Kompensasi Listrik Padam, PLN Siap Gratiskan Tarif

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 5 Agustus 2019 12:36
Kompensasi Listrik Padam, PLN Siap Gratiskan Tarif
Kompensasi dihitung dengan formula lamanya listrik padam dan kelompok kWh pengguna.

Dream - PT PLN (Persero) siap memberikan kompensasi atas padamnya listrik yang terjadi pada Minggu kemarin. Bentuk kompensasi tersebut berupa penggratisan tarif listrik.

" Kompensasi kepada masyarakat sudah ada aturannya, Permen ESDM, PLN komit melaksanakannya," ujar Plt. Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, dikutip dari Liputan6.com, Senin 5 Agustus 2019.

Sripeni menerangkan, ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 27 tahun 2017 tentang Standar Mutu Pelayanan.

Menurut dia, besaran tarif yang digratiskan dihitung menggunakan formula yang telah ditetapkan. Yaitu dengan seberapa lama listrik dan serta kelompok kWh pelanggan.

" Sudah ada formulasinya, kita ikuti saja. Ada hitungannya sekian jam kali sekian, kWh akan gratiskan itu tergantung kelompoknya," ucap dia.

Sripeni menambahkan, PLN sedang mendata pelanggan yang mengalami pemadaman listrik. Nantinya, kompensasi diberikan lewat pengurangan tagihan berdasarkan penggunaan listrik oleh setiap pelanggan.

" Dari area-area terdampak itu dihitung, diformulasikan, ini kemudian menjadi pengurang untuk tagihan berikut," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

1 dari 5 halaman

Viral Kabar Pemadaman Listrik Tiap 3 Jam, Ini Kata PLN

Dream - Masyarakat masih dihantui rasa khawatir dengan terjadinya pemadaman listrik secara bergilir. Di media sosial, beredar kabar bakal ada pemadaman bergilir menyusul mati listrik di Jabodetabek, serta sebagian Banten dan Jawa Barat pada Minggu 4 Juli 2019.

Vice President Public Relations PT PLN (Persero), Dwi Surya Abdullah, mengatakan, kabar tersebut tidak benar. Tidak ada pemadaman bergilir yang dijalankan PLN. " Enggak benar itu, hoaks," ujar Dwi, dikutip dari Liputan6.com, Senin 5 Agustus 2019

Pasca putusnya sambungan listrik kemarin, sebagian wilayah Jabodetabek memang masih mengalami pemadaman hingga pagi ini. Dwi mengatakan, kondisi ini terjadi karena pasokan listrik dari pembangkit belum berjalan optimal.

" Karena memang kita menunggu masuknya (suplai listrik)," kata dia.

Dwi menambahkan, pasokan listrik pada jaringan Jawa-Bali hanya berasal dari Pembangkit Suralaya. Sementara pembangkit lain belum dapat mengalirkan listrik ke jaringan.

" Soalnya kan baru satu yang masuk. PLTU baru satu dari Suralaya, masih nunggu beberapa pembangkit," ucap dia.

Hingga pagi ini, beberapa kawasan yang masih mengalami pemadaman yaitu sebagian Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang.

Sumber: Liputan6.com/ Pebrianto Eko Wicaksono

2 dari 5 halaman

Bos PLN: Masih Ada Pemadaman Bergilir Sampai Sore Ini

Dream - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebutkan bahwa pada hari ini Senin, masih ada pemadaman bergilir di wilayah Jabodetabek dan beberapa Jawa Barat.

" Kami mohon maaf, sampai siang ke sore masih ada pemadaman gilir masih terjadi," kata Plt Dirut PLN, Sripeni Inten di Gedung Pusat PLN seperti dilansir  dari Antara, Senin (5/8).

Namun, Sripeni sendiri belum menyebutkan wilayah mana saja yang masih terjadi pemadaman bergilir. Menurutnya, hari ini pasokan listrik sedang dilakukan normalisasi.

Hingga saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, masih ada beberapa wilayah yang kembali mengalami pemadaman sebagian.

Sebelumnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyebutkan bahwa recovery atau pemulihan perbaikan dari padamnya listrik di Jabodetabek hingga Jawa Tengah tidak sampai tengah malam atau 00.00 WIB (Senin dini hari).

3 dari 5 halaman

Pemadaman Listrik Sampai 5 Jam


" Kalau Jakarta perbaikan membutuhkan paling tidak 3 jam, untuk Jawa Barat dan Banten paling tidak butuh waktu 4 sampai 5 jam," kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten di Depok, Jawa Barat.

Dalam penjelasannya, dia menginformasikan saat ini PLN tengah berupaya memulihkan aliran listrik dari timur Jawa ke arah barat Jawa yang terganggu pasokannya.

 Petugas PLN© © 2015 http://www.antarafoto.com

 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjelaskan padamnya listrik di wilayah Jabodetabek dikarenakan adanya gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka di Jakarta, Minggu (4/8) menjelaskan bahwa dengan adanya gangguan tersebut maka transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan serta diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa

4 dari 5 halaman

Cerita Warga Terdampak Mati Lampu, Terjebak di Rumah Makan Hingga Mengamuk

 

Pasokan listrik Jakarta, Banten, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah mengalami gangguan sejak pukul 11.48 WIB. Menurut keterangan PLN, penyebabnya karena gangguan yang terjadi pada sisi transmisi ungaran dan pemalang 500 kV, yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

 Terangi Sumatera, PLN Dapat Utang Rp 8,4 Triliun© MEN

Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian jawa barat dan jawa tengah mengalami pemadaman.

" Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka.

Selain itu terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah Area Jawa Barat.

" sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal," tutup Made.

Pemadaman listrik ini berdampak pada aktivitas warga. Ada yang terjebak di rumah makan hingga mengamuk. Berikut uraiannya:

5 dari 5 halaman

Terjebak di Rumah Makan

Listrik padam yang saat ini melanda wilayah Jabodetabek dan sekitarnya memberi dampak yang cukup luas. Salah satunya kepada warga DKI, Lia yang tengah menikmati makanan khas Palembang yaitu Pempek.

Cerita bermula saat Lia bersama keluarga menikmati makan siang di salah satu restoran Pempek di Jakarta. Saat menikmati makanan, listrik tiba tiba mati atau sekitar pukul 11.48 WIB.

Masalah muncul saat Lia ingin membayar tagihan makanan. Akibat listrik mati, EDC di restoran tidak bisa menyala atau tidak bisa menerima pembayaran non tunai. Sialnya, Lia saat itu juga tidak membawa uang tunai.

" Terjebak di rumah makan Palembang. Lagi asik asik makan pempek dan mikir bisa debit, lupa banget ambil cash. Ternyata gansetnya gak kuat narik selain lampu," kata Lia kepada merdeka.com.

Cerita tak berhenti di situ, Lia akhirnya harus mencari ATM untuk mengambil uang tunai. Namun sebagian ATM juga mati karena tidak ada energi listrik.

" Mau ambil tunai semua ATM gak bisa, kami terjebak di tempat makan," tegas Lia.

Beri Komentar