Kabur dari Afghanistan, Ashraf Ghani Bawa 4 Mobil & Helikopter, Semua Penuh Uang

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 19 Agustus 2021 10:13
Kabur dari Afghanistan, Ashraf Ghani Bawa 4 Mobil & Helikopter, Semua Penuh Uang
Bahkan, banyak uang yang menumpuk dan tercecer di landasan karena tidak muat saat dimasukkan ke dalam helikopter.

Dream - Kedutaan besar Rusia di Afghanistan mengungkap informasi mengejutkan tentang kaburnya mantan presiden Ashraf Ghani pada Minggu 15 Agustus 2021. Presiden yang minggat setelah ibukota Kabul jatuh ke tangan Taliban itu disebut-sebut membawa empat mobil dan satu helikopter, semua penuh dengan uang.

" Empat mobil penuh dengan uang," kata Juru Bicara Kedutaan Besar Rusia di Kabul, Nikita Ishchenko, dikutip dari The Express Tribune, Rabu 18 Agustus 2021.

Tah hanya empat mobil, Ghani juga disebut membawa uang dengan helikopter. Tapi sayang, tak semua uangnya mampu ditampung ke dalam helikopter tersebut.

" Mereka mencoba memasukkan sebagian uang itu ke dalam helikopter, tetapi semuanya tidak muat. Dan sebagian uangnya tertinggal di landasan," tambah Ishchenko.

1 dari 8 halaman

Hingga kini, keberadaan Ashraf Ghani belum diketahui. Dia kabur dengan alasan tidak ingin ada pertumpahan darah dalam perebutan kekuasaan di negerinya.

Namun, pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut Ghani berada di Taajikistan. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyebut lokasinya tidak diketahui. Taliban masih mencari keberadaan Ghani.

Kepada BBC, duta besar Afghanistan untuk Tajikistan mengatakan bahwa " Ashraf Ghani kabur dengan tas-tas penuh uang senilai US$169 juta (sekitar Rp2,4 triliun) ketika Kabul jatuh."

2 dari 8 halaman

Media Afghanistan, Tolo News melaporkan bahwa Kedutaan Besar Afghanistan di Tajikistan telah meminta Interpol menangkap Ashraf Ghani dan dua mantan pejabat lainnya, Hamdallah Mohib and Fazal Mahmood Fazli.

Ketiganya dituduh telah mencuri uang rakyat sehingga dana tersebut bisa dikembalikan ke Afghanistan.

3 dari 8 halaman

Gubernur Bank Central Afghanistan Kabur hanya Bawa Pakaian yang Melekat di Badan

Dream - Setelah bertahun-tahun, milisi Taliban akhirnya berhasil menguasai kota Kabul yang menjadi pusat pemerintahan Afghanistan.

Kota ini menjadi basis terakhir Pemerintah Afghanistan setelah kota-kota lain direbut kelompok oposisi bersenjata tersebut.

Pengambilalihan kekuasaan Afghanistan oleh Taliban menimbulkan kekhawatiran. Bukan hanya warga sipil, tapi para pejabat negara tersebut.

Ajmal Ahmady, mantan gubernur bank sentral Afghanistan© Frontier Post

Salah satunya adalah Gubernur Bank Sentral Afghanistan, Ajmal Ahmady. Dia melarikan diri sebelum Taliban berhasil menguasai Kabul.

4 dari 8 halaman

Ahmady, yang juga seorang penasehat mantan presiden Ashraf Ghani, mengisahkan upayanya untuk melarikan diri dari cengkeraman Taliban.

" Pada akhirnya, satu-satunya alasan saya bisa keluar adalah kami berada di landasan (bandara internasional Kabul), dengan helikopter dan pesawat lainnya lalu lalang.

" Saat itu penerbangan Kam Air terisi penuh, tiga kali lipat dari kapasitasnya. Saya kemudian melihat pesawat militer sebuah negara ke tiga - bukan pesawat AS - dan semua orang berebut untuk naik ke pesawat itu.

" Saya didorong oleh rekan-rekan untuk segera naik pesawat tersebut oleh salah satu anggota konvoi militer yang mengawal kami.

" Akhirnya saya bisa naik pesawat tersebut tanpa membawa apa-apa, hanya baju yang melekat di badan dan sebelah sepatu di kaki. Begitulah saya bisa keluar dari Afghanistan," cerita Ahmady kepada Sky News.

5 dari 8 halaman

Ahmady kemudian menceritakan detik-detik saat dia harus melarikan diri dari Taliban, keluar dari Afghanistan.

Mantan Gubernur Bank Sentral Afghanistan ini mengatakan meski tahu Taliban sudah semakin mendekati Kabul, tapi dia tetap ke kantor seperti biasanya pada Minggu pagi itu.

Sehari sebelumnya, dia sempat bertemu dengan mantan presiden Ashraf Ghani untuk membicarakan masalah ekonomi jangka pendek Afghanistan.

6 dari 8 halaman

Waktu itu, presiden Ashraf Ghani mengatakan situasi telah 'memburuk dengan sangat cepat'. Namun  ada secercah harapan karena Taliban masih beberapa hari lagi masuk Kabul.

Ternyata yang diucapkan presiden Ashraf Ghani itu tidak sesuai harapan. Milisi Taliban masuk ke kota Kabul lebih cepat dari yang diduga.

" Karena berita yang saya terima makin memburuk, saya tinggalkan kantor sekitar tengah hari dan pergi ke bandara. Di sana saya memesan tiket untuk malam itu yang kemudian dibatalkan," katanya.

Semuanya kemudian terlihat tenang sampai muncul berita yang mengabarkan presiden Ashraf Ghani mengundurkan diri dan telah meninggalkan negara itu. Pada saat itulah, semunya menjadi kacau balau.

7 dari 8 halaman

" Orang-orang lari ke landasan, mencoba naik ke berbagai pesawat yang akan berangkat. Untungnya saya berada di salah satu pesawat tersebut," katanya.

Warga Afghanistan panik, berebut masuk bandara untuk melarikan diri dari Taliban.© Sky News

Sayangnya, Ahmady tidak menceritakan ke mana pesawat yang membawanya keluar Afghanistan itu pergi. Namun Ahmady kecewa dengan mantan presiden Ashraf Ghani.

Dia mengkritik mantan presiden Ashraf Ghani atas kurangnya rencana darurat ketika Taliban mendekati kota Kabul.

8 dari 8 halaman

Ahmady, yang lahir di Afghanistan tetapi dididik di AS, mengatakan dia tidak mungkin kembali ke tanah airnya dalam kapasitas resmi.

" Saya senang berkontribusi semampu saya, tetapi saya telah menghabiskan tujuh tahun di sana dengan kemampuan terbaik saya untuk mencoba membuat perbedaan.

" Tujuh tahun di pemerintahan mana pun adalah waktu yang lama dan, mengingat situasinya, saya mungkin akan memberikan dukungan dari kejauhan," pungkasnya.

Sumber: Sky News

Beri Komentar