Konferensi Forum Ekonomi Islam Dukung Pengusaha Muslimah

Reporter : Ramdania
Rabu, 4 November 2015 09:14
Konferensi Forum Ekonomi Islam Dukung Pengusaha Muslimah
Kini, zamannya perempuan berkarya untuk mengembangkan bisnis pribadi.

Dream - Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) ke-11, yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur pada November, akan berfokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi di dunia Islam.

Menurut WIEF, jumlah UKM di negara-negara yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencapai lebih dari 50 persen dari Produk Domestik Bruto. Sedangkan jumlah UKM di Dubai mencapai 40 persen dari perekonomian negara tersebut.

" Untuk bangkit dari perlambatan ekonomi global, adalah penting untuk menutup kesenjangan pendapatan untuk mempertahankan pertumbuhan mereka. Kami percaya jalan ke depan adalah untuk mengembangkan ekosistem yang baik bagi sektor Usaha Kecil dan Menengah [UKM]," kata Tuna Mousa Hatim, ketua WIEF seperti dikutip dari Gulf News, Selasa, 3 November 2015.

" UKM tidak menjadi berita utama, tapi sangat penting sebagai tulang punggung perekonomian, khususnya negara berkembang dan negara Muslim yang bergantung pada UKM untuk bertahan hidup," katanya.

WIEF berencana menampilkan 44 start-up dari hampir 30 negara yang menampilkan ide-ide inovatif mereka kepada dunia internasional. Sebagian diusahakan oleh kaum perempuan.

" Aktivitas yang melibatkan perempuan sangat populer dan membutuhkan pengakuan. Meski kontribusinya kecil, tetapi butuh pengakuan dari masyarakat berkembang," kata Hatim.

Selama bertahun-tahun, WIEF telah berusaha untuk memfasilitasi bisnis pengusaha perempuan di dunia Muslim melalui fasilitas pembiayaan, pelatihan teknologi, dan sebagainya.

WIEF berencana mengundang alumni pengusaha perempuan yang kini menjadi pengusaha sukses tahun ini. WIEF juga berencana untuk meluncurkan sistem mentoring bagi pengusaha perempuan.

" Para pengusaha perempuan sukses itu akan kami undang untuk menjadi mentor bagi pengusaha perempuan lainnya," kata Dato Norraesah Mohammad, Wali dan Ketua Jaringan Pengusaha WIEF. (Ism)

Beri Komentar