Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(shutterstock.com)
Dream - Peta persaingan startup di Asia Tenggara memang sangat ketat. Bukan hanya beradu inovasi teknologi, tapi juga pengguna loyal, hingga pendanaan yang berasal dari investor.
Dari sekian banyak startup yang beroperasi di Indonesia, Grab melesat meninggalkan pesaingnya dan meraih level decacorn. Pencapaian luar biasa ini menjadikan superapp terkemuka sebagai decacorn pertama dan satu-satunya dari Asia Tenggara.
Mengenal Istilah Decacorn
Jika selama ini kamu baru mengakrabkan diri dengan istilah unicorn, kini muncul sebutan baru yaitu decacorn. Apa bedanya? Unicorn diberikan pada startup yang mampu mencapai valuasi US$1 miliar.
Awalnya, unicorn dijadikan standar keberhasilan startup, tapi kian banyaknya investor yang tertarik menyuntikkan dana membuat sebutan ini tak seistimewa dulu lagi. Kini, decacorn yang bernilai 10 kali unicorn atau tepatnya US$10 miliar dijadikan standar emas kesuksesan startup di seluruh dunia.

Pencapaian Grab sebagai Decacorn
Grab berhasil mencetak investasi lebih dari US$6 miliar, lebih banyak dari 8 unicorn lainnya di Asia Tenggara. Pencapaian ini membuat valuasinya melebihi US$11 miliar atau setara dengan Rp 154 triliun dan membawanya masuk ke jajaran startup dunia yang meraih level decacorn bersama nama besar lainnya seperti Uber, Airbnb, dan SpaceX.
Sebagai decacorn, Grab terus mempertahankan layanan berkualitas baik, sekaligus memberikan harga layanan yang paling terjangkau dan efisien dalam hal waktu. Hal ini terlihat dari status Grab yang juga menjadi superapp unggulan di Asia Tenggara yang menawarkan solusi sehari-hari, mulai dari layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, hingga hiburan digital.

Kriteria Startup Naik Level Decacorn
Startup memang dinilai dari valuasi yang erat kaitannya dengan pendanaan. Walau belum menghasilkan laba bersih, tapi selama perusahaan rintisan tersebut mampu menghasilkan revenue dan model bisnis yang menjanjikan, hal ini mampu menarik pendanaan dari para investor.
Startup biasanya akan dinilai berapa banyak fitur yang dibuat dan dikembangkan, bagaimana respon masyarakat sebagai pengguna, hingga bagaimana pertumbuhan usernya. Jika memiliki pertumbuhan yang signifikan, perusahaan rintisan tersebut akan terus mendapat dukungan dari investor sehingga nilai perusahaannya pun terus bertambah.
Sejak meraih level unicorn pada tahun 2014, perjalanan Grab naik kelas ke decacorn memang tak semudah membalik telapak tangan. Butuh 4 tahun dengan melakukan ekspansi ke beberapa negara termasuk Indonesia, terus menambah layanan dalam aplikasinya, mengakuisisi Uber, hingga menjalin kerjasama dengan perusahaan lain seperti OVO maupun HOOQ.
Target Hectocorn
Pencapaian ini bukan akhir bagi Grab. Lewat filosofi platform terbuka, Grab berusaha menyatukan para mitra untuk bergerak bersama demi kehidupan yang lebih baik bagi semua orang di Asia Tenggara. Selain terus menambah layanan baru yang akan mengukuhkan diri sebagai everyday superapp, tak menutup kemungkinan bagi Grab untuk meraih level yang lebih tinggi dari decacorn, yaitu valuasi di atas US$100 miliar atau hectocorn.
Tercapainya decacorn ini sekaligus mengawali visi Grab di tahun 2019 untuk menambah lebih banyak layanan dan terus memberikan yang terbaik untuk Asia Tenggara.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya