Mengatasi Kebisingan di Ruang Kantor Terbuka

Reporter : Ramdania
Sabtu, 5 September 2015 15:01
Mengatasi Kebisingan di Ruang Kantor Terbuka
Bekerja bersama-sama dalam satu ruang setiap hari dan berjam-jam, penuh dengan tekanan, tentu berpotensi menciptakan `gesekan`. Misalnya, karena terganggu dengan suara bising rekan Anda.

Dream - Konsep kantor terbuka dapat meningkatkan kerja sama antarpegawai, dengan terciptanya lingkungan kantor yang mendukung komunikasi terbuka, sehingga produktivitas meningkat.

Kepopuleran kantor terbuka sebagian besar didasarkan pada efisiensinya dalam melakukan perubahan layout, walaupun masalah privasi dan gangguan suara juga perlu mendapat perhatian.

Ada banyak cara untuk menangani situasi tersebut, termasuk empat tips yang dikutip dari Gulf News, Sabtu, 5 September 2015, sehingga Anda merasa nyaman dan tenang bekerja di ruang kantor terbuka. Berikut tipsnya: 

1. Mengabaikannya

Setiap orang yang bekerja di kantor terbuka pasti pernah terusik dengan suara-suara atau tingkah rekan kerja yang mengganggu. Mulai dari yang batuk dan bersin tiada hentinya, berbicara melalui ponsel lama-lama, mengetuk tangan atau kaki, dan sebagainya.

Anda tentu menjadi sulit untuk konsentrasi pada pekerjaan. Tetapi Anda harus mulai terbiasa dan melatih diri sendiri untuk mengabaikan semua gangguan tersebut. Memang mudah mengatakan, tapi sulit melaksanakannya. Atau Anda mungkin bisa memasang headphone dan memutar musik favorit Anda untuk mengatasinya.

2. Menegurnya

Tidak ada yang ingin menjadi sakit atau sengaja berencana untuk menjadi menjengkelkan. Jika sumber kebisingan adalah orang dengan kebiasaan seperti mengetuk kaki atau tangan, berbicara keras, atau telpon lama-lama, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk menegurnya secara pribadi.

Ini mungkin akan memalukan untuk Anda dan mereka. Atau Anda bisa mengirim surat kaleng untuk menegurnya. Namun cara langsung adalah yang lebih baik. Beritahu orang itu bahwa Anda sensitif terhadap lingkungan sekitar dan mudah terganggu oleh suara kecil dengan menyebutkan beberapa contoh yang paling mengganggu Anda.

3. Melaporkan pada atasan

Jika Anda tidak bisa menangani masalah suara mengganggu di sekitar tempat kerja Anda, Anda bisa membicarakannya dengan manajer atau bagian kepegawaian (HR). Jangan langsung menyerang secara pribadi, tetapi berikan beberapa contoh kebiasaan rekan kerja yang mengganggu Anda.

Dalam banyak hal, HR akan selalu bisa menanganinya tanpa melibatkan Anda. Mungkin mereka akan memindahkan Anda atau mereka ke ruangan lainnya. Yang penting, jangan membuat pernyataan tentang suara-suara tersebut mengurangi produktivitas Anda. Ingat, hal negatif selalu diingat orang, terutama jika itu diucapkan sebagai pengakuan. Cukup katakan suara-suara bising akan memberi dampak negatif terhadap kemampuan Anda berkonsentrasi.

4. Memberikan contoh

Kadang-kadang orang lain akan menangkap isyarat dari tindakan Anda. Jika Anda tidak menelepon lama-lama saat bekerja, Anda telah mengirimkan pesan kepada rekan bahwa Anda tidak mengharapkan mereka melakukannya juga.

Jika Anda pergi ke ruang makan siang untuk istirahat, rekan-rekan mungkin akan terdorong untuk mengikutinya. Meskipun tidak menjamin mereka mengikuti jejak Anda, setidaknya mereka akan mendukung tindakan Anda yang berusaha mengajak orang lain untuk menghormati kebutuhan Anda mendapatkan lingkungan kerja yang tenang. (Ism)

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan