Presiden Joko Widodo.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan program beras miskin (raskin) diganti dengan voucher pangan. Voucher ini akan diberikan langsung kepada rumah tangga sasaran.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini ingin program baru ini berlaku tahun depan.
“ Voucher ini dapat digunakan untuk menebus beras dan/atau telur atau bahan pokok lainnya, di pasar, di warung, di toko pada harga yang berlaku,” kata Jokowi dalam pengantar Rapat Terbatas (ratas) di Jakarta, dilansir dari situs setkab.go.id, Rabu 20 Juli 2016.
Dengan program ini, dia berharap rakyat yang belum sejahtera akan memiliki lebih banyak pilihan dengan membeli sembako di pasar. Tak hanya itu, mereka juga bisa mendapatkan nutrisi yang lebih seimbang dan tidak hanya karbohidrat, tetapi juga protein, seperti telur.
Jokowi juga mengklaim kebijakan ini juga berdampak bagi bagi para pedagang sembako di pasar. Mereka bisa mendapatkan tambahan peluang usaha.
" Yang tidak kalah penting, melalui reformasi ini Bulog akan kami kembalikan lagi fungsinya sebagai buffer stock sebagai stabilisator harga beras dan bahan-bahan yang lainnya dan juga penyangga harga gabah petani apabila harga gabah jatuh," kata dia.
Jokowi meminta perubahan ini dilakukan secara bertahap dan bisa mulai diterapkan pada awal 2017. Dia juga meminta ada sebuah peta jalan perubahan yang direncanakan dengan matang sehingga proses transisi ini bisa berjalan dengan baik. Untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau misalnya di Papua, Yahukimo, Yalimo, Natuna, Morotai, dan daerah lainnya, Jokowi mengatakan perlu kebijakan-kebijakan khusus yang harus disusun.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya