Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat tahun ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi industri perbankan tanah air. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan terjadi penurunan laba perbankan nasional sekitar 2,3%-2,5% dibanding laba tahun 2014.
" Laba bank cenderung mengalami penurunan. Oktober 2,85% lalu di November 2,3%. Jadi laba tahun ini lebih rendah dari tahun 2014, turun sekitar 2,3-2,5%," ujar Komisioner Pengawas Bank III OJK Irwan Lubis di Jakarta.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat laba industri perbankan sepanjang 2014 kemarin mencapai Rp 112,16 triliun. Nilai tersebut hanya tumbuh Rp 5,45 triliun atau 5,11 persen jika dibanding dengan laba periode yang sama tahun 2013 yang tercatat sebesar Rp 106,71 triliun.
Menurut Irwan, penurunan laba ini selain karena pertumbuhan ekonomi nasional yang melambat, tetapi juga karena banyak bank meningkatkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang diambil dari laba. Hal ini sebagai langkah preventif kenaikan kredit bermasalah akibat kenaikan suku bunga.
Selain itu, lanjut Irwan, ada beberapa bank yang melakukan hapus buku yang totalnya mencapai Rp 1,4 triliun.
" Jadi banyak yang write off, ada juga yang asset sale seperti Bank Niaga," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya