Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Dalam pasar modal syariah, dikenal sebuah platform untuk bertransaksi saham secara online. Platform itu bernama Sistem Online Trading Syariah (SOTS).
Pakar ekonomi syariah, Adiwarman Azwar Karim, mengatakan pada dasarnya, operasional SOTS ini tidak jauh berbeda dengan sistem online trading konvensional.
"Tapi, ada perbedaan di SOTS," kata Adiwarman di Jakarta, Kamis, 4 Mei 2017.
Adiwarman mengatakan SOTS sudah dipasang aturan-aturan syariah dari Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Dewan Syariah Nasional (DSN). Di sistem ini, saham-saham yang tergolong haram, tidak bisa diperjuabelikan.
"Jadi, tidak bisa beli saham yang haram. Transaksi sudah sesuai dengan koridor syariah," kata dia.
Adiwarman menjelaskan semua orang, baik Muslim maupun non-Muslim, bisa bertransaksi saham syariah di SOTS. Dengan begitu, jumlah masyarakat yang berinvestasi di saham akan semakin banyak.
"Harapannya, aksesnya lebih luas kepada masyarakat," kata dia.
Sekadar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut ada 12 perusahaan sekuritas yang memiliki SOTS. "SOTS yang pertama diluncurkan tahun 2011. Saya lupa nama perusahaannya," kata Direktur Pengawas Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasari.(Sah)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?