Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
BPS Mencatat Inflasi Mei 2016 Sebesar 0,24 Persen. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,24 persen pada Mei 2016. Penyebabnya adalah kenaikan seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Kepala BPS, Suryamin, mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,67 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Singaraja, Bali, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang masing-masing sebesar 0,02 persen.
"Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,92 persen dan terendah di Maumere 0,01 persen," kata Suryamin, sebagaimana keterangan tertulis, Rabu 1 Juni 2016.
Suryamin mengatakan tingkat inflasi Januari-Mei 2016 sebesar 0,4 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,33 persen. "Komponen inti pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen," kata dia.
Menurut Suryamin, inflasi ini terjadi karena ada kenaikan harga di semua komponen pengeluaran, yaitu kelompok bahan bakar 0,3 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,58 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen.
Sementara, kelompok sandang mengalami kenaikan harga 0,44 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pun juga mendorong terjadinya inflasi.
Suryamin menjelaskan, beberapa komoditas yang harganya naik adalah daging ayam ras , gula pasir, tarif angkutan udara, dan rokok kretek. "Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, beras, tomat sayur, ikan segar, cabai rawit, dan semen," kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari