Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2021, Lahan Sudah Siap 99,96%

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 24 Februari 2020 11:36
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2021, Lahan Sudah Siap 99,96%
Pemerintah mengklaim pembangunannya tak terpengaruh virus corona.

Dream - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menargetkan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung selesai tahun depan. Dia juga memastikan proses pembangunan kereta cepat pertama di Tanah Air itu tak terdampak virus corona.

“ Kami tetap fokus menyelesaikan ini. Tahun 2021 akhir sudah beroperasi. Jadi, saya tadi bicara dengan PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) tidak masalah. Kami bisa optimalkan,” kata Budi Karya di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Senin 24 Februari 2020.

Tentang wabah virus corona (Covid-19), dia sudah berkoordinasi dengan KCIC dan memastikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan sesuai rencana dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal.

Budi Karya mengapresiasi KCIC yang juga telah menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal dengan menempatkan sejumlah titik rumah pekerja dengan masyarakat lokal.

Dia juga berharap langkah tersebut akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“ Saya bangga dan senang ada suatu proyek kereta cepat pertama kali di Indonesia, ini dikerjakan (dengan skema pembiayaan) business to business jadi artinya swasta Indonesia dengan swasta China. Ini merupakan proyek strategis yang kita inginkan karena tidak membebani APBN. Bayangkan ada Rp83 triliun yang masuk Indonesia dari swasta dalam proyek ini,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Proses Pembangunan Sudah 44 Persen

Saat ini, progress pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44 persen sedangkan untuk pembebasan lahan sendiri sudah mencapai 99,96 persen.

Budi menyebut masih ada sebidang tanah di daerah Bandung yang sedang dalam tahap konsinyasi.

Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) berpesan kepada KCIC agar pekerjaan bisa dirampungkan tepat waktu. Pertama, harus ontime. Kedua, harus ada alih teknologi.

“ Ketiga, jaga hubungan dengan masyarakat banyak dan teamwork harus diperhatikan,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Lanjut Sampai Surabaya

Jika kereta cepat Jakarta-Bandung ini sukses, ke depannya, terbuka kemungkinan akan berlanjut hingga Surabaya.

Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra, memastikan pihaknya telah mengantisipasi adanya sejumlah kondisi tanah yang rawan atau labil di beberapa titik di Jawa Barat. Selain tanah, faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini telah diantisipasi oleh KCIC. Ini diharapkan tidak akan mempengaruhi proses pengerjaan proyek. 

“ Jadi yang rawan sudah kita mitigasi. Kita sudah antisipasi hal tersebut,” kata Chandra.

Sebagai informasi, saat ini, KCIC sedang mengerjakan 13 tunnel atau terowongan Jakarta-Bandung. Nantinya, kereta ini akan memiliki panjang sepanjang 142,3 km dengan empat stasiun pemberhentian, yaitu Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung.

Dari jalur tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated. Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit. Dengan keberadaan kereta ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung akan lebih cepat yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 km per jam.

3 dari 6 halaman

Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung Paling Murah Rp300 Ribu

Dream – Kereta cepat Jakarta—Bandung akan memiliki tiga jenis pelayanan, yaitu VIP, kelas I, dan II. Tiket kelas terendah dibanderol Rp300 ribu.

“ Kalau Rp500 ribu, kan, tidak layak juga. Pokoknya disesuaikan dengan kondisi saat ini. Jadi, kira-kira Rp300 ribu kelas II,” kata Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Chandra Dwiputra, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 1 Oktober 2019.

 

 © Dream

 

Chandra tidak memerinci harga tiket kelas I dan VIP. Dia hanya menyebut harga tiketnya tak lebih dari Rp500 ribu. " Pokoknya satu VIP, kursi sedikit. Kelas I juga tidak banyak. Ujung depan ujung belakang," katanya.

4 dari 6 halaman

Rampung 2021

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2021. Pada kuartal II-2021 (April-Juni), kereta cepat sudah mulai uji coba selama tiga sampai empat bulan sebelum beroperasi penuh.

Kapasitas angkut kereta cepat pertama di Indonesia ini sekitar 109.000 penumpang per hari dan dapat memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya hingga 36 menit (untuk perjalanan langsung) dan 46 menit (untuk perjalanan tak langsung).

Kereta ini merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh perusahaan China, CRRC Qingdao Sidang. Berbekal teknologi terbaru tersebut, harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan berada pada kisaran Rp 229 ribu.

5 dari 6 halaman

Demi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, 500 Perlintasan Disterilkan

Dream – Pemerintah akan mensterilkan 500 perlintasan jalan dan kereta. Upaya pembersihan jalur tersebut merupakan bagian dari megaproyek jalur kereta api semi cepat, Jakarta-Surabayar.

“ Kami ditugasi untuk memperbaiki atau mensterilkan kurang lebih sekitar 500 perlintasan sebidang dengan jalan raya di sepanjang perlintasan rel kereta semi cepat Jakarta-Surabaya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai menyaksikan penandatanganan kerjasama pembangunan kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya, di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Jumat 27 September 2019.

Rencanananya, sterilisasi itu akan diikuti dengan membangun flyover, underpass, sampai jembatan penyeberangan orang (JPO) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk menghemat biaya dan waktu penyelesaikan, penggunaan produk lokal akan menjad prioritas.

 

 © Dream

 

Salah satu proyek yang akan dibangun adalah pembangunan Flyover Antapani yang menggunakan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP). Proyek ini diklaim bisa menghemat 40 persen dibandingkan beton biasa dan lebih cepat selesai 6 bulan.

" Produk lokal lainnya yang akan digunakan yakni precast concrete girder yang diproduksi oleh pengusaha lokal. Jadi nanti akan banyak produk dalam negeri yang akan kita manfaatkan,” jelas Basuki.

Menurut Basuki, pengerjaaan underpass, flyover, dan JPO akan dimulai pada 2020 setelah feasibility study (FS) kereta semi cepat diselesaikan pihak Jepang. Direncanakan pembangunan flyover akan diterapkan pada perlintasan sebidang di wilayah perkotaan dan untuk wilayah perdesaan underpass.

“ Setelah studi ini selesai, kita mulai konstruksi fisik selama mungkin 2-3 tahun,” kata dia.

Basuki mengatakan konektivitas di Pulau Jawa akan menjadi lebih lancar karena Merak, Jakarta, Demak, Semarang, Kudus, sampai Surabaya sudah tersambung. Nantinya, kereta ini tersambung dari Cileunyi, Garut, Tasikmalaya, Cilacap, Jogjam dan Solo.

“ Semua kita hubungkan. Sekarang saja dengan kondisi tersambungnya Tol Trans Jawa sudah mengubah perilaku dunia usaha dan masyarakat,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Investasi Rp60 Triliun

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memperkirakan nilai investasi pembangunan kereta semu cepat Jakarta—Surabaya sebesar Rp60 triliun. Investasi ini berasal dari JICA dan biaya pembebasan lahan dari pemerintah Indonesia.

Pemerintah menargetkan kereta tersebut dapat beroperasi hingga Cirebon pada 2024 dan beroperasi menyeluruh hingga Surabaya pada 2025.

“ Kami berharap waktu tempuh Jakarta-Surabaya menjadi 5,5 jam atau berkurang 3,5 jam dari saat ini,” kata dia.

Survei pembangunan kereta semi cepat sudah berjalan sejak bulan Juni 2019 dan direncanakan selesai Oktober 2020. Sementara kajian pembangunannya telah dilakukan Pemerintah Indonesia dengan tim konsultan JICA sejak tahun 2017.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam