Investor Wait and See, Indeks Syariah Tergelincir Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Januari 2017 16:44
Investor Wait and See, Indeks Syariah Tergelincir Lagi
Sektor industri aneka terkoreksi paling dalam.

Dream - Sentimen tak menentu dari dalam dan luar negeri membuat indeks acuan syariah kembali jatuh lesu pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 12 Januari 2017.

Laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) semakin tertekan setelah pemodal asing justru meningkatkan aksi jual sahamnya. 

Indeks ISSI menutup perdagangan dengan melemah 0,376 poin (0,22%) ke level 172,191. Indeks saham bluechip syariah, JII, juga ditutup melemah di level 692,488 atau turun 3,884 poin (0,56%).

Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 64,76 miliar saham syariah telah ditransaksikan pelaku pasar. Nilai transaksi jual beli saham syariah ini mencapai Rp3,24 triliun.

Pemodal asing yang kemarin sempat mengerem aksi jual saham, justru kembali berbalik arah. Asing mencetak nett sell hingga Rp 254 miliar. Aksi jual asing lebih besar pada saham-saham bluechips syariah yang mencapai Rp 310 miliar. 

Secara keseluruhan, sebagian besar indeks sektoral mengalami koreksi. Indeks sektor aneka turun paling dalam dengan melemah 1,09 persen. Diikuti sektor pertanian 0,78 persen dan sektor barang konsumsi 0,58 persen.

Sektor yang menguat dalam perdagangan hari ini adalah industri dasar yang indeksnya naik 0,34 persen, properti 0,67 persen, dan keuangan 0,17 persen.

Emiten-emiten bluechips syariah yang menghuni top gainer kali ini adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp175, SILO Rp125, PTBA Rp100, SMRA Rp100, dan BSDE Rp35.

Sementara top loser indeks JII dihuni UNVR yang harga sahamnya turun Rp575, SMGR Rp150, ASII Rp100, INDF Rp75, dan LPPF Rp75.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.304 per dolar AS. Kurs rupiah naik tipis 4 poin atau 0,03 persen.(Sah)

Beri Komentar