Investor Lepas Saham, Indeks Syariah Loyo

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 Desember 2019 16:55
Investor Lepas Saham, Indeks Syariah Loyo
Bagaimana nasib rupiah, nih?

Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bergerak kompak pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 10 Desember 2019. Sayangnya, laju pergerakan indeks kali ini sama-sama melaju ke zona merah.

Aksi jual investor memaksa tiga indeks saham syariah berguguran.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,337 poin (0,18%) ke level 186,051. Meski sempat dibuka melemah di level 186,091 saat sesi pra-pembukaan, aksi beli investor mampu mendorong ISSI melaju positif sekitar satu jam perdagangan.

Munculnya tekanan jual membuat ISSI perlahan-lahan mulai goyah. Indeks acuan saham syariah ini berulang kali terpeleset masuk teritori negatif dan semakin jatuh jelang sesi penutupan.

Posisi tertinggi ISSI hari ini dicetak di level 186,988 dan terendah di 185,095.

Koreksi juga dialmai Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 1,113 poin (0,16%) ke level 690,619. Sementara indeks JII70 merosot 0,297 poin (0,13%) ke level 231,912.

IHSG yang kemarin sempat diselamatkan aksi beli jelag penutupan kali ini tak bisa berbuat banyak. IHSG turun 10,286 poin (0,17%) ke level 6.183,505.

1 dari 5 halaman

Kenaikan Dua Indeks Sektor Tak Berpengaruh

Pasar dipenuhi oleh investor yang melepas sahamnya, terutama di sektor pertanian, barang konsumsi, dan infrastruktur. Ketiga indeks ini melemah masing-masing 0,87 persen, 0,68 persen, dan 0,47 persen.

Penguatan saham pertambangan sebesar 0,97 persen dan keuangan 0,06 persen tak cukup kuat menahan laju pelemaban perdagangan.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya menguat Rp650, FISH Rp530, TCPI Rp225, MOLI Rp195, dan OMRE Rp140.

Sebaliknya, yang menduduki peringkat top loser kali ini adalah PICO yang harga sahamnya melorot Rp730, INTP Rp450, PCAR Rp325, AALI Rp200, dan TFCO Rp160.

Pada 16.50, rupiah juga ikut loyo. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 12 poin (0,87%) ke level Rp14.022.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal menguntit laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak menguat jelang sesi penutupan perdagangan Senin, 9 Desember 2019 berakhir. Tanpa motor penggerak, tiga indeks saham syariah berguguran di awal pekan ini. 

Laju ISSI memang tampak kurang meyakinkan sejak awal pembukaan perdagangan dibuka. Bergerak relatif stagnan, indeks syariah berulang kali jatuh bangun di dua zona.

Sentimen menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum cukup jadi pemicu investor berburu saham di lantai bursa.

 

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,077 poin (0,04%) ke level 186,388. Sempat dibuka menguat di level 186.641 saat sesi pra-pembukaan, ISSI bergerak fluktuatif sepanjang sesi pagi dan siang. ISSI menembus level tertingginya di 186,974 dan terendah di 185,920.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 1,157 poin (0,17%) ke level 691,732. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 0,119 poin (0,05%) ke level 232,209.

Di saat indeks syariah terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil lolos dari tekanan jual jelang sesi penutupan berakhir. IHSG naik tipis 6,923 poin (0,11%) ke level 6.193,791.

3 dari 5 halaman

Sektor Properti Paling Digemari

Investor tertarik dengan sektor properti. Saham sektor ini ramai-ramai dibeli sehingga indeksnya melejit 1,59 persen. Penguatan juga dialami indeks sektor pertanian sebesar 0,54 persen, perdagangan 0,35 persen , barang konsumsi 0,30 persen, dan keuangan 0,28 persen.

Indeks sektor infrastruktur terkoreksi 0,99 persen, industri aneka 0,099 persen, industri dasar 0,24 persen, dan manufaktur 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah PICO yang harga sahamnya terangkat Rp810, MSKY Rp310, PCAR Rp295, AALI Rp125, dan PDES Rp120.

Harga saham SHID terkoreksi Rp450, TCPI Rp200, INTP Rp150, JSMR Rp150, dan LPPF Rp140.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Pada perdagangan pukul 16.12 WIB, dolar AS turun 32 poin (0,23%) ke level Rp14.005.

4 dari 5 halaman

Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Terkapar di Zona Merah

Dream - Indeks syariah mendekam di zona merah sepanjang perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 4 Desember 2019. Sentimen penguatan rupiah tak cukup memikat pelaku pasar untuk terjun ke lantai bursa.

Tanpa sentimen positif signifikan yang masuk ke lantai bursa, investor memilih menyelamatkan portofolionya dengan melakukan aksi jual saham. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,429 poin (0,23%) ke level 183,739. ISSI memulai sesi jual beli dari teritori merah saat dibuka melemah di level di 183,636.

Aksi jual saham membuat indeks ini semakin terdorong ke zona merah dan sempat terperosok ke level terendah di 182,958.

 

 

Meski sama-sama ditutup melemah, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), masih sempat menembus zona hijau. Namun penguatan itu hanya berlangsung saat dan JII terkoreksi 1,837 poin (0,27%) ke level 678,067 di sesi penutupan.

Sementara indeks JII70 mengikuti laju ISSI yang mendekam seharian di zona negatif. Indeks syariah paling bungsu ini merosot 0,820 poin (0,36%) ke level 228,223.

Aksi jual yang cukup kuat di lantai bursa memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Terpangkas 21,017 poin (0,34%), IHSG bertengger di level 6.112,879.

5 dari 5 halaman

Indeks Sektor Barang Konsumsi Amblas

Investor lebih suka melepas sahamnya, terutama di sektor barang konsumsi yang terkoreksi sampai 1,27 persen.

Sebaliknya indeks sektor infrastruktur ditutup menguat 0,80 persen, pertambangan 0,61 persen, properti 0,46 persen, dan industri aneka 0,37 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini POLU yang harga sahamnya naik Rp560, POLL Rp500, PLIN Rp390, PICO Rp240, dan JSMR Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi " juru kunci" adalah UNVR yang harga sahamnya merosot Rp675, UNTR Rp450, ICBP Rp300, EPMT Rp250, dan MAPA Rp250.

Pada 16.34, kurs dolar AS melemah 86 poin (0,61%) ke Rp14.029 per dolar.

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?