Dream - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan pegawai swasta menjadi pembeli terbanyak sukuk ritel (Sukri) seri SR008. Sementara nilai pembelian terbesar berada di kisaran Rp 100 juta-600 juta.
Dirjen Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan mengutip laman Depkeu.go.id, Kamis, 10 Maret 2016 menyebutkan, porsi pegawai swasta yang membeli Sukuk Ritel terbaru ini mencapai 26,70 persen.
Sementara berdasarkan golongan umur, sebagian besar pembeli sukuk ini berusia di atas 55 tahun, atau sudah masuk dalam usia pensiun.
Data Depkeu menunjukan, SR008 mencatatkan rekor terbesar total investor sebanyak 48,444 orang dengan total nominal penjatahan Rp 31,5 triliun.
Rata-rata pembelian per investor mencapai Rp650,2 juta dengan porsi terbesar berada di kisaran Rp 100 juta-600 juta sebanyak 37,77 persen.
Pada posisi kedua, investor membeli sukuk ritel SR008 pada kisaran di bawah Rp100 juta sebanyak 36,35 persen. Sementara, pembeli di kisaran Rp600 juta – Rp2 miliar menempati posisi ketiga dengan 20,28 persen.
Sukuk Negara Ritel menjadi investasi yang aman dan menguntungkan karena dijamin oleh negara. Namun, selain itu, sukuk ritel dapat menjadi saran bagi masyarakat umum untuk secara langsung berpartisipasi dalam membiayai pembangunan infrastruktur.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global