Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menutup Akhir Pekan, Indeks Syariah Menghijau.
Dream - Menjelang libur panjang pelaku pasar melancarkan aksi spekulasi jelang rilis data perekonomian terbaru pekan depan. Aksi beli di lantai bursa yang melonjak tajam ikut menyulut pelaku untuk kembali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perburuan pada saham-saham bluechips syariah serta kembalinya aksi beli pemodal asing mendorong indeks syariah ditutup menguat pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis 29 Maret 2018.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan jelang libur panjang dengan melonjak 2,294 poin (1,27%) ke level 183,589. Indeks ISSI bergerak fluktuatif dan sempat terperosok ke level terendah 181,075.
Menjelang sesi penutupan, investor mulai berani melantai ke bursa saham. Akibatnya, ISSI kembali mendapat tambahan tenaga untuk melaju tinggi menutup perdagangan.
Aksi beli saham juga marak terjadi pada saham-saham keping biru syariah. Tercatat 23 emiten unggulan syariah ditutup menguat dan mendorong Jakarta Islamic Index (JII) menanjak 8,294 poin (1,19%) ke level 704,277.
Transaksi perdagangan saham kembali marak hari ini. Tercatat dana yang masuk ke lantai bursa, dari pasar utama dan sekunder mencapai Rp38,82 triliun. Lonjakan ini tak lepas dari transaksi saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk di pasar negosiasi yang dilaporkan mencapai Rp35 triliun.
Di jajaran saham syariah, pelaku pasar mentransaksikan dana hingga Rp35,42 triliun dengan 96 juta saham yang berpindah tangan. Sebanyak 140 saham syariah menutup perdagangan dengan naik harga.
Semua indeks sektoral kali ini bergerak menghijau. Indeks industri aneka, industri dasar, dan pertambangan menjadi favorit investor dengan meroket masing-masing 2,4 persen, 1,7 persen, dan 1,64 persen.
Emiten bluechip syariah incaran investor adalah SMGR yang harga sahamnya naik Rp475, LPPF Rp350, ASII Rp200, UNTR Rp200, dan UNVR Rp125.
Sebaliknya, saham ICBP melorot Rp200, PTPP Rp70, WSKT Rp60, WIKA Rp15, dan BRPT Rp10.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 18 poin (0,13%) ke level Rp13.746 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya