JK: Pengusaha Batik RI Harus Kreatif, Waspadai Tiongkok

Reporter : Ramdania
Kamis, 25 Juni 2015 06:30
JK: Pengusaha Batik RI Harus Kreatif, Waspadai Tiongkok
Tingkatkan produksi, batik Indonesia bisa jadi raja di negeri sendiri.

Dream - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai batik sebagai pakaian umum yang bisa digunakan setiap saat. Tidak hanya kemeja, batik kini telah menghiasi aksesoris yang digunakan anak muda.

Begitu banyaknya kreasi yang bisa dihias dengan unsur batik, JK meminta pengusaha batik untuk bersiap menjawab tantangan dalam mengembangkan batik di masa datang.

Saat memberikan sambutan pada pembukaan Gelar Batik Nasional 2015, di Plenarry Hall, Jakarta Convention Center, Senayan (JCC), Jakarta, Rabu 24 Juni 2015, Wapres menyebutkan, tantangan pertama yang dihadapi pengusaha adalah meningkatkan produktivitas.

“ Pada tahun 2010 produksi batik sudah Rp 4 triliun, hari ini mungkin Rp 5 – 6 triliun karena minimal orang punya batik satu kodi dengan harga yang bervariasi dari Rp 25 ribu – Rp 25 juta. Tantangan kita tentu produktivitas harus besar,” ungkap JK seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet.

Di sisi lain, lanjut JK, batik yang kini telah digunakan sebagai aksesoris di kalangan anak muda perlu dikembangkan motifnya, karena anak-anak muda cenderung tidak mau menggunakan motif klasik.

“ Jadi harus kreatif, kalau kita tidak kreatif nanti bisa kalah dari Tiongkok lagi, karena Tiongkok kadang-kadang bisa produksi massal kan,” kata JK disambut tawa.

Dalam kesempatan itu, JK juga mengingatkan bahwa batik sudah bukan lagi sekadar pakaian tradisional, tetapi telah berinovasi ke tingkat internasional karena telah dikenal di mancanegara.

JK mencontohkan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela yang kerap mengenakan batik saat menghadiri acara-acara internasional.
“ Nelson Mandela adalah orang pertama yang berpakaian batik pada ajang internasional PBB. Mulai dari situ batik dikenal secara internasional,” katanya.

Hal lain yang menggembirakan, papar JK, Organisasi Pendidikan dan Sains PBB (Unesco) juga telah menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia.

Beri Komentar