Siapa 'Raja' E-commerce Indonesia dengan Pengunjung Terbanyak?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Oktober 2019 13:48
Siapa 'Raja' E-commerce Indonesia dengan Pengunjung Terbanyak?
iPrice merilis daftar e-commerce yang mencatat pengunjung terbanyak melalui desktop.

Dream – Belakangan ini, e-commerce menjamur seiring dengan perkembangan teknologi. Masyarakat semakin mudah mengakses platform perdagangan elektronik, termasuk desktop.

Dikutip dari keterangan tertulis iPrice, Kamis 17 Oktober 2019, laporan Google Temasek 2019 menyebutkan pengguna internet di Asia Tenggara tahun ini meningkat menjadi 350 juta. Padahal, pada tahun 2015, pengguna internet Asia Tenggara hanya 90 juta.

Dinamisnya perkembangan internet di regional turut mempengaruhi pertumbuhan industri e-commerce yang meningkat hingga 4 kali lipat sejak 2015.

Tiga unicorn terbesar di regional yakni Tokopedia, Lazada, dan Shopee, diklaim sebagai e-commerce yang tumbuh berkali lipat sejak 2017. Lantas berapa jumlah pengunjung e-commerce di Indonesia melalui desktop?

Untuk mengetahui angkanya, iPrice merangkum olahan data jumlah kunjungan bulanan versi desktop dalam Map of Ecommerce Indonesia.

Berdasarkan data kuartal Q3 2019, dari jumlah kunjungan Juli—September tahun ini, penurunan dan peningkatan peringkat pemain e-commerce yang terjadi setiap kuartal menunjukkan pasar yang kompetitif.

Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Lazada, dan Shopee, masih konsisten menduduki peringkat lima besar pada kuartal II 2019. Untuk peringkat ke-6 sampai ke-10, posisi-posisi ini diduduki oleh JD.ID, Bhinneka, Sociolla, Orami, dan Ralali. Nama terakhir merupakan pendatang baru di Indonesia dan masuk ke peringkat ke-10 besar untuk pertama kalinya.

1 dari 5 halaman

Tokopedia Rajai `Desktop`

Tokopedia masih menduduki peringkat pertama dengan rataan kunjungan bulanan versi desktop terbanyak pada kuartal ini. Total rataan kunjungan bulanan versi desktop Tokopedia yaitu 65,95 juta atau 15 persen lebih unggul dari Shopee yang menduduki runner-up untuk rataan pengunjung bulanan versi desktop.

Pangsa pasar yang dipegang Tokopedia sebesar 25 persen, turun 4 persen dari kuartal sebelumnya, sebesar 29 persen.

Sementara itu, Shopee 21 persen market share pengunjung desktop atau naik 2 persen dari kuartal sebelumnya yang sebesar 19 persen. Jumlah pengunjung desktop pada kuartal III 2019 sebanyak 55,96 juta.

Selanjutnya, dua e-commerce lokal berstatus unicorn, Tokopedia dan Bukalapak, menembus lima besar kunjungan bulanan versi desktop e-commerce terbanyak di Indonesia. Jumlah pengunjung desktop Tokopedia dan Bukalapak diikuti Blibli konsisten yang menduduki peringkat 5 besar sejak Q3 2018 hingga Q3 2019.

2 dari 5 halaman

Bagaimana dengan E-commerce Khusus Kecantikan?

Di Indonesia, ada dua e-commerce khusus kecantikan yang aktif beroperasi, yaitu Sociolla dan Sephora. Sociolla sebagai salah satu e-commerce kecantikan lokal mendapat peningkatan jumlah kunjungan bulanan versi desktop terbesar hingga 94 persen sejak Q3 2018.

Untuk peringkat pengunjung bulanan versi dekstop Sociolla kembali berada di peringkat ke-8 setelah sebelumnya sempat berada di peringkat 11 pada Q2 2019.

Sedangkan Sephora, e-commerce khsusus kecantikan internasional yang mempunyai total 2.600 toko tersebar di 34 negara, kali ini naik 8 peringkat setelah sebelumnya berada diperingkat 38.

Sephora berhasil meningkatkan pengunjung bulanan versi desktop sebanyak 14 persen sejak Q3 2018. Dari sini, bias terlihat bahwa para beauty lovers masih gemar berbelanja produk kecantikan di situs e-commerce kecantikan lokal.

Untuk yang e-commerce fashion, ada 16 platform di Indonesia, seperti Zalora, Berrybenka, dan Hijup. Total kunjungan desktop ke platform-platform ini rata-rata 1 juta—2,8 juta pe bulan. Hijup masih memimpin pasar fesyen e-commerce khusus Muslim dengan kunjungan 227.100 per bulan melalui desktop.

3 dari 5 halaman

Survei MarkPlus: Shopee e-Commerce Favorit Wanita Indonesia

Dream – Belakangan ini e-commerce berkembang pesat. “ Produk” teknologi ini hadir dan mempermudah masyarakat untuk berbelanja, terutama kaum hawa.

Bicara tentang wanita dan e-commerce, MarkPlus Inc. melakukan riset tentang seberapa jauh e-commerce memberdayakan perempuan.

“ MarkPlus membuat riset smart women ini, karena tahu bahwa 8 Maret kemarin untuk memperingati Hari Perempuan Internasional dan 21 April nanti Hari Kartini,” kata Head of Communication, Hi-Tech, and Media Industry MarkPlus, Rhesa Dwi Prabowo, dalam “ Smart Women Talks: Empowering Women Through E-Commerce” di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

 

 

Rhesa mengatakan salah satu faktor dilakukan riset ini adalah mengetahui sejauh mana manfaat E-commerce dapat dirasakan para perempuan modern, baik konsumen maupun penjual.

Hasil dari riset ini pun menyebut mayoritas perempuan dipermudah belanja dengan e-commerce.

Sedangkan dari sisi penjual, perempuan membuka bisnis melalui e-commerce karena ingin memiliki penghasilan sendiri, selain kebebasan untuk berkarya.

4 dari 5 halaman

Pilih Shopee

Rhesa mengatakan perempuan lebih memilih Shopee daripada e-commerce lainnya untuk belanja.

Ada 56 persen perempuan yang memilih e-commerce ini daripada Tokopedia dan Lazada.

“ Diikuti oleh Tokopedia dan Lazada yang terpaut cukup jauh, yaitu 16,3 persen dan 11,8 persen,” kata dia.

Perempuan juga tak lepas dari fashion. Untuk urusan busana, Shopee tetap unggul dengan presentasi 50,2 persen, Zalora 9,5 persen, dan Lazada 8,8 persen. (ism, Laporan: Ratih Permata Sari)

5 dari 5 halaman

Harapan Pelaku Fashion Hijab Usai Pajak e-Commerce Dicabut

Dream – Pencabutan regulas pajak e-Commerce membawa harapan baru bagi pebisnis kreatif digital. Para pelaku usaha e-commerce kini bisa menjalankan bisnis lebih mudah sejak aturan itu dicabut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Seperti diketahui, Kemenkeu telah mencabut aturan pajak e-commerce, yaitu Peraturan Menteri Keuangan No. 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan Atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Aturan ini seharusnya berlaku per 1 April 2019.

" Kebijakan pemerintah kita berharap bisa membantu dalam bisnis, karena saat kita berkembang negara ini juga ikut berkembang,” kata Vice President Brand Elzatta Hijab, Tika Latifani Mulya di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

 

 

Bersyukur pajak e-Commerce dihapuskan, Tika juga berharap pemerintah dapat bersikap adil kepada pelaku ritel, terutama pelaku bisnis fesyen hijab.

Dengan perkembangan yang makin pesat seperti saat ini, pelaku bisnis fashion hijab berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan untuk usaha fesyen.

Modest fashion kan sekarang lagi berkembang banget. Bukan pajak yang dihapuskan, tapi pemerintah mau kasih apa nih buat modest fashion Indonesia karena kita punya potensi yang besar banget,” kata dia.(Sah)

 

(Sah, Laporan: Ratih Permata Sari)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone