CONNECT WITH US!

Kala China Tundukan Perusahaan Raksasa Apple

Reporter : Maulana Kautsar | Kamis, 11 Januari 2018 18:15
Apple Store Di Guangzhou, China (Foto:Shutterstock)
Berbeda dengan Amazon yang memilih hengkang, Apple menggandeng mitra lokal untuk mengoperasikan aplikasi penyimpanan iCloud.

Dream - Produsen gawai terkemuka, Apple Inc. berencana menyerahkan operasi aplikasi  penyimpanan iCloud kepada mitra lokal di China pada 28 Februari 2018. Hal ini sesuai dengan aturan perundangan mengenai internet yang diberlakukan di Negeri Tirai Bambu itu.

The Wall Street Journal melaporkan, Apple terpaksa tunduk pada aturan tersebut. Otoritas China mewajibkan seluruh pengguna internet di China untuk menyimpan data yang diunduh pada cloud dalam negeri dan melarang penggunaaan aplikasi awan penyimpanan data milik negara lain.

Untuk peralihan itu, data pengguna Apple di China akan disimpan di pusat data yang terletak di Provinsi Barat Daya Guizhou. Pusat data ini dioperasikan Guizhou-Cloud Big Data Industry.

Apple telah memberitahu pelanggannya di China mengenai peralihan tersebut. Apple juga menginformasikan iCloud dapat terus dipakai hingga tanggal 28 Februari nanti.

Apple pun memastikan seluruh pengguna produknya akan mengetahui perubahan ini dalam tujuh pekan ke depan. Untuk memberikan jaminan keamanan, Apple menyatakan " memiliki perlindungan data-privasi dan keamanan yang kuat dan tidak ada backdoor yang akan dibuat ke dalam sistem kami."

China telah memperketat pengawasan komputasi awannya. Akhir tahun lalu, untuk memenuhi peraturan baru, unit Amazon Web Services Amazon Inc. menjual peralatan komputasi yang digunakan untuk layanan cloud-nya di China kepada mitra lokal.

Apple mengumumkan rencananya untuk mentransfer data awan tersebut ke mitra Guizhou musim panas lalu.

Tahun lalu, setelah permintaan China, Apple menutup ratusan aplikasi jaringan pribadi virtual atau VPN, yang memungkinkan pengguna mengakses laman internet yang diblokir.

CEO Apple Tim Cook membela tindakan tersebut di sebuah forum bisnis bulan lalu di Guangzhou, China. Dia mengatakan Apple harus mematuhi undang-undang sehingga dapat berpartisipasi di pasar China.

(Sah)

 

Laksamana Malahayati, pilihan raja - disegani para lelaki