Ladies Bersiaplah! Profesi Keuangan Mulai Lirik Pegawai Wanita

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 29 Januari 2018 15:45
Ladies Bersiaplah! Profesi Keuangan Mulai Lirik Pegawai Wanita
Selama ini sektor keuangan `dihuni` pria.

Dream Wanita dikenal karena kemampuannya mengelola keuangan keluarga. Tak heran banyak suami menyerahkan urusan pengeluaran pada pasangannya. Namun di dunia kerja justru terjadi hal yang bertolak belakang.

Sektor keuangan di negara manapun mayoritas didominasi oleh kaum adam. Dan kaum wanita yang umumnya menjadi bendahara keluarga hanya menjadi minoritas.

Mengapa di dunia profesi keuangan, peran wanita seperti tak terlihat?

Neale Godfrey, kontributor Forbes mengutip kajian Catalyst menemukan jika pria mendominasi profesi di sektor keuangan. Hanya ada 32,9 persen wanita di Amerika Serikat yang menduduki posisi manajer di sektor keuangan.

Minimnya wanita di posisi penting sektor keuangan mengindikasikan kaum hawa kurang percaya diri dan tidak berani mengambil risiko yang tinggi seperti pria.

Tapi Godfrey menilai perempuan yang kurang percaya diri tidak berarti keputusan finansial dan pengelolaan finansialnya buruk.

Sebuah kajian dari German Comdirect Bank juga menunjukkan 58 persen pria memiliki pemahaman finansial yang baik atau sangat baik, sementara wanita ada 47 persen. Bahkan, laporan itu menyebutkan jika ketika krisis keuangan 2008 melanda AS, pemahaman wanita akan uang sebetulnya 4-6 persen lebih baik daripada pria.

Godfrey menilai memang pernah muncul paradigma bahwa wanita hanya berperan sebagai pendukung masih banyak dianut. Sebaliknya, pria adalah kumpulan orang yang harus melakukan tugas-tugas penting. Anggapan itu tentu saja keliru.

Hasil terbaru dari Journal of Medical Regulation menunjukan jika kaum wanita adalah pemegang sepertiga dari lisensi sebagai seorang dokter. Di profesi hukum, 36,0 persen adalah para wanita.

Menurut Godfrey alasan lain minimnya peran wanita di sektor keuangan adalah perbedaan penghasilan dengan pegawai pria yang masih cukup tinggi. Dari pengalamannya, Godfrey yang masuk ke industri keuangan pada 1972 mengaku hanya menerima pendapatan US$6.500 per tahun. Penghasilan itu hanya separuh dari gaji teman kuliah prianya yang mendapat US$11.000 per tahun.

Namun anggapan itu sebentar lagi akan berubah.

Pekerjaan di sektor keuangan menjadi lebih fleksibel dan cocok bagi wanita. Kaum hawa dinilai cocok menjadi penasihat keuangan sebab mereka bisa membimbing kliennya di sektor keuangan. Perusahaan sukses juga mempekerjakan wanita sebagai perencana keuangan untuk kliennya. 

Perusahaan perencana keuangan, Edward Jones, mengatakan wanita konsultan keuangan menjadi komponen penting di perusahaan. Perusahaan ini memiliki program Women Helping Other Women (WHOW) yang membuat network berbagi tips untuk merencanakan keuangan.

“ Sensitivitas terhadap kebutuhan konsumen menjadi penting dan kami membantu klien untuk membangun finansial masa depan. Kami mengajarkan karyawan tentang kemampuan teknis, seperti kemampuan mendengarkan, empati, dan perhatian terhadap hal-hal yang kecil,” ujar perusahaan.

Seorang filsuf dan pendidik, Daisaku Ikeda, mengatakan wanita bisa menjadi sangat mahir di bidang penasihat keuangan. “ Sebagai pemberi dan pengasuh kehidupan, mereka mengembangkan rasa empati yang dalam,” kata Daisaku.

(Sah)

 

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim