Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Bursa saham syariah berhasil kembali ke zona merah di penutupan perdagangan awal pekan. Minimnya sentimen negatif mendorong investor melakukan aksi beli saham.
Berkurang signifikannya aksi jual asing ikut membuat indeks saham Indonesia, termasuk dua indeks saham syariah, bergerak positif sepanjang perdagangan.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 19 September 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,363 poin (1,37%) ke level 175,237.
Indeks saham keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga melonjak 13,290 poin (1,84%) ke level 736,451.
Berbalik terbalik dengan laju indeks akhir pekan lalu, dua indeks acuan saham syariah ini justru bergerak positif sepanjang sesi. ISSI yang terus menguat sejak sesi pembukaan, sempat menyentuh level tertinggi di 175,581.
Meski menguat, transaksi perdagangan saham syariah sedikit berkurang. Dengan 20,19 miliar saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan syariah mencapai Rp 3,11 triliun.
Dari aksi beli investor, sebanyak 124 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 46 lainnya berhasil bertahan stagnan. Sisanya, 66 emiten bergerak melemah dan 80 lainnya tak disentuh sama sekali oleh investor.
Meski menguat, saham sektor pertambangan tampaknya masih dihindar investor. Terlihat indeks sektor pertambangan bergerak melemah sendirian dengan koreksi 0,53 persen.
Sementara indeks sektor industri aneka memimpin laju kenaikan usai menguat 2,69 persen. Dsusul indeks infrastruktur 1,97 persen, properti 1,32 persen, dan manufaktur 1,20 persen.
Dari 26 emiten bluechips syariah, top gainer indeks JII awal pekan ini dihuni LPPS yang melonjak Rp 1,150 per saham. Diikuti AALI yang naik Rp 375, JSMR Rp 280, ASII RP 250, dan ICBP Rp 225 per saham.
Sebaliknya, empat emiten unggulan syariah yang bergerak melemah dihuni SILO dengan koreksi harga Rp 250, INDF Rp 75, UNTR Rp 25, dan SCMA Rp 5 per saham.
Di pasar keuangan, mata yang Negeri Paman Sam yang menguat dipicu isu pertemuan The Fed, membuat sejumlah mata uang dunia tertekan. Mengikuti tren tersebut, kurs rupiah terhadap dolar AS sor eini bergerak melemah 17 poin (0,13%) menjadi 13.142 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya