Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foxconn Memecat Puluhan Ribu Karyawannya Dan Mulai Menggunakan Sistem Robot. (Sumber: South China Morning Post)
Dream - Salah satu perusahaan elektronik multinasional, Foxconn, memecat puluhan ribu karyawannya di pabriknya yang berlokasi di Kunshan, provinsi Jiansu Tiongkok. Mereka pun menggunakan robot untuk mengerjakan tugas-tugas produksi.
Untuk mewujudkan rencana itu, Foxxcon harus berkeras hati. Mereka akan memangkas 60 ribu orang. Lebih sedikit dari rencana semula 110 ribu orang.
"Banyak perusahaan yang sepertinya akan mengikutinya," kata juru bicara Foxconn, Xu Yulian, dilansir dari BBC, Sabtu 28 Mei 2016.
Foxconn Techonolgy Group menyebut penggantian tenaga manusia dengan tenaga robot itu adalah otomatisasi produksi. Alasannya, mereka memanfaatkan tenaga robot untuk menggantikan pekerjaan yang dilakukan oleh buruh.
Namun tak sepenuhnya Foxconn melupakan tenaga manusia. Para buruh akan diarahkan untuk fokus kepada proses produksi yang bernilai tambah tinggi, seperti riset dan pengawasan kualitas barang.
"Kami akan tetap menggunakan automatisasi dan tenaga manusia untuk produksi dan kami berharap otomatisasi ini bisa memperkuat satuan kerja kami di Tiongkok," kata perusahaan tersebut.
Sekadar informasi, sejak September 2014, 505 pabrik di Guangdong, telah menginvestasikan 4,2 miliar yuan (Rp8,6 triliun) untuk robot. Mereka ingin menggantikan ratusan buruh mereka dengan robot.
Lalu, apakah tenaga robot lebih murah daripada tenaga manusia? Former McDonald's Chief Executive, Ed Rensi, mengatakan upah minimum buruh yang naik jadi US$15(Rp203,49 ribu) per jam ini membuat perusahaan melirik robot.
"Lebih murah untuk membeli sebuah lengan robotik senilai US$35 ribu daripada mempekerjakan seseorang yang menghabiskan biaya US$15 per jam (Rp203,49 ribu) untuk mengemas kentang kering," kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari