Beri Tanda 'Like' dan 'Love' Hate Speech di Medsos, PNS Bisa Disanksi Berat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 14 Oktober 2019 17:14
Beri Tanda 'Like' dan 'Love' Hate Speech di Medsos, PNS Bisa Disanksi Berat
Apalagi jika ikut menyebarkannya.

Dream - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang menyebarkan kabar berisi ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). PNS yang terbukti menyebarkan ujaran kebencian bakal mendapat sanksi disiplin.

" PNS yang terbukti menyebarluaskan berita hoaks yang bermuatan ujaran kebencian terkait SARA merupakan suatu pelanggaran disiplin dan dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Kepala Badan kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana, dikutup dari Merdeka.com, Senin 14 Oktober 2019.

Pelanggaran disiplin yang dimaksud berupa penyampaian pendapat di muka umum, baik secara lisan maupun tertulis, yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial. Ujaran yang disampaikan meliputi hate speech terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Pemerintah.

" Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian sebagaimana dimaksud baik secara langsung maupun melalui media sosial share, broadcast, upload, retweet, regram, dan sejenisnya," kata dia.

1 dari 5 halaman

Like dan Love Hate Speech Juga Tak Boleh

Di samping itu, bentuk pelanggaran disiplin lainnya yakni mengadakan, mengikuti, dan menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dam membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Pemerintah.

" Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana dimaksud dengan memberikan likes, love, retweet, regram, atau comment di media sosial," kata Bima.

Bima menambahkan fungsi dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah sebagai perekat pemersatu bangsa dan untuk menjaga situasi kondisi yang tertib dalam pelaksanaan tugas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil, penyelenggaraan kebijakan dan Manajemen ASN berdasarkan pada asas nondiskriminatif serta persatuan dan kesatuan

" Nilai dasar ASN/PNS antara lain memegang teguh ideologi Pancasila, setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah, menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak, serta menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif," kata dia.

2 dari 5 halaman

Istri Nyinyir Penusukan Wiranto, Anggota TNI AU Dicopot

Dream – Akibat perbuatan istri, seorang anggota TNI terpaksa dicopot. Hal ini disebabkan oleh sang istri yang nyinyir di medsos atas peristiwa penusukan yang terjadi terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

Dikutip dari tni-au.mil.id, Sabtu 12 Oktober 2019, anggota TNI yang dimaksud adalah anggota SATPOMAU Lanud Muljono di Surabaya, Jawa Timur, Peltu YNS. Muljono dicopot dari jabatannya karena sang istri, FS, dinilai telah menyebarkan kebencian terhadap penusukan yang dialami oleh Wiranto di media sosial.

“ Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi,” tulis TNI AU.

TNI AU mencatat Peltu YNS mendapatkan teguran keras, yaitu jabatannya dicopot dan ditahan untuk diselidiki oleh POMAU. Disebutkan bahwa yang bersangkutan melanggar Undang-Undang No. 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

 

 

“ Sementara istrinya FS, dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2007 tentang ITE (Informasi dn Transaksi Elektronik) pasal penyebaran kebencian dan berita bohong,” tulis TNI AU.

TNI AU juga menekankan anggota TNI bersama keluarga besarnya harus bersikap netral. “ Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara,” tulis TNI AU.

3 dari 5 halaman

Begini Tulisannya

Sekadar informasi, FS mengunggah tulisannya di media sosial Facebook. Dalam tulisannya, FS meminta Wiranto tidak hanya bermain drama.

Kalaupun itu benar ditusuk, malah FS berharap Wiranto menemui ajalnya dengan lancar.

“ Jangan-jangan ini cuma dramanya si Wir buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan. Tapi, kalau memang ada penusukan...Mudah-mudahan si penusuk baik-baik saja dan selamat dari amukan polisi. Buat yang ditusuk semoga lancar kematiannya,” tulis FS. 

 

 Tulisan FS di medsos.

4 dari 5 halaman

Istri Hina Penusukan Wiranto, Dandim Kendari Dicopot

Dream - Dua istri dua anggota TNI Angkatan Darat dianggap menghina Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto terkait dengan kasus penyerangan yang menimpanya pada Kamis, 10 Oktober 2019 di Menes, Pandeglang, Banten.

Dua istri TNI AD itu membandingkan peristiwa yang dialami Wiranto dengan kasus adanya korban aksi mahasiswa di DPR beberapa waktu lalu, kebakaran hutan dan lahan.

  Istri anggota TNI

Istri anggota TNI

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andhika Perkasa mengatakan, keduanya akan menjalani proses hukum.

" Pada dua individu ini yang melakukan postingan yang kami duga melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UTE, maka kami dorong prosesnya ke peradilan umum," ujar Andhika di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.

 

 

5 dari 5 halaman

Lepas Jabatan Militer

Dia menjelaskan, dua orang itu yakni PDL yang merupakan istri dari Dandim Kendari, Kolonel HS, dan LZ, istri TNI AD Sersan Dua Z.

Andhika mengatakan, dengan pelanggaran yang dilakukan istrinya, kedua TNI AD itu juga mendapat hukuman harus melepaskan jabatan.

" Kemudian kepada suami dua individu ini juga telah memenuhi pelanggaran terhadap UU Nomor 25 Tahun 2014, yaitu hukum disiplin militer," kata dia.

Tak hanya harus melepaskan jabatan, kedua TNI AD ini juga menjalani masa tahanan selama 14 hari akibat ulah istrinya itu.

" Saya tanda tangan surat perintah melepas dari jabatan dan akan ditambah hukuman disiplin militer berupa penahanan, penahanan ringan 14 hari," ucap dia.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal