbitan sukuk menjadi pelengkap instrumen investasi bagi nasabah. Dari sisi dana bank selama ini meski dengan penerbitan sukuk, dana pihak ketiga (DPK) tetap bertumbuh. Sebagian nasabah datang dengan membawa dana fresh dari luar dan sebagian menggunakan dana yang sudah ada di bank.

Setelah ditunjuk sebagai mitra distributor ST003, Mandiri Syariah kembali ditunjuk Pemerintah sebagai mitra SR011.

“ Alhamdullilah, kami kembali memperoleh kepercayaan Pemerintah sebagai agen penjual Sukuk Ritel sejak pertama kali terbit yaitu dari seri SR-001 hingga yang terbaru ini, seri SR-011,” kata dia.

Berbeda dengan ST003 yang pemesanannya dilakukan secara online, masyarakat dapat memesan langsung SR011 melalui Kantor Cabang Mandiri Syariah di seluruh Indonesia selama periode 1—19 Maret 2019.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian