Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun Buat Kartu Prakerja

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 Maret 2020 17:36
Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun Buat Kartu Prakerja
Dana ini membiayai pelatihan kerja bagi jutaan peserta.

Dream – Pemerintah menganggarkan dana Rp10 triliun telah program Kartu Prakerja. Dana triliunan rupiah itu disiapkan untuk membiayai pelatihan bagi 2 juta orang peserta.

“ Dalam sistem ini, ada alokasi pendaftaran setiap minggunya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam live streaming Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Youtube, Jumat 20 Maret 2020.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menambahkan program ini bisa meningkatkan keterampilan para peserta yang sedang mencari pekerjaan. Dikatakan bahwa program ini juga bisa mempermudah para pencari kerja untuk meraih pekerjaan.

Apalagi, lanjut Moeldoko, perusahaan mengajukan dua syarat minimum bagi para pencari kerja, yaitu pengalaman dan keahlian.

Jika tak mendapatkan pelatihan, para pencari kerja muda akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, di program ini, mereka akan dilatih dan ditambah keahliannya.

“ Anak-anak yang lulus ini bisa mendapatkan pekerjaan,” kata dia.

1 dari 7 halaman

Tak Untuk Gaji Pengangguran

Moeldoko juga menegaskan program Kartu Prakerja bukanlah untuk menggaji pengangguran, melainkan memberikan bantuan biaya pelatihan kerja.

" Kartu Prakerja bukan menggaji pengangguran. Ini tidak seperti itu, tapi memberikan bantuan biaya pelatihan," kata dia.

“ Tugas pemerintah itu mendorong kepekerjaan dan kewirausahan, bukan menjamin (dapat kerja),” tambah Moeldoko.

2 dari 7 halaman

Gandeng 11 Startup, Peserta Kartu Prakerja Dapat Biaya Kursus Sampai Rp 7 Juta

Dream – Pemerintah resmi meluncurkan program Kartu Prakerja hari ini, Jumat 20 Maret 2020. Untuk melaksanakan program tersebut, pemerintah menggandeng sebelas platform digital.

“ (Program) Kartu Prakerja ini pertama kalinya pemerintah menggandeng unicorn/startup digital agar kami bisa mengakses masyarakat Indonesia lebih luas,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam live streaming peluncuran Kartu Pra Kerja, melalui siaran Youtube Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta.

Ada 11 platform digital yang digandeng, seperti Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Sisnaker, dan Tokopedia. Untuk mitra pembayaran, pemerintah menggandeng BNI, OVO, dan LinkAja.

 

© Dream

 

Airlangga melanjutkan, orang-orang yang bisa mengikuti program ini adalah buruh, karyawan, korban PHK, serta lulusan SMA/SMK yang berusia 18 tahun ke atas yang tidak kuliah atau tidak. Untuk hal ini pemerintah memprioritaskan orang-orang yang sedang mencari pekerjaan.

Dikatakan bahwa ada 7 juta orang yang tidak mendapatkan pekerjaan dan 3,7 juta di antaranya berusia 18 tahun-24 tahun. Ada 64 persen di antaranya yang tinggal di perkotaan dan 78 persennya berpendidikan SMA ke atas.

Pemerintah mencatat sekitar 90 persen dari golongan masyarakat tersebut belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat. Dengan program ini, pemerintah berharap tenaga kerja bisa lebih kompeten dan berdaya saing, apalagi pelatihannya milik sendiri dan bisa dipilih sesuai minat.

3 dari 7 halaman

Plafonnya Berapa?

Program kartu prakerja ini menganggarkan satu orang mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp3 juta-Rp7 juta per orang. Dengan plafon ini, peserta bisa ‘belanja’ pelatihan di marketplace/platform sesuai dengan yang diinginkannya. Peserta juga bisa membandingkan pelatihan kerja melalui marketplace.

Airlangga mengatakan pendaftaran, pembayaran, dan pelatihan bisa dilakukan melalui startup. Pelatihannya pun bisa dilakukan secara online dan offline. Pelatihan secara offline dilakukan di beberapa wilayah, yaitu Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

“ Karena ada covid-19, pelatihannya online dulu,” kata dia. 

4 dari 7 halaman

Kartu Prakerja Bukan Gaji Pengangguran tapi Beri Insentif, Besarnya?

Dream - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meluruskan kabar pemerintah akan menggaji para pengangguran. Menurut politisi PKB itu, para peserta yang mendapat prakerja hanya mendapatkan insentif bukan gaji.

" Tolong banget, jangan gunakan istilah gaji untuk pengangguran, karena yang dimaksudkan oleh Pak Jokowi dan Pemerintah bukan itu. Nanti orang malah salah paham dengan niat dan gagasan baik pemerintah," tulis Hanif yang menjelaskan gagasan kartu prakerja di akun Instagramnya baru-baru ini.

 

© Dream

 

Menurut Hanif para peserta Kartu Prakerja ini hanya akan mendapatkan insentif setelah pelatihan. Ini merupakan insentif yang diberikan kepada mereka yang mendapatkan kartu prakerja setelah menjalani pelatihan vokasi" .

Hanif menjelaskan ide ini muncul sesuai dengan janji yang disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu. Hasilnya, pada tahun 2020, pemerintah akan meluncurkan kartu prakerja dengan target dua juta orang.

 

5 dari 7 halaman

Apa Isi Kartu Prakerja

Kartu prakerja ini dapat digunakan oleh calon pekerja atau korban PHK untuk mendapatkan fasilitas pelatihan vokasi dari pelbagai provider vokasi. Provider vokasi diantaranya adalah training center industri (milik perusahaan), lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS/milik swasta), balai latihan kerja (BLK/milik pemerintah dan pemerintah daerah) dan lain-lain.

Selain fasilitas pelatihan, kartu prakerja juga berisi fasilitas sertifikasi kompetensi, yang merupakan bukti keahlian seseorang di bidang tertentu.

" Setelah selesai pelatihan, mereka yang sudah mendapatkan kartu prakerja dan sudah menjalani pelatihan, akan mendapatkan insentif," ujarnya.

 

6 dari 7 halaman

Besaran Insentif yang Diberikan

Terkait besaran insentif dan lama insentif yang diberikan, Hanif mengungkapkan jika hal tersebut masih dalam pembahasan Kementerian Ketenagakerjaan dengan kementerian/lembaga terkait di bawah koordinasi Menko Perekonomian.

" Tapi sementara ini ada ancang-ancang besarannya 300-500 ribu rupiah. Tapi sekali lagi, ini belum putus, dan masih akan difinalkan lagi dlm waktu secepatnya," ujarnya.

Selain Kartuprakerja, Hanif juga menjelaskan organisasi pelaksana dari program Kartu Prakerja ini masih akan digodok pemerintah.

 

7 dari 7 halaman

Syarat Mengikuti Program Kartu Prakerja

Sesuai rapat di Kemenko Perekonomian, pelaksananya diputuskan berada di bawah Kemnaker RI, dengan orang-orang dari kalangan profesional yang memahami cara kerja pemerintah dan dikontrol oleh Menko dan sejumlah menteri terkait.

Sementara masyarakat yang bisa mengikuti program ini adalah para WNI berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang menjalani pendidikan formal. Peserta juga bisa mengikuti program ini bila kuota masih tersedia.

" Prinsip dalam pendaftaran kartu kerja adalah first in first serve, siapa mendaftar duluan (dan memenuhi syarat) ia dapat, hingga quotanya habis. Mekanisme pendaftarannya akan dibuat online dan offline, sehingga bisa menjangkau seluas-luasnya warga masyarakat, termasuk di daerah terpencil.

Beri Komentar