Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Apple Store Di Guangzhou, China (Foto:Shutterstock)
Dream - Produsen gawai terkemuka, Apple Inc. berencana menyerahkan operasi aplikasi penyimpanan iCloud kepada mitra lokal di China pada 28 Februari 2018. Hal ini sesuai dengan aturan perundangan mengenai internet yang diberlakukan di Negeri Tirai Bambu itu.
The Wall Street Journal melaporkan, Apple terpaksa tunduk pada aturan tersebut. Otoritas China mewajibkan seluruh pengguna internet di China untuk menyimpan data yang diunduh pada cloud dalam negeri dan melarang penggunaaan aplikasi awan penyimpanan data milik negara lain.
Untuk peralihan itu, data pengguna Apple di China akan disimpan di pusat data yang terletak di Provinsi Barat Daya Guizhou. Pusat data ini dioperasikan Guizhou-Cloud Big Data Industry.
Apple telah memberitahu pelanggannya di China mengenai peralihan tersebut. Apple juga menginformasikan iCloud dapat terus dipakai hingga tanggal 28 Februari nanti.
Apple pun memastikan seluruh pengguna produknya akan mengetahui perubahan ini dalam tujuh pekan ke depan. Untuk memberikan jaminan keamanan, Apple menyatakan "memiliki perlindungan data-privasi dan keamanan yang kuat dan tidak ada backdoor yang akan dibuat ke dalam sistem kami."
China telah memperketat pengawasan komputasi awannya. Akhir tahun lalu, untuk memenuhi peraturan baru, unit Amazon Web Services Amazon Inc. menjual peralatan komputasi yang digunakan untuk layanan cloud-nya di China kepada mitra lokal.
Apple mengumumkan rencananya untuk mentransfer data awan tersebut ke mitra Guizhou musim panas lalu.
Tahun lalu, setelah permintaan China, Apple menutup ratusan aplikasi jaringan pribadi virtual atau VPN, yang memungkinkan pengguna mengakses laman internet yang diblokir.
CEO Apple Tim Cook membela tindakan tersebut di sebuah forum bisnis bulan lalu di Guangzhou, China. Dia mengatakan Apple harus mematuhi undang-undang sehingga dapat berpartisipasi di pasar China.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari