Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Belakangan Ini, Rupiah Menunjukkan Tren Positif.
Dream – Beberapa hari ini, kinerja rupiah menunjukkan tren positif. Rupiah menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah keluar dari kisaran Rp13 ribu.
Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia, kurs tengah rupiah hari ini, Rabu 28 September 2016, sebesar Rp12.926 per dolar AS. Angka itu menguat dibandingkan dengan kurs tengah Selasa, 27 September 2016, yang sebesar Rp13.027 per dolar AS dan Rp13.076 per dolar AS pada Senin 26 September 2016.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), menilai penguatan ini terjadi berkat program amnesti pajak yang dicanangkan pemerintah.
“Karena melihat potensi-potensi tax amnesty cukup baik, rupiah menguat,” kata JK di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com.
Dia mengatakan program amnesti pajak juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. Dikatakan bahwa salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah penguatan rupiah.
Bukan semata karena tax amnesty.
© Dream
Sementara, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan penguatan rupiah tak hanya disebabkan oleh program pengampunan pajak, tetapi juga faktor eksternal. Aliran modal masuk (capital inflow) dan kondisi ekonomi di Amerika Serikat memberi dampak positif bagi rupiah.
“Itulah mengapa mata uang rupiah kita mengalami penguatan,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa 27 September 2016.
Penguatan rupiah ini memberikan sisi yang positif dan negatif bagi perekonomian Indonesia. Untuk sisi positif, penguatan rupiah akan membuat inflasi menjadi stabil karena pertumbuhan impor menjadi rendah dan masyarakat bisa menikmatinya.
Namun, penguatan rupiah ini akan berpengaruh terhadap penerimaan negara, khususnya penerimaan dari ekspor dan sumber daya alam (SDA). “Dari sisi APBN, tentu ada implikasinya terhadap penerimaan (negara),” kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari