Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (http://upload.wikimedia.org/)
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Maret ini terjadi inflasi sebesar 0,17%. Dari 82 kota yang diamati, sebanyak 54 kota mengalami inflasi.
Menurut Kepala BPS Suryamin, penyebab utama inflasi adalah kenaikan harga beras. Padahal, kelompok bahan makanan lainnya tengah mengalami penurunan harga.
“ Dari seluruh komoditas yang terdapat dalam kelompok bahan makanan, hanya komoditas beras yang mengalami inflasi pada Maret 2015,” kata Suryamin seperti dikutip dari setkab.go.id, Rabu, 1 April 2015.
Meningkatnya harga beras tersebut, menurut Suryamin, perlu menjadi perhatian mengingat harga beras pada tingkat gabah mengalami penurunan yang cukup tinggi dibanding bulan sebelumnya. Namun saat masuk tahap beras giling sampai ke tingkat pedagang (pasar) justru terus mengalami peningkatan.
“ Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan tim pengendali inflasi,” ujarnya.
Mengenai kenaikan harga Premium per tanggal 28 Maret 2015, Suryamin menilai dampaknya baru akan terlihat pada bulan April mendatang.
Namun demikian, Suryamin memperkirakan, peningkatan harga bensin tersebut akan tertekan oleh kemungkinan terjadinya penurunan harga beras akibat adanya panen raya yang akan terjadi di Bulan April.
Dengan adanya kondisi sekarang ini seperti meningkatnya harga BBM, dan semakin lemahnya nilai tukar Rupiah, Suryamin mengingatkan perlunya perhatian utama dari pemerintah dan Bank Indonesia dalam rangka mencapai target inflasi sesuai dengan APBNP 2015 sebesar 5 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya