Melesat Tinggalkan Pesaingnya, Grab Jadi Decacorn Pertama di Indonesia

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 8 Maret 2019 11:39
Melesat Tinggalkan Pesaingnya, Grab Jadi Decacorn Pertama di Indonesia
Pencapaian luar biasa ini menjadikan superapp terkemuka sebagai decacorn pertama dan satu-satunya dari Asia Tenggara.

Dream - Peta persaingan startup di Asia Tenggara memang sangat ketat. Bukan hanya beradu inovasi teknologi, tapi juga pengguna loyal, hingga pendanaan yang berasal dari investor.

Dari sekian banyak startup yang beroperasi di Indonesia, Grab melesat meninggalkan pesaingnya dan meraih level decacorn. Pencapaian luar biasa ini menjadikan superapp terkemuka sebagai decacorn pertama dan satu-satunya dari Asia Tenggara.

Mengenal Istilah Decacorn

Jika selama ini kamu baru mengakrabkan diri dengan istilah unicorn, kini muncul sebutan baru yaitu decacorn. Apa bedanya? Unicorn diberikan pada startup yang mampu mencapai valuasi US$1 miliar.

Awalnya, unicorn dijadikan standar keberhasilan startup, tapi kian banyaknya investor yang tertarik menyuntikkan dana membuat sebutan ini tak seistimewa dulu lagi. Kini, decacorn yang bernilai 10 kali unicorn atau tepatnya US$10 miliar dijadikan standar emas kesuksesan startup di seluruh dunia.

 Sepak Terjang Startup Level Decacorn di Indonesia

Pencapaian Grab sebagai Decacorn

Grab berhasil mencetak investasi lebih dari US$6 miliar, lebih banyak dari 8 unicorn lainnya di Asia Tenggara. Pencapaian ini membuat valuasinya melebihi US$11 miliar atau setara dengan Rp 154 triliun dan membawanya masuk ke jajaran startup dunia yang meraih level decacorn bersama nama besar lainnya seperti Uber, Airbnb, dan SpaceX.

Sebagai decacorn, Grab terus mempertahankan layanan berkualitas baik, sekaligus memberikan harga layanan yang paling terjangkau dan efisien dalam hal waktu. Hal ini terlihat dari status Grab yang juga menjadi superapp unggulan di Asia Tenggara yang menawarkan solusi sehari-hari, mulai dari layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, hingga hiburan digital.

 8 Layanan Unggulan Grab sebagai Startup Decacorn

Kriteria Startup Naik Level Decacorn

Startup memang dinilai dari valuasi yang erat kaitannya dengan pendanaan. Walau belum menghasilkan laba bersih, tapi selama perusahaan rintisan tersebut mampu menghasilkan revenue dan model bisnis yang menjanjikan, hal ini mampu menarik pendanaan dari para investor.

Startup biasanya akan dinilai berapa banyak fitur yang dibuat dan dikembangkan, bagaimana respon masyarakat sebagai pengguna, hingga bagaimana pertumbuhan usernya. Jika memiliki pertumbuhan yang signifikan, perusahaan rintisan tersebut akan terus mendapat dukungan dari investor sehingga nilai perusahaannya pun terus bertambah.

Sejak meraih level unicorn pada tahun 2014, perjalanan Grab naik kelas ke decacorn memang tak semudah membalik telapak tangan. Butuh 4 tahun dengan melakukan ekspansi ke beberapa negara termasuk Indonesia, terus menambah layanan dalam aplikasinya, mengakuisisi Uber, hingga menjalin kerjasama dengan perusahaan lain seperti OVO maupun HOOQ.

Target Hectocorn

Pencapaian ini bukan akhir bagi Grab. Lewat filosofi platform terbuka, Grab berusaha menyatukan para mitra untuk bergerak bersama demi kehidupan yang lebih baik bagi semua orang di Asia Tenggara. Selain terus menambah layanan baru yang akan mengukuhkan diri sebagai everyday superapp, tak menutup kemungkinan bagi Grab untuk meraih level yang lebih tinggi dari decacorn, yaitu valuasi di atas US$100 miliar atau hectocorn.

Tercapainya decacorn ini sekaligus mengawali visi Grab di tahun 2019 untuk menambah lebih banyak layanan dan terus memberikan yang terbaik untuk Asia Tenggara.

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary