Indeks Syariah Turun Lagi, BEI Diguyur Rp22 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 28 Maret 2018 16:53
Indeks Syariah Turun Lagi, BEI Diguyur Rp22 Triliun
Dua indeks syariah terjun bebas.

Dream - Pelaku pasar masih menahan diri dengan kondisi pasar yang menghadapi pekan pendek dan jelang rilis data ekonomi terbaru pekan depan. Posisi menunggu itu membuat lantai bursa banyak diwarnai aksi pelaku pasar, termasuk indeks syariah. 

Sentimen dari luar negeri juga belum banyak memberi harapan. Sejumlah bursa utama di kawasan regional ditutup melemah di perdagangan akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 28 Maret 2018, dua indeks acuan saham syariah kembali lesu.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat merosot 1,407 poin (0,77%) ke level 181,285. Meski sempat menyentuh teritori positif dengan level tertinggi di 182,733, ISSI tak kuasa menahan gempuran aksi jual pemodal.

Keengganan investor untuk menanamkan modal membuat 165 saham syariah ditutup melemah. Hanya ada 75 saham penghuni ISSI yang bisa bergerak menguat dengan 74 lainnya bertahan stagnan. 

Hingga sesi paska penutupan perdagangan, tercatat 58,81 juta saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai total Rp3,39 triliun. Lantai bursa sepertinya banyak dilanda aksi jual pemodal lokal mengingat nett sell asing kali ini justru berkurang signifikan. 

Pasar modal Indonesia kali ini juga dilanda transaksi jual beli saham yang melonjak tinggi. Tercatat dana sekitar Rp22 triliun masuk lantai bursa dengan 217 juta saham diperdagangkan pelaku pasar.

Di jajaran saham ISSI, nilai jual bersih saham syariah berkurang menjadi Rp194 miliar.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bergerak tak jauh berbeda. Dengan 20 emiten unggulan syariah yang melemah, Indeks JII ambrol 6,671 poin (0,95%) ke level 695,983.

Hampir semua indeks sektoral mengalami tekanan jual. Pelemahan terbesar terjadi di sektor industri aneka sebesar 2,1 persen, diikuti keuangan 1,39 persen, pertambangan 1,33 persen, manufaktur 1,24 persen, dan barang konsumsi 1,14 persen.

Penguatan indeks pertanian sebesar 1,09 persen tak cukup menahan laju pelemahan.

Investor hanya berburu tiga bluechips syariah yang ditutup menguat yaitu ICBP, BSDE, dan TLKM yang saham ketiganya naik masing-masing Rp100, Rp10, dan Rp10.

Sebaliknya, top losser indeks JII dihuni saham UNVR yang terkoreksi Rp600, LPPF Rp325, ASII Rp200, UNTR Rp200, dan AKRA Rp150.

Dari pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS stagnan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.742 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar