Mandiri Syariah Optimistis Hedging Syariah Makin Diminati

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 11 Desember 2018 18:44
Mandiri Syariah Optimistis Hedging Syariah Makin Diminati
Bank syariah ini menyebut produk itu disiapakan selama dua tahun.

Dream – PT Bank Mandiri Syariah memiliki layanan lindung nilai (hedging) syariah. Bank syariah ini memberikan layanan itu untuk mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging syariah.

“ Kami bank syariah pertama yang menyediakan transaksi hedging syariah,” kata Finance Strategy and Treasury Director Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho , dalam acara “ Indonesia Sharia Forum Expo and Festival” di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 11 Desember 2018.

Ade menjelaskan hedging syariah adalah transaksi untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai mata uang yang diperkirakan pada masa mendatang dengan prinsip syariah.

Produk hedging syariah ini menyusul diterbitkannya PBI No. 18/2/2016 tentang transaksi lindung nilai berdasarkan prinsip syariah tanggal 24 Februari 2016 dan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.96/DSN-MUI/IV/2015 tanggal 2 April 2015 tentang Transaksi Lindung Nilai Syariah (Al Tahawwuth al Islami/Islamic Hedging} atas Nilai tukar.

Menurut Ade, perusahaan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyediakan hedging syariah kepada konsumen.

“ Kami masih belajar termasuk menyiapkan konstruksi akad dan operasional lainnya. Kami juga harus menargetkan customer yang pas yakni lembaga yang rutin membutuhkan transaksi dalam mata uang asing,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Ini Akad yang Digunakan

Ade menjelaskna produk hedgingnya sudah memenuhi aspek syariah karena memiliki underlying jelas dan kebutuhan nasabah juga sudah jelas. Produk ini menggunakan janji (wa’ad) muwa’adah lil al-ashraf serta akad al-sharf.

Biasanya produk tersebut ditawarkan ke perusahan pengelola biro travel haji dan umroh. Alasannya, mereka rutin bertransaksi dengan mata uang asing dan melakukan hedging di bank konvensional. Tahap awal transaksi hedging syariah di bank ini di atas US$3 juta (Rp43,87 miliar).

“ Dengan produk hedging syariah, mereka bisa memitigasi fluktuasi nilai tukar pada masa mendatang,” kata dia.

Melihat nilai tukar mata uang yang selalu berfluktuasi serta kebutuhan masyarakat akan mata uang asing, Ade optimistis produknya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan hedging syariah. 

Hadirnya produk hedging syariah juga merupakan salah satu bentuk partisipasi Bank di dalam mendukung moneter dan sistem keuangan dalam negeri. Bank Syariah Mandiri awal Desember memperoleh penghargaan sebagai bank Syariah pendukung pengendalian moneter syariah dari Bank Indonesia.

Penghargaan itu diberikan atas partisipasi aktif Bank Syariah Mandiri di pasar uang syariah baik dalam bentuk penggunaan produk pasar uang syariah yakni penempatan dalam berbagai instrumen pasar uang, ketaatan terhadap ketentuan BI terutama di bidang giro wajib minimum (GWM), serta keaktifan di dalam pengembangan pasar uang dan produk.(Sah)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara