Mau Tahu Klaim Tagihan RS yang Rawat Pasien Covid-19? Ini Temuan BPKP

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 28 Juni 2021 18:35
Mau Tahu Klaim Tagihan RS yang Rawat Pasien Covid-19? Ini Temuan BPKP
BPKP menemukan tunggakan tersebut setelah mendapat permintaan reviu tunggakan klaim RS dari Kemenkes

Dream - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melaporkan klaim rumah sakit atas tagihan penggantian biaya perawatan pasien Covid-19 tahun 2020 mencapai Rp2,56 triliun. Dana tersebut berasal dari laporan 909 rumah sakit.

Temuan BPKP tersebut sebagai tindak lanjut dari permintaan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait reviu tunggakan klaim rumah sakit yang telah tuntas dilaksanakan dalam 4 tahap, berturut-turut dengan laporan tertanggal 12 April, 21 Mei, 28 Mei, dan 22 Juni 2021.

“ Kami ingin agar tunggakan tagihan atas layanan rumah sakit tahun 2020 segera tuntas" , ujar Direktur Pengawasan Bidang Sosial dan Penanganan Bencana BPKP Michael Rolandi C. Brata dalam keterangan tertulis BPKP, Senin, 28 Juni 2021.

Diketahui, permohonan reviu tunggakan tagihan tahun 2020 yang diajukan Kemenkes adalah sebesar Rp3,897 triliun dalam 4 tahap. Termasuk dalam laporan tersebut adalah kelebihan pembayaran untuk diperhitungkan dalam klaim berikutnya sebesar Rp113 miliar.

Mendapat permintaan tersebut, BPKP selanjutnya melaksanakan reviu berdasarkan masing-masing asersi dari Kemenkes tersebut.

 

1 dari 2 halaman

Hasil Reviu Tunggakan Tagihan

Selain menyimpulkan tunggakan yang memenuhi syarat formal untuk dibayar senilai Rp2,56 triliun, BPKP juga menemukan koreksi lebih bayar senilai Rp760 miliar pada 258 rumah sakit.

Dari total 1.385 rumah sakit yang direviu tagihannya, masih terdapat 160 rumah sakit yang belum melengkapi persyaratan administrasi dengan nilai tagihan sebesar Rp695 miliar.

Michael memperkirakan total potensi penghematan yang BPKP temukan dari pemintaan reviu mencapai Rp1,665 triliun " Atau 42 persen dari total permohonan reviu tunggakan dari Kementerian Kesehatan senilai Rp3,897 triliun,” ujarnya

" BPKP telah menyelesaikan seluruh reviu yang dimohonkan Kemenkes. Saat ini tidak ada lagi reviu yang masih berproses di BPKP," ujarnya.

Dia menbamahkan, tagihan rumah sakit yang menjalani direviu dari BPKP hanya tunggakan tagihan tahun 2020 dan bernilai di atas Rp2 miliar.

Di luar permintaan reviu tersebut, Michael mengatakan, masih terdapat tunggakan tagihan penggantian biaya perawatan pasien Covid-19 tahun 2020 yang belum disampaikan Kemenkes kepada BPKP. Hal itu disebabkan tagihan masih berproses di Kemenkes baik di Tim Penyelesaian Klaim Dispute (TPKD) Kemenkes maupun proses rekonsiliasi dan verifikasi dengan masing-masing rumah sakit.

 

2 dari 2 halaman

Ada Tagihan Rp3,14 T untuk Tahun 2020

Dari catatan BPKP, tunggakan tagihan tahun 2020 yang masih diverifikasi TPKD Kemenkes mencapai Rp3,14 triliun dispute klaim per 31 Des 2020 dan TPKD provinsi sekitar Rp6,93 triliun.

Di samping itu masih ada Rp5,39 triliun yang sudah Berita Acara Hasil Verifikasi (BAHV) BPJS upload sampai dengan Mei 2021 yang masih harus direkonsiliasi dan verifikasi kepada masing-masing rumah sakitnya oleh Kemenkes.

BPKP berharap Kemenkes segera menyelesaikan proses rekonsiliasi dan verifikasi serta penyelesaian dispute tersebut karena menjadi acuan BPKP dalam melakukan reviu, ketika ada permintaan.

Selain itu imbuh dia, BPKP berharap agar realisasi pembayaran klaim rumah sakit yang telah terpenuhi dokumen formalnya agar dipercepat pembayarannya yang tentunya dengan merujuk pada hasil reviu BPKP.

Beri Komentar