6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Jabatan manajer kilang minyak dengan gaji 140.000 pound sterling per tahun terdengar sebagai pekerjaan yang sangat menggiurkan. Namun, ketika mengetahui Anda akan bekerja di ladang minyak milik sebuah organisasi militan yang kejam, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan kondisi pertempuran setiap harinya, mungkin ini bisa menjadi akhir dari pengalaman pekerjaan di CV Anda.
Seperti dikutip dari mirror.co.uk, Kamis, 26 November 2015, ISIS telah mempublikasikan lowongan manajer ini di bursa kerja ilegal serta mengiklankannya hingga jaringan mereka di Afrika Utara.
ISIS memiliki sedikitnya 11 ladang minyak dan berhasil meraup 2 juta pound sterling atau sekitar Rp 30 miliar per hari dari penjualan minyak. Sayangnya, keuntungan ini merosot sehingga Ketua ISIS membuka lowogan sebagai manajer kilang untuk mendongkrak kembali keuntungannya.
Tidak hanya risiko dari pertempuran yang dilakukan ISIS, tekanan lain selaku staf produksi juga datang dari ISIS itu sendiri. Anggota ISIS kerap melakukan intimidasi kepada para insinyur dan mengancam keluarga para staf. Hal ini membuat para pekerja ketakutan dan melarikan diri. Selain itu, seringnya terjadi kecalakaan fatal di ladang minyak yang mengganggu produksi.
Ahli perminyakan Robin Mills mengatakan ISIS akan berjuang menarik staf terbaik dengan iming-iming gaji tinggi.
" Uang itu baik, tetapi tidak baik ketika bekerja dengan ISIS," tegasnya.
ISIS menggunakan jalur penyelundupan dalam melewati batas negara. Inilah yang membuat harga minyak mereka murah, hanya £15 per barel atau US$ 16 per barel, sementara minyak legal yang dijual negara pengekspor minyak standard harganya US$ 46 per barel untuk saat ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
