Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bank Syariah Mandiri Memberikan Pembiayaan Syariah Kepada INKA Group. (Foto: Bank Syariah Mandiri)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mengembangkan pembiayaan infrastruktur. Salah satu caranya dengan menyalurkan pembiayaan syariah kepada INKA Group.
BSM akan memberikan pembiayaan berskema syariah untuk tiga anak usaha PT Industri Kereta Api (Persero)/INKA, yaitu PT Inka Multi Solusi Trading (IMST), PT Inka Multi Solusi (IMS), dan PT Inka Solusi Servis (IMSS).
Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi, mengatakan, pembiayaan infrastruktur menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis BSM. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk mewujudkan sinergi di antara anak perusahaan BUMN.
“Pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu sektor industri yang menjadi fokus pertumbuhan bisnis BSM, antara lain infrastruktur di bidang prasarana transportasi, seperti infrastruktur kereta api, jalan tol, pelabuhan laut, dan bandara,” kata Kusman sebagaimana dikutip Dream dalam keterangan tertulis BSM, Rabu 1 Maret 2017.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Group Head Corporate Banking I BSM, Fiti Syam, dengan Direktur Utama IMS, Edi Winarno, Direktur Utama IMST, Junaidi, dan Direktur Utama IMSS, Adrianus Suwandi. Penandatanganan tersebut disaksikan Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi, dan General Keuangan INKA, M. Pramudya.
“Untuk merealisasikan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan sustain, BSM akan fokus untuk tumbuh di beberapa sektor industri yang memiliki prospek baik, seperti sektor infrastruktur yang dikerjakan/dikelola perusahaan BUMN dan anak perusahaannya,” tambah Kusman.
Menurut dia, kerja sama yang ditandatangani merupakan pembiayaan line facility untuk project financing atau modal kerja dengan plafon masing-masing Rp150 miliar untuk IMS, Rp160 miliar untuk IMST, dan Rp42 miliar untuk IMSS. Total pembiayaannya sebesar Rp352 miliar.
Pembiayaan ini menggunakan akad musyarakah dengan tenor line facility selama 24 bulan. Ketiga perusahaan tersebut akan menggunakan dana modal kerja dari BSM untuk mengerjakan proyek-proyek yang diperoleh dari PT Inka (Persero).
Sekadar informasi, sampai akhir tahun 2016, BSM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp55,58 triliun. Adapun portofolio pembiayaan wholesale banking sebesar Rp24,79 triliun.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari