Konsumsi Muslim Dunia Sentuh Rp30.038 Triliun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 20 Januari 2020 18:14
Konsumsi Muslim Dunia Sentuh Rp30.038 Triliun
Sektor makanan halal dan fesyen Muslim jadi motor utamanya.

Dream - The State of Global Islamic Economy Report memperkirakan belanja Muslim di seluruh dunia mencapai US$2,2 triliun, atau sekitar Rp30.038 triliun pada 2018. Angka itu diperkirakan bakal melonjak 5,2 persen, menjadi US$3,2 triliun atau sekitar Rp43.692 triliun pada 2024.

Dikutip dari The State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, Senin 20 Januari 2020, angka itu diperoleh dari total belanja 1,8 miliar Muslim di seluruh penjuru dunia. Belanja ini dialokasikan di enam sektor riil.

Kontributor terbesar dalam belanja Muslim tahun 2018 adalah makanan halal yang nilainya mencapai US$1,36 triliun (Rp18.569,44 triliun) dan fesyen Muslim US$283 miliar (Rp3.864,08 triliun).

Di posisi ke tiga ada media dan rekresasi senilai US$220 miliar atau sekitar Rp3.003,88 triliun, ke empat wisata ramah lingkungan US$189 miliar (Rp2.580,61 triliun), farmasi halal US$92 miliar (Rp125,62 triliun), dan kosmetik halal US$64 miliar (Rp87,38 triliun).

Pada 2024, makanan halal dan busana Muslim diperkirakan tetap menjadi motor utama belanja Muslim. Masing-masing nilai belanjanya diprediksi mencapai US$1,97 triliun (Rp26.898,38 triliun) dan US$402 miliar (Rp5.488,91 triliun).

1 dari 6 halaman

Malaysia Rajanya, Indonesia Duduki Peringkat Kelima

Dalam kajian yang dilakukan oleh DinarStandard dan Salaam Gateway, ada sepuluh negara yang menduduki peringkat teratas dengan nilai pasar Muslim yang terbesar. Malaysia menduduki peringkat pertama.

Berikut ini adalah rinciannya:

  1. Malaysia
  2. Uni Emirat Arab
  3. Bahrain
  4. Arab Saudi
  5. Indonesia
  6. Oman
  7. Yordania
  8. Pakistan
  9. Kuwait
  10. Qatar

Kajian ini juga memperkirakan ada sektor-sektor bisnis yang akan tumbuh pesat pada tahun ini, yaitu makanan berbasis daging halal dan cemilan halal, fintek syariah, pembiayaan perdagangan syariah, perkembangan teknologi umroh, serta fesyen modest mewah.

2 dari 6 halaman

Teknologi dan Industri Halal Jadi Fokus OJK Pacu Ekonomi Syariah di 2020

Dream - Ekonomi dan keuangan syariah turut menjadi perhatian dalam “ Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan” pada 2020. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggandeng banyak pihak untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

“ Upaya ini kami lakukan dengan bersinergi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 16 Januari 2020.

 

© Dream



Kerja sama ini, lanjut Wimboh, untuk memfasilitasi pengembangan industri halal. Misalnya, makanan halal, wisata halal, fesyen halal, dan kosmetik halal.

Selain itu, OJK juga akan mewujudkan lembaga keuangan syariah yang kompetitif dan efisien. Salah satu caranya dengan adopsi teknologi.

“ Selain itu, kami juga akan berupaya mewujudkan lembaga keuangan syariah yang kompetitif dan efisien di antaranya melakukan peningkatan skala usaha dan adopsi teknologi,” kata Wimboh.

3 dari 6 halaman

Lima Kebijakan Strategis OJK pada 2020

Berikut adalah lima kebijakan strategis yang akan dilakukan OJK sepanjang tahun 2020:

1. Peningkatan skala ekonomi industri keuangan

- Peningkatan nominal modal minimum secara bertahap
- Mendorong akselerasi konsolidasi dengan kebijakan insentif dan disentif termasuk exit policy-nya
- Mempercepat transformasi industri keuangan non-bank
- Memperketat perizinan kegiatan usaha di perusahaan efek berdasarkan tingkat permodalannya

2. Mempersempit regulatory & supervisory gap antarsektor jasa keuangan

- Melanjutkan harmonisasi di seluruh sektor jasa keuangan dari sisi pengaturan dan pengawasan, maupun enforcement terutama di Industri Keuangan Non Bank
- Meregistrasi market maker di bursa saham dengan kapitalisasi pasar kecil untuk meminimalkan potensi goreng menggoreng saham
- Mengkaji adopsi konsep investment bank

3. Digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kepatuhan regulasi

- Membangun ekosistem keuangan digital di industri jasa keuangan dan start-up fintech
- Mempercepat upaya digitalisasi di sektor jasa Keuangan dengan mempermudah perizinan produk dan layanan keuangan berbasis digital
- Mengkaji perizinan virtual banking.
- Mengembangkan pengaturan dan pengawasan berbasis teknologi untuk mendukung early warning dan forward-looking supervision
- Mengembangkan perizinan terintegrasi antarinstitusi dengan pemanfaatan teknologi guna mempercepat proses perizinan lintas kementerian dan lembaga

4. Percepatan penyediaan akses keuangan masyarakat serta penerapan market conduct dan perlindungan konsumen yang lebih baik

- Mengembangkan instrumen pendukung proyek-proyek infrastruktur dan industri hulu hilir serta pemberdayaan UMKM, termasuk instrumen berbasis syariah dan obligasi daerah
- Mengembangkan instrumen berwawasan lingkungan untuk mendukung Sustainable Development Goals
- Membangun ekosistem pengembangan UMKM, termasuk pemanfaatan KUR dengan skema klaster, pemanfaatan teknologi dan perluasan program Bank Wakaf Mikro
- Memfasilitasi program Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Meningkatkan edukasi dan membuka akses layanan keuangan sejak usia dini
- Mengoptimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui pemanfaatan teknologi
- Memperkuat aspek perlindungan konsumen dan masyarakat melalui peningkatan kualitas pengawasan market conduct
- Mengoptimalisasi peran Satgas Waspada Investasi

5. Pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah

- Mendorong pengembangan industri halal unggulan di Indonesia
- Mendorong lembaga keuangan syariah agar kompetitif dan efisien melalui peningkatan skala usaha dan adopsi teknologi

4 dari 6 halaman

Jurus Jawa Timur Kembangkan Ekonomi Syariah

Dream - Jawa Timur tak mau ketinggalan mengembangkan perekonomian syariah. Ada program-program pengembangan produk halal yang mereka lakukan, misalnya pasar dan pusat penyembelihan halal.

“ Saat ini, di Jawa Timur sedang dilakukan uji coba di dua pasar Kota Malang untuk menjadi pasar halal. Ke depannya, nanti kami akan melanjutkan ke Sidoarjo,” kata Khofifah, dikutip dari wapres.go.id, Kamis 28 November 2019.

Mantan Menteri Sosial ini juga memiliki program pelatihan yang diberi nama Juleha alias juru penyembelihan halal. Pelatihan ini dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) dan pasar tradisional.

 

© Dream

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga untuk menciptakan produk kesehatan dari rumput halal. Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong produk halal ke ranah medis.

“ Kami mengharapkan sinergi Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga akan menjadi pionir untuk bisa menyiapkan produk halal,” kata dia.

5 dari 6 halaman

5 Jurus Jadikan Indonesia Raja Industri Halal Dunia

Dream - Bank Indonesia (BI) mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia dengan lima jurus. Dengan cara ini, BI ingin menjadikan Indonesia menjadi basis produksi industri halal global, tak hanya sebagai pasar.

Dikutip dari laman bi.go.id, Kamis 14 November 2019, lima jurus itu adalah competitiveness (daya saing), certification (sertifikasi), coordination (koordinasi), campaign (publikasi), dan cooperation (kerja sama).

“ Competitiveness bisa dilakukan dengan pemetaan sektor-sektor potensial yang bisa dikembangkan, seperti makanan dan minuman, fesyen, wisata, dan ekonomi digital,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi INHALIFE yang bertajuk “ Creating Halal Champions Accessing to The Global Halal Markets : “ From Potency to Reality” di Jakarta.

Gubernur BI, Perry Warjiyo (tengah) mendukung pertumbuhan industri halal.© Bank Indonesia

Gubernur BI, Perry Warjiyo (tengah) mendukung pertumbuhan industri halal. (Sumber: Bank Indonesia)

Certification, kata dia, diperlukan untuk memperluas akses pasar. Makanya, para pengambil kebijakan dan pelaku usaha perlu bekerja sama tentang sertifikasi halal. Untuk coordination, BI dan lembaga terkait perlu berkomunasi untuk menjadikan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Selanjutnya, jurus campaign diperlukan untuk memnperkenalkan gaya hidup halal yang bersifat universal sehingga tak hanya berlaku bagi Muslim, tetapi juga non-Muslim.

Terakhir, kerja sama (cooperation) antara pemangku kepentingan industri halal nasional dan internasional sangat diperlakukan.

6 dari 6 halaman

Jawab Tantangan Global

Lima jurus ini menjawab tantangan perkembangan industri halal global yang bisa dimanfaatkan Indonesia. Yaitu, potensi pasar industri halal global yang meningkat.

Menurut data Global Islamic Economy Report, pada 2023, industri makanan halal akan senilai US$1,8 triliun, wisata halal US$274 miliar, dan fashion halal US$361 miliar. Perry mengatakan potensi ini harus didukung dengan langkah antisipatif, misalnya perkembangan digitalisasi dan tata kelola industri halal.

“ Termasuk mekanisme pembayaran syariah yang bisa dipertanggungjawabkan dan selalu berusaha menghasilkan barang dan jasa yang halal,” kata dia.

Beri Komentar