6 Fakta Perjalanan Grab Raih Status Decacorn

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 6 Maret 2019 10:44
6 Fakta Perjalanan Grab Raih Status Decacorn
Hanya butuh setahun untuk melakukan ekspansi ke Filipina, Singapura, dan Thailand dengan nama GrabTaxi.

Dream - Bagi kebanyakan orang yang masih awam dengan dunia startup, mungkin menganggap perusahaan rintisan mendapatkan nama besar dengan mudah. Padahal butuh usaha bertahun-tahun untuk membangun dan mengembangkan model bisnis dari yang awalnya hanya sekadar visi.

Begitu juga Grab, yang telah berubah dari layanan ride-hailing menjadi SuperApp terkemuka di Asia Tenggara.

Berikut ini adalah 6 fakta perjalanan Grab raih status decacorn:

Awal Mula Berdirinya Grab

Berawal dari keluhan sulitnya mendapatkan layanan taksi di Malaysia, Anthony Tan dan Hooi Ling Tan mendirikan layanan transportasi online dengan nama MyTeksi di Malaysia pada tahun 2012.

Hanya butuh setahun untuk melakukan ekspansi ke Filipina, Singapura, dan Thailand, dengan nama GrabTaxi.

Status Unicorn Pertama Grab

Di tahun 2014, Grab berhasil meraih status unicorn setelah mendapatkan pendanaan seri D yang membawa valuasinya di atas US$1 miliar. Pada tahun yang sama, GrabTaxi meluaskan layanannya ke Vietnam dan Indonesia sekaligus meluncurkan fitur lainnya seperti GrabCar, GrabFood, hingga GrabBike.

Grab Mengubah Nama

Nama GrabTaxi kemudian diubah menjadi Grab di tahun 2016 dan melakukan berbagai kerjasama seperti Kudo untuk teknologi pembayaran dan HappyFresh yang melayani pembelian bahan makanan segar dengan nama GrabFresh.

Seperti startup sukses lainnya, jika ingin meraup banyak pelanggan dan mendatangkan investasi, maka perlu adanya inovasi teknologi yang berkesinambungan.

Grab Akuisisi Uber

Memasuki tahun 2018, Grab mengalami gejolak yang besar, salah satunya mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara dan tercatat sebagai aksi korporasi terbesar untuk perusahaan internet di Asia Tenggara. Semua aset dan aspek operasional Uber yang berada di Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam pun dialihkan ke Grab.

Grab Jalin Kerjasama dengan OVO

Selain itu, di tahun yang sama, Grab menjalin kerjasama dengan OVO dan mengubah GrabPay menjadi OVOCash yang dinilai cukup berhasil meningkatkan kualitas layanan Grab. Tidak heran jika SuperApp ini pun telah diunduh lebih dari 138 juta kali dan menarik perhatian investor untuk menyuntikkan dananya.

Hingga akhir tahun 2018, Grab berhasil mencetak valuasi di atas US$10 miliar yang membuatnya meraih level decacorn pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.

Grab sebagai decacorn pun tak melupakan 3 poin yang membawanya ke level yang sekarang ini, yaitu layanan berkualitas baik, harga paling terjangkau, dan efisien waktu.

Pencapaian Grab yang luar biasa di tahun ketujuhnya ini merupakan hasil filosofi platform terbuka yang mampu menyatukan para mitra untuk hidup yang lebih baik di Asia Tenggara.

Harapannya, Grab mampu menjadi solusi bagi kebutuhan sehari-hari, baik itu layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, hingga hiburan digital.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri