Menko Darmin Beri Bukti Orang Indonesia Suka Ngutang daripada Menabung

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 07:20
Menko Darmin Beri Bukti Orang Indonesia Suka Ngutang daripada Menabung
Lihat saja data pertumbuhan kredit dibandingkan dana pihak ketiga.

Dream – Masyarakat Indonesia ternyata lebih suka meminjam uang daripada menabung. Indikasi ini terlihat dari perbandingan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) di industri keuangan Tanah Air. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyampaikan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan kredit tahun ini diperkirakan mencapai 12 persen. Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang berasal dari simpanan nasabah, hanya akan tumbuh 7-8 persen.

" Berarti lebih tinggi kenaikan pinjaman kredit dibandingkan pertambahan tabungan," kata dia di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 30 Juli 2019.

Melihat kecenderungan tersebut, Darmin menilai upaya melek keuanggan terutama kepada generasi muda mutlak diperlukan. Selain mengajak menabung, mantan gubernur Bank Indonesia (BI) ini juga berpesan agar anak muda menularkan kebiasaan menyimpan uang ke orang sekitarnya. 

" Ada banyak saudara-saudara kita pemuda juga yang misalnya pedagang di pasar, penghasilannya lumayan setiap hari tapi dia tidak pernah gunakan bank," kata dia.

1 dari 5 halaman

Banyak Orang Simpan Uang di Rumah

Darmin mengatakan masih banyak orang menyimpan uangnya secara tradisional di rumah. Padahal, jika disimpan di bank, bank bisa mengenalinya dengan mudah sebagai nasabah.

Tentu ini akan menjadi keuntungan bagi nasabah karena bisa mudah memanfaatkan layanan-layanan perbankan lainnya.

" Maka penting sekali jangan sampai terlalu banyak saudara-saudara kita yang punya penghasilan uang tapi tidak gunakan lembaga keuangan," kata dia. 

2 dari 5 halaman

Bukan Ingin Kaya, Ini Alasan Terbesar Orang Butuh Tabungan

Dream – Sahabat Dream, punya tabungan? Sebagian besar orang menganggap menabung adalah cara untuk memupuk kekayaan. Anggapan itu tak sepenuhnya salah. Tapi tabungan ternyata memiliki dimensi lain khususnya yang berkait dengan emosional seseorang. 

“ Uang bertendensi menjadi area yang emosional di kehidupan orang-orang. Jadi, tidak terkejut jika mereka berpikir tentang uang secara rutin. Banyak cara untuk berdamai dengan kekhawatiran itu,” kata perencana keuangan bersertifikat di Bone Fide Wealth, Douglas Boneparth, dilansir dari CNBC, Jumat 12 Juli 2018.

Boneparth menyarakan seseorang yang dilanda kecemasan soal uang harus segera mencari informasi sebanyak mungkin untuk keluar dari kondisi tersebut. Cara singkatnya adalah dengan berkonsultasi dengan perencanaan keuangan.

Pendidikan itu kunci dan itu cara bagaimana kamu bisa berdamai dengan emosi,” kata dia.

Menurut Bonepart, menabung memang bisa membuat kondisi emosioonal seseorang menjadi lebih tenang. Dengan tabungan, orang merasa lebih terpacu dan semakin dekat dengan tujuan keuangannya. 

3 dari 5 halaman

Malah Depresi Kalau Tahu Tabungan Jebol

Sebaliknya, seseorang bisa menjadi depresi manakal mengetahui kondisi keuangannya berantakan dan tabungannya jebol. Untuk itulah, dia menyarankan agar ada manajemen keuangan.

“ Menabung untuk tujuan keuangan bisa menjadi sesuatu yang membuahkan hasil. Jadi, tetaplah fokus disipilin, dan kamu akan mendapatkan hal terbaik dalam hidup,” kata dia.

Yang tak kalah penting, Boneparth mengatakan satu hal yang bisa tetap menjagamu tetap berada dalam jalur adalah dengan menentukan target keuangan. Misalkan kamu berencana  untuk merintis bisnis, berkeluarga, atau membeli rumah.

“ Kamu ingin mengukur tujuan berdasarkan waktu dan nilai, lalu mengetahui target mana yang paling penting. Begitu banyak hal bermakna dalam kehidupan yang harus dilakukan. (Itu) tujuan yang ingin kamu capai untuk diri sendiri,” kata dia.

(Sah)

[crosslink_1]

4 dari 5 halaman

3 Cara Bikin Tabungan Tetap Aman Meski Kondisi Kritis

Dream – Sahabat Dream, mungkin kamu sedang menabung untuk bermacam-macam tujuan. Misalnya, mempersiapkan biaya pernikahan, melanjutkan kuliah, atau membeli rumah.

Tapi, tidak ada yang bisa mengetahui apa yang bakal terjadi di masa depan. Terkadang, uang yang ditabung harus dikorbankan demi mencukupi pengeluaran tak terduga. Apalagi kalau dana di pos dana darurat tak mencukupi.

Kalau sudah begini, harus bagaimana? Ada tiga cara yang bisa dilakukan ketika kamu harus menghadapi pengeluaran tak terduga.

Pertama, kamu harus berpikir jernih. Pengeluaran ini membuat kita panik dan bimbang apakah tabungan yang dikumpulkan susah payah harus direlakan atau tidak.

Nah, supaya tabungan aman, kamu harus berpikir jernih agar bisa mendapatkan solusi yang tepat. Tarik napas dalam-dalam dan menenangkan pikiran.

5 dari 5 halaman

Kumpulkan Informasi

Kedua, mengumpulkan informasi. Setelah berpikir jernih, mulailah untuk mengkaji informasi yang tersedia.

Jangan buru-buru mengambil kesimpulan hal terburuk akan terjadi. Siapa tahu ada jalan tengah yang bisa diambil untuk menyelamatkan tabungan.

Ketiga, temukan solusi alternatif yang out of the box. Setelah informasi terkumpul, cobalah berpikir kreatif untuk menemukan solusi lain.

Kamu bisa meminta saran kepada orang-orang yang menurutmu relevan. Siapa tahu mereka punya solusi yang sederhana dan murah untuk masalahmu. Atau, kamu juga bisa memanfaatkan jejaring sosial dan komunitas di internet untuk bertanya.

Selamat mencoba.

(Beq, Sumber: Liputan6.com/Nurseffi Dwi Wahyuni)

 

[crosslink_1]

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-