Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 18 Maret 2020 16:54
Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah
Nasib rupiah sama saja dengan kemarin?

Dream - Pandemik wabah virus corona baru, Covid-19, menjadi isu yang mencemaskan pelaku pasar. Investor masih menghitung efektivitas berbagai stimulus dan upaya pencegahan yang dibuat berbagai negara di dunia untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Kecemasan tersebut membuat investor lagi-lagi menahan diri terjun ke lantai bursa. Hal yang sama dilakukan pemodal di pasar saham syariah. 

Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup melemah pada perdagangan, Rabu, 18 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 3,378 poin (2,61%) ke level 125,809. Sejak sempat dibuka menguat tipis ke level 129,574 saat sesi pembukaan dibuat. Hanya bisa menyentuh level tertinggi di 129,877, ISSI langsung terjun ke zona merah saat sesi perdagagan baru berjalan beberapa menit.

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 124,292 dan berhasil memperbaiki kondisi jelang penutupan.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melorot 17,631 poin (3,90%) ke level 434,494. Sementara Indeks JII70 terguling 5,432 poin (3,59%) ke level 145,971.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 126,076 poin (2,83%) ke level 4.330,674.

1 dari 5 halaman

Terus Hantui Investor

Ancaman pandemi corona membuat investor masih takut melantai di bursa. Aksi jual saham marak terjadi di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan pertanian. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 3,85 persen, 3,77 persen, dan 3,45 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya naik Rp350, TCPI Rp210, TPIA Rp200, HERO Rp190, dan INTP Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp700, ITMG Rp475, UNVR Rp450, ICBP Rp425, dan SILO Rp400.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 36 poin (0,24%) ke level Rp15.208 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Perdagangan Sempat Dibekukan, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada perdagangan, Selasa, 17 Maret 2020. Sentimen regional dan global yang masih mencemaskan dampak virus corona baru, Covid-19, membuat pelaku pasar menjauh dari lantai bursa.

Seperti diketahui sejumlah negara di dunia mulai memberlakukan kebijakan lockdown, atau penutupan akses keluar masuk warga, untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa di antaranya adalah Filipina dan Malaysia.

Perdagangan saham di hari ini juga diwarnai keputusan orotitas bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membekukan sementara perdagangan (trading hal) selama 30 menit saat jam perdagangan menunjukan pukul 15.02 WIB. 

Rangkaian sentimen negatif ini membuat tiga indeks acuan saham syariah berguguran. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas sampai 6,337 poin (4,68%) ke level 129,817. ISSI terus merosot setelah dibuka di level 135,524. Aksi jual investor membuat indeks ini tersungkur ke level 128,822.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 30,941 poin (6,40) ke level 452,125.

Indeks JII70 terkoreksi 9,938 poin (6,16%) ke level 151,403.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 persen akhirnya menutup perdagangan dengan koreksi tajam 233,908 poin (4,99%) ke level 4.456,749.

Sekadar informasi, perdagangan sempat dilakukan trading halt pada 15.02 karena IHSG turun 5 persen, Perdagangan dilakukan kembali pada 15.32 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal.

3 dari 5 halaman

Empat Sektor Ini `Terbakar` 5 Persen

Semua indeks sektoral terbakar. Kekhawatiran terhadap virus covid-19 membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor industri dasar. infrastruktur, manufaktur, industri aneka, dan keuangan.

Indeks sektor industri dasar anjlok 5,90 persen, infrastruktur 5,87 persen, manufaktur 5,70 persen, industri aneka 5,68 persen, dan keuangan 5,63 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah CMNP yang harga sahamnya naik Rp270, UNIC Rp200, FASW Rp100, SILO Rp100, dan PNSE Rp92.

Harga saham UNTR terkoreksi Rp1.000, INTP Rp725, ICBP Rp650, ITMG Rp500, dan UNVR Rp475.

Dari pasar uang, dolar AS masih anteng di level Rp15 ribu. Pada 16.43, kurs mata uang Paman Sam menanjak 213 poin (1,41%) ke Rp15.145 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Bluechips Syariah Berguguran, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Kecemasan investor terhadap virus corona membuat indeks syariah terkoreksi. Bahkan, surplus perdagangan pada Februari 2020 senilai US$2,34 miliar (Rp34,4 triliun) tak sanggup menahan laju pergerakan perdagangan.

Angin negatif juga datang dari pasar luar negeri setelah bank sentral AS, The Federal Reserves, mendadak mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Kebijakan in sebagai langkah antisipasi dampak wabah virus corona baru. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini, Senin, 16 Maret 2020 dengan melemah tajam 6,684 poin (4,70%) ke level 135,524. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 142,208.

Minimnya aksi jual pelaku pasar akibat penyesuaian dengan kondisi terkini wabah corona di Indonesia membuat ISSI sempat tergelincir ke level terendah di 135,237.

 

 © Dream

 

Penurunan lebih tajam terjadi pada dua indeks kepingi biru syariah. Indeks blulechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok sampai 31,087 poin (6,05%) ke level 483,066.

Sementara Indeks JII70 turun 9,956 poin (5,81%) ke level 161,341.

Aksi jual investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak berkutik. IHSG melorot 216,914 poin (4,42%) ke level 4.690,657.

5 dari 5 halaman

Saham Andalan Berguguran

Virus corona yang menghantui perekonomian membuat investor melepaskan saham-sahamnya di semua sektor. Indeks sektor infrastruktur terperosok 5,98 persen, barang konsumsi 5,67 persen, dan manufaktur 5,23 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya terangkat Rp1.190, GHON Rp160, EMTK Rp150, LINK Rp140, dan DVLA Rp100.

Sebaliknya, yang menghuni top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terpangkas Rp1.075, INTP Rp775, ICBP Rp575, ITMG Rp525, dan UNVR Rp525.

Dari pasar uang, dolar AS nyaris menembus level Rp15 ribu. Kurs dolar menguat 204 poin (1,36) ke level Rp14.981 per dolar AS.

Beri Komentar