Muamalat dan Great Eastern Life Indonesia Rancang Produk Agar Peminjam Tenang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 29 Juni 2020 12:48
Muamalat dan Great Eastern Life Indonesia Rancang Produk Agar Peminjam Tenang
Begini caranya.

Dream – Kalangan perbankan syariah terus membuat terobosan untuk memacu tingkat inkulsi keuangan berbasis syariah di Tanah Air. Meski berstatus negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tingkat inklusi terhadap keuangan syariah baru mencapai 9,1 persen.

Pencapaian tersebut turun dari 11,1 persen, berdasarkan data Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Penyebabnya tak lain adalah masih banyak masyarakat yang belum paham tentang keuangan syariah.

Untuk mendorong inklusi keuangan syariah, Great Eastern Life Indonesia dan PT Bank Muamalat Indonesia bekerja sama dengan merilis produk asuransi syariah. Diberi nama Asuransi Great Hasanah Pembiayaan, produk ini ditujukan bagi nasabah Mumalat yang melakukan pinjaman untuk pembiayaan (credit life).

Direktur Keuangan Great Eastern Life Indonesia, Fauzi Arfan, mengatakan kerja sama kedua belah pihak ini merupakan upaya untuk melindungi masyarakat.

“ Asuransi Great Hasanah Pembiayaan ini dihadirkan agar nasabah Bank Muamalat yang sedang melakukan pembiayaan untuk pinjaman di Bank Muamalat tetap dapat mewujudkan berbagai aspirasi hidup sesuai keinginannya dengan tenang karena telah dilindungi oleh Great Eastern Life Indonesia," kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 29 Juni 2020.

1 dari 5 halaman

Dorong Penetrasi Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia

Kerja sama ini diharapkan bisa mendorong penetrasi asuransi jiwa syariah di Indonesia. Direktur Bisnis Retail Muamalat, Purnomo B. Soetadi, optimistis kebutuhan produk ini bisa meningkat.

“ Seiring dengan tumbuhnya pembiayaan perseroan, kebutuhan produk ini akan semakin meningkat,” kata Purnomo.

Selain menjawab kebutuhan masyarakat, dia juga menyebut kerja sama itu bisa membantu meningkatkan pendapatan kontribusi dari industri asuransi syariah. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memproyeksikan pendapatan kontribusi tumbuh 10 persen pada 2020.

Sekadar informasi, ada beberapa keunggulan yang ditawarkan Great Hasanah Pembiayaan, yaitu cukup dari sekali membayar kontribusi, nasabah bisa mendapatkan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia selama masa pembiayaan. Ada juga manfaat perusahaan akan melunasi sisa pembiayaan yang dilakukan nasbaah jika terjadi risiko meninggal dunia.

2 dari 5 halaman

Nama Bank Muamalat Muncul di Audit BPK, CEO: Sudah Tak Relevan Lagi

Dream - CEO PT Bank Muamalat Tbk, Achmad K Permana menegaskan kondisi keuangan perusahaan masih tetap aman sehingga nasabah tak perlu khawatir melakukan transaksi di banknya. Berbagai rasio keuangan telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan regulator. 

Penegasan Perman tersebut menanggapi pemberitaan tentang hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengawasan OJK terhadap tujuh bank. Salah satu dari tujuh bank tersebut adalah Bank Muamalat.

Menurut Permana, informasi yang beredar tersebut mengutip kembali pemberitaan lama yang dilaporkan salah satu media nasional pada 12 Mei 2020. Dengan demikian data itu sudah tak relevan dan out of date untuk digunakan sebagai acuan. 

 

© Dream

 

" Link berita yang ramai tersebar tersebut sudah out of date dan tidak relevan lagi karena sudah dijelaskan oleh OJK dan BPK secara langsung. Bank Muamalat sendiri juga telah mengeluarkan statement penjelasan pada saat berita itu muncul bulan lalu," kata Permana, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Permana memastikan operasional Bank Muamalat tetap berjalan dengan normal. Merujuk pada laporan keuangan akhir Maret 2020, rasio keuangan Bank Muamalat masih sesuai dengan ketentuan regulator.

Menurut dia, dana nasabah juga tetap aman. Ini karena Bank Muamalat merupakan bank peserta penjaminan LPS.

" Saya ingin menyampaikan bahwa saat ini perseroan tetap dalam kondisi yang aman dan nasabah dapat bertransaksi secara normal baik secara online maupun offline," kata dia.

OJK pun telah mengeluarkan pernyataan di media pada tanggal 8 dan 9 Mei 2020 yang menyatakan hasil audit BPK tersebut tidak mencerminkan kualitas pengawasan secara keseluruhan. OJK juga telah melaksanakan berbagai langkah peningkatan kualitas pengawasan sebagaimana concern dari BPK.

BPK diketahui baru mengeluarkan pernyataan di media dengan judul “ Temuan BPK Sudah Ditindaklanjuti, Nasabah 7 Bank Tak Perlu Khawatir” pada 18 Mei 2020 lalu.

Permana menambahkan institusi perbankan, termasuk Bank Muamalat, merupakan institusi yang paling banyak memiliki aturan (the most regulated institution) yang tunduk dan bernaung di bawah ketentuan beberapa regulator. Termasuk di antaranya OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Dirjen Pajak, dan Kementerian Tenaga Kerja

3 dari 5 halaman

Bank Muamalat Permudah Layanan Nasabah Melalui Fasilitas Ini

Dream – Penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang semakin luas berdampak pada aktivitas bisnis perbankan nasional. Sejumlah kegiatan perusahaan terpaksa ditunda dan dibatalkan sebagai upaya penerapan physical distancing.

Menyikapi kondisi ini, PT Bank Muamalat Tbk merilis layanan terbarunya di segmen prioritas, yaitu Priority Center melalui digital.

Dikutip dari keterangan tertulis Muamalat, Kamis 23 April 2020, peresmian ini dilakukan secara digital melalui aplikasi video conference di lima kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat, Achmad K. Permana, mengatakan, pandemi corona memang membuat aktifitas perusahaan menjadi terbatas terutama sejak kebijakan Work From Home (WFH) diberlakukan. Perusahaan berupaya produktif, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.

“ Setelah pandemi berakhir, kami berharap nasabah bisa langsung datang berkunjung dan merasakan langsung pelayanan terbaik dari kami,” kata Permana di Jakarta.

Solusi yang diberikan oleh Muamalat selama masa pandemi ini adalah memberikan kemudahan pembukaan rekening baru bagi nasabah eksisting tanpa harus datang ke kantor cabang. Nasabah cukup menggunakan aplikasi Muamalat DIN untuk membuka rekening tabungan dan deposito

Untuk mendukung anjuran pemerintah soal masyarakat beraktivitas di rumah, Muamalat juga telah menaikkan batas limit transaksi per hari melalui Muamalat DIN dan internet banking selama masa pandemi yang berlaku efektif sejak 6 April 2020.

4 dari 5 halaman

Apa Itu Priority Center?

Dalam peluncuran secara digital ini Bank Muamalat mengundang ratusan nasabah terpilih untuk bergabung dalam konferensi video dan mendengarkan penjelasan mengenai Priority Center. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 23 April 2020 untuk konferensi video di Makassar, serta pada tanggal 22 April 2020 untuk kota Jakarta, Medan, Bandung dan Surabaya.

Konferensi virtual ini menghadirkan pembicara ternama yaitu Ustaz Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan Ustaz Das'ad Latief untuk memberikan tausyiah “ Menyambut Bulan Suci Ramadan di Tengah Pandemi Covid – 19” . Selain itu akan diperlihatkan video presentasi tentang suasana Priority Center di masing-masing kota.

Priority Center sendiri adalah ruangan khusus untuk nasabah Prioritas Bank Muamalat yang menawarkan berbagai kemudahan dan kenyamanan transaksi seperti jalur bebas antri, Private Dealing Room, Business Lounge dan Meeting Room. Syarat menjadi nasabah prioritas Bank Muamalat adalah minimal penempatan total dana Rp500 juta.

Dengan menjadi nasabah prioritas benefit yang diperoleh antara lain layanan produk premium untuk investasi dan proteksi berbasis syariah serta benefit bebas biaya transaksi.

Selain itu, untuk nasabah yang tertarik berinvestasi pada sukuk ritel maupun sukuk tabungan yang diluncurkan pemerintah pada pasar perdana , nasabah dapat membeli secara online melalui saluran Internet Banking Bank Muamalat.

Alamat Priority Center Bank Muamalat ada di di kantor cabang utama masing-masing kota yaitu: Jakarta (Jalan Melawai Raya No.72 ), Bandung (Jalan Buah Batu No.276 ), Medan (Jalan Iskandar Muda No. 121 ), Surabaya (Jalan Raya Darmo 81 ), Makassar (Jalan Dr.Sam Ratulangi No. 170).

5 dari 5 halaman

Jual Sukuk Ritel-012, Bank Muamalat Yakin Nasabah Baru Bertambah

Dream - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk optimistis penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel SR-012 bisa menjaring nasabah baru. Produk investasi berbasis syariah itu bisa dibeli minimal Rp1 juta dengan tawaran imbal tetap 6,3 persen per tahun.  

" Melalui penjualan SR-012, kami optimistis dapat meningkatkan akuisisi nasabah baru sekaligus meningkatkan product holding ratio dan loyalitas nasabah existing," kata Direktur Bisnis Ritel Muamalat, Purnomo B. Soetadi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 11 Maret 2020. 

Menurut Purnomo, masa penawaran SR-012 akan berlangsung 24 Februari-18 Maret 2020. Nasabah bisa memiliki sukuk ini dengan tenor 3 tahun, dengan penerimaan kupon dibayarkan tiap bulan per tanggal 10 dimulai pada 10 April 2020.

Produk keuangan syariah ini juga dapat diperdagangkan kembali di pasar sekunder.

 

© Dream

 

Purnomo menjelaskan bahwa SR-012 merupakan instrumen investasi yang aman karena dijamin oleh pemerintah. Cara pembeliannya juga sangat mudah karena dapat diakses melalui sistem online. Dengan berinvestasi pada SR-012, artinya nasabah telah turut berpartisipasi dalam pembangunan negara.

“ Penjualan dengan sistem online juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan menjangkau segmen nasabah dari kalangan milenial yang saat ini merupakan salah satu target market Bank Muamalat,” kata dia. 

SR-012 ditawarkan dengan akad Ijarah Asset To Be Leased sesuai dengan fatwa DSN-MUI No. 76 tahun 2010. Underlying asset instrumen ini adalah proyek APBN 2020 dan barang milik negara berupa tanah dan bangunan.

Beri Komentar