OJK Bakal Atur SMS Tawaran Pinjaman oleh Fintech

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 1 Oktober 2020 16:12
OJK Bakal Atur SMS Tawaran Pinjaman oleh Fintech
Diakui OJK banyak keluhan masyarakat terkait penawaran jasa fintech lending melalui SMS

Dream - Pelaku bisnis pembiayaan melalui financial technology (Fintech lending) sebaiknya berhati-hati menawarkan jasanya melalui fasilitas SMS. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang berkoordinasi dengan provider telekomunikasi terkait penawaran melalui SMS.

Meski baru tahap kajian, OJK mempertimbangkan untuk mencabut izin fintech lending jiksa melanggar ketentuan penawaran jasa melalui SMS.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta mengaku masih banyak pelaku Fintech Lending yang menawarkan jasanya melalui SMS.

" Kami sedang menggodok aturan yang baru dan berkoordinasi dengan provider penyelenggara jaringan komunikasi," ujar Tris dikutip Dream dari Liputan6.com.

 

1 dari 2 halaman

Sudah Banyak Masyarakat yang Mengeluh

Menurut Tris, penawaran jasa fintech lending melalui SMS termasuk salah satu pengaduan konsumen yang datang ke OJK. Saat ini hak akses semua platform dan aplikasi Fintech hanya dibatasi untuk mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi (Camera, Microphone and Location atau Camilan).

" Saat ini kami sedang berkoordinasi bagaimana memitigasi penawaran-penawaran pinjaman melalui SMS," ungkapnya.

Salah satu yang jadi pertimbangan OJK adalah membuat kesepakatan dan kolaborasi kerja sama provider akan menahan, membatasi, bahkan melarang penawaran jasa Fintech Lending melalui SMS. OJK juga mempertimbangkan kemungkinan adanya kebijakan lain yang bisa dijalankan.

 

2 dari 2 halaman

Sanksi Terberat Bisa Dibekukan

Sementara itu, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK menambahkan sanksi pembinaan bisa terkait dengan surat teguran, penutupan sementara, atau bisa sampai pencabutan izin.

Diakui OJK beberapa platform yang melanggar hak akses Camilan, sudah diblokir sementara kepada Kemenkominfo sampai sistem atau aplikasinya dibetulkan dan sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

OJK juga berharap kode etik dari komite etik AFPI juga akan menerapkan code of conduct secara transparan, independen, mengenakan sanksi sesuai dengan aturan code of conduct yang ada.

OJK memiliki patroli cyber terkait penawaran-penawaran fintech lending, dan apabila ada yang melanggar akan dikenakan sanksi pembinaan.

Beri Komentar