Tupperware Bisa Digadaikan, Cek Syaratnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 14 September 2018 12:42
Tupperware Bisa Digadaikan, Cek Syaratnya
Tak hanya produk Tupperware, tas mewah nan bermerek pun juga bisa digadaikan.

Dream – PT Pegadaian (Persero) mempermudah masyarakat untuk mengakses pendanaan. Perusahaan pelat merah ini memperbanyak kriteria barang yang bisa digadaikan masyarakat untuk dana segar.

Misalnya, peralatan rumah tangga bermerek Tupperware. Direktur Informasi Teknologi dan Digital Pegadaian, Teguh Wahyono, mengatakan barang kesayangan ibu-ibu rumah tangga ini bisa dijadikan solusi ketika sedang memerlukan uang. Akan tetapi, layanan ini berlaku untuk nasabah baru.

Melirik Koleksi Tupperware Bergaya Milenial© MEN

“ Jadi, kami kasih mereka pengalaman saja buat menggadaikannya. Apa pun bisa digadai dengan bunga 0 persen,” kata Teguh di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 14 September 2018.

Tak hanya produk Tupperware, tas mewah nan bermerek pun juga bisa digadaikan selama barang tersebut disetujui oleh kantor cabang dan nilai jualnya minimal Rp500 ribu. Program ini berlaku di seluruh Indonesia.

Berharga Fantastis, Tas Hermes Kok Berbau Jengkol?© MEN

“ Misalkan, Tupperware di Manado, tempat lain apa. Apa pun barangnya boleh saja. Tas juga boleh,” kata dia.

(ism)

1 dari 3 halaman

Syarat Gadai Tupperware dan Tas Branded

Dream - Teguh mengatakan syaratnya, masyarakat cukup membawa barang dan KTP. Dia berkata saat ini penggadai akan mendapatkan uang segar maksimal Rp500 ribu.

Survei: Masyarakat Indonesia Lebih Suka Pegang Uang Tunai© MEN

Rencananya, BUMN ini akan menaikkan batas atasnya hingga Rp1 juta. “ Ke depan, kami ubah, misalnya Rp1 juta satu bulan atau Rp1 juta dua bulan,” kata dia. 

 

2 dari 3 halaman

Dorong Ekonomi Syariah, Pegadaian Konversi Outlet Konvensional

Dream - PT Pegadaian (Persero) menunjukan dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi syariah dengan mengkonversi sejumlah outlet konvensional menjadi syariah. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

" Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus disegerakan," kata Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, di Jombang, Jawa Timur, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Juli 2018.

Menurut Sunarso, produk keuangan syariah bisa meningkatkan kesejahteraan, tak hanya Muslim, tapi juga semua kalangan masyarakat. Pengembangan produk dan keuangan syariah dan tren industri halal di beberapa kota mampu menggerakkan roda ekonomi, meningkatkan pendapatan, dan kesempatan kerja, termasuk memberdayakan UMKM.

Hal ini diungkapkan oleh Sunarso dalam acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maruf Amin, mengatakan pengembangan ekonomi syariah bisa mendorong percepatan pengembangan sektor keuangan syariah. Namun, pemberdayaan ekonomi syariah belum banyak disentuh.

" Untuk itu, kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak supaya masyarakat makin paham dengan keberadaan produk-produk syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional dan pemberdayaan ekonomi umat," kata Maruf.

(Sah) 

3 dari 3 halaman

Pegadaian Salurkan Dana Umat Rp1,7 M ke Pesantren

Dream – PT Pegadaian (Persero) berupaya mendorong literasi keuangan syariah masyarakat. Salah satu langkah yang dijalankan adalah menggelar Safari Ramadan ke sejumlah pesantren.

" Pegadaian memiliki tanggungjawab untuk terus melakukan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat," kata Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, di Surabaya, Jawa Timur, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Rabu 23 Mei 2018.

Sunarso mengatakan Safari Ramadan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat dalam memanfaatkan produk-produk Pegadaian Syariah.

Dalam Safari Ramadan kali ini, Pegadaian mengunjungi 17 pondok pesantren di Jawa Timur dan menyalurkan Dana Kesejahteraan Umat (DKU) perusahaan untuk pemberdayaan umat senilai Rp1,7 miliar.

“ Dana Kesejahteraan Umat ini merupakan bagian dari pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat khususnya di Pondok Pesantren yang Pegadaian lakukan," ucap Sunarso.

" Program ini diharapkan dapat membantu berbagai kegiatan di Pondok Pesantren sebagai wadah membangun santri-santri yang berkualitas,” kata dia melanjutkan.

Sunarso mengatakan Safari Ramadan dan penyaluran DKU merupakan komitmen Pegadaian untuk turut serta membangun lembaga pendidikan yang fokus pada pembinaan umat.

" Kami berharap program Safari Ramadan ini juga dalam upaya mendekatkan diri dan literasi, serta inklusi keuangan syariah utamanya produk-produk Pegadaian Syariah dengan santri-santri di Pondok Pesantren, sehingga program ini dapat memperluas basis nasabah kami hingga kalangan milenial,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar