Tipe Rumah Paling Cocok Buat Investasi Saat Rupiah Naik-Turun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 14 September 2018 07:15
Tipe Rumah Paling Cocok Buat Investasi Saat Rupiah Naik-Turun
Kenaikan harganya stabil dan lebih tinggi daripada tipe rumah lainnya.

Dream – Penguatan dolar AS terhadap rupiah membuat orang berpikir ulang untuk berinvestasi. Banyak orang yang rela menahan diri membeli sesuatu, yang bisa jadi sangat dibutuhkan, hanya karena takut dollar AS naik lagi.

Salah satunya investasi yang ditunda adalah di sektor properti. Padahal anggapan menunda investasi di saat kurs melemah tak selamanya benar lho.

Bos PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero)/BTN, Maryono, menyarankan masyarakat untuk melirik rumah tipe 36 di saat nilai tukar rupiah berfluktuasi seperti saat ini.

Maryono mengatakan rumah tipe 36 cocok untuk dijadikan alat investasi. Sebab, kenaikan harga tipe ini lebih stabil dan tinggi daripada tipe-tipe lainnya.

“ Rumah tipe 36 merupakan pilihan menarik untuk investasi karena kenaikan indeks harga tertinggi dibandingkan tipe lainnya,” kata Maryono di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 14 September 2018.

Menurut House Price Index (HPI) BTN, indeks harga rumah tipe 36 pada kuartal II 2018 sebesar 167,74 atau tumbh 8,4 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Tipe lainnya, seperti tipe 45, indeksnya ada di posisi 143,97 atau naik 5,51 persen. Indeks tipe 70 ini sebesar 141,20 persen atau 6,6 persen.

Direktur BTN, Maherlan Prabantarikso, mengharapkan nilai tukar rupiah kembali pulih. Dengan begitu, sektor properti bisa menggeliat tahun depan.

“ Terdampak (kondisi ekonomi), tetapi orang masih senang berinvestasi di properti. Investasi di properti, kan, semakin beragam. Jadi, memang masih menjadi pilihan utama,” kata Maherlan.


(Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)

1 dari 3 halaman

5 Tips Berinvestasi Properti yang Menguntungkan

Dream – Properti menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk berinvestasi. Pertumbuhannya cukup tinggi sehingga cukup menjanjikan.

Meski begitu, kamu perlu melakukan riset kecil sebelum menanamkan uangmu di sektor ini. Riset sederhana ini diperlukan untuk memahami faktor utama dalam pembelian dan memastikan harga perolehan properti sesuai dengan harga pasar. 

Perusahaan properti terkemuka di Jakarta, The Stature, membagikan lima tips untuk menentukan investasi properti. Yang pertama adalah lokasi.

Lokasi merupakan faktor utama yang mempengaruhi permintaan dan nilai properti. Konsumen harus merasa diuntungkan dengan letak properti seperti akses, kenyamanan, dan keamanan.

Yang kedua, reputasi pengembang. Sebaiknya, kamu membeli properti yang dibangun oleh pengembang ternama.

Developer yang sudah punya nama akan menjaga reputasi dan kepercayaan konsumen. Selain itu, mereka bakal menyerahkan properti tepat waktu.

Ketiga, cobalah melihat rangkaian fasilitas. Properti yang baik menyediakan beragam fasilitas yang mendukung gaya hidup dan kesejahteraan para penghuni, seperti tempat olah raga, tempat bermain anak, dan ruang terbuka hijau. Kamu juga bisa mempertimbangkan privasi, ketenangan, dan keamanan.

Keempat, kamu harus bisa menentukan waktu terbaik untuk berinvestasi. Ini berkaitan dengan peningkatan nilai aset.

Di Indonesia, harga properti cenderung meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Supaya timing-nya pas, lebih baik melakukan analisis dan prediksi supply and demand pasar. 

Analisis ini membantu mendapatkan properti yang terbaik. Begitu dapat, kamu bisa berinvestasi dengan nyaman.

Kelima, buat pengamatan jangka panjang dan kelola risiko sebaik mungkin. Real estate adalah investasi yang memerlukan modal besar, memberikan peluang untuk mendapatkan peluang berulang, dan meningkatkan nilai aset.

Tetapi, real estate ini bergerak dalam siklus. Carilah peluang untuk membeli saat siklus turun untuk memaksimalkan keuntungan.

Selamat mencoba!

2 dari 3 halaman

Ternyata, Pembeli Rumah Subsidi Dapat Asuransi

Dream – Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus menyalurkan rumah subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penyaluran ini dilakukan melalui Program Sejuta Rumah.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 24 Agustus 2018, MBR yang akan membeli rumah subsidi, akan mendapatkan tanggungan asuransi. Misalnya, asuransi jika terjadi kebakaran, asuransi jiwa, sampai default kreditnya.

“ Mereka diberhentikan kerja dan tidak bisa membayar. Itu ter-cover,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, di Jakarta.

Tapi, asuransi kalau terjadi bencana alam masih digodok pemerintah. “ Itu belum disebutkan asuransinya. Ini yang sedang kami bahas bagaimana kalau terjadi sebuah bencana,” kata dia.

Lana mengatakan, Kementerian PUPR belajar dari dampak gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. “ Kami tak menutup kemungkinan bahwa bisa terjadi bencana di lokasi-lokasi lain karena Indonesia juga terletak di ring of fire. Jadi, mungkin saja di lokasi lain juga bisa terkena,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Salurkan 582 Ribu Rumah Subsidi

Menurut Lana, per 20 Agustus 2018, pemerintah telah menyalurkan 582.638 unit rumah subsidi. Program rumah ini tak hanya untuk MBR, tetapi juga masyarakat non-MBR. Namun, porsi rumah bagi non-MBR hanya sedikit.

“ Yang non-MBR itu kan porsi yang dibangun. Nah, mereka, kan, ambil KPR yang komersial. Yang akan lebih terpengaruh dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kalau rumah subsidi, itu benar-benar rumah yang dibangun pengembang dengan harga yang sesuai dengan harga subsidi,” kata Lana.

Dia menambahkan, rumah subsidi ini masuk ke dalam urusan pemerintah. “ Kalau yang non-MBR tidak diurus, hanya dicatat saja bahwa itu masuk ke dalam Program Sejuta Rumah,” kata Lana.

Menurut data Kementerian PUPR, rumah subsidi bagi MBR sebanyak 68 persen dan non-MBR 32 persen. Selama periode 2015—2017, porsi rumah subsidi untuk non-MBR terus mengecil. Pada 2015, porsi rumah MBR dan non-MBR sebesar 65:32, 2016 71:29, dan 2017 75:25.

Sumber: Liputan.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham