Rencana Libur Tambahan PNS Batal

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 11 Desember 2019 19:14
Rencana Libur Tambahan PNS Batal
Kementerian PAN justru sedang mendorong kinerja PNS.

Dream - Rencana libur tambahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sepertinya hanya akan berakhir sebagai wacana. Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Dwi Wahyu Atmaji menegaskan tak ada rencana menambah hari libur bagi para PNS. 

“ Pemerintah belum ada rencana menerapkan sistem empat hari kerja. Tak ada rencana PNS libur dari Jumat hingga Minggu,” kata Dwi di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 11 Desember 2019. 

Wacana tambahan libur muncul dari Komisi Aparatur Sipil Negara (OASN) yang sedang mengkaji penerapan konsep flexible working arrangement (FWA) bagi para abdi negara. Salah satu ide yang muncul adalah PNS bisa bekerja selama empat hari menyesuaikan dengan jam kerja yang sudah ditentukan.

 

Menurut Dwi, pemerintah justru berusaha memperkuat dan meningkatkan kinerja PNS. Hal ini dilakukan dengan menerapkan PP Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS.

" Kami sedang fokus untuk menggalakkan PP 30/2019 agar sistem manajemen kinerja ASN lebih komprehensif," kata dia.

Dalam PP tersebut, penilaian kinerja PNS dilaksanakan dalam suatu sistem manajemen kinerja. Sistem ini mengatur mulai dari perencanaan kinerja, pelaksanaan, pemantauan dan pembinaan kinerja, penilaian kinerja dengan tindak lanjut berupa reward punishment, dan sistem informasi kinerja PNS.

Pelaksanaan rencana kinerja PNS didokumentasikan secara periodik dan pejabat penilai kinerja PNS melakukan pemantauan secara berkala dan berkelanjutan. Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui kemajuan kinerja PNS agar tidak terjadi keterlambatan dan penyimpangan.

“ Kalau ada permasalahan dapat segera diatasi dan mencapai sasaran dan tujuan yang telah direncanakan semula," kata Dwi Wahyu.

1 dari 6 halaman

Metode Penilaian

Dwi wahyu mengatakan, dengan regulasi ini, penilaian tak hanya dilakukan dari atasan kepada bawahan, tetapi juga bawahan yang menilai perilaku atasannya. Sistem ini disebut sebagai penilaian perilaku 360 derajat.

Perilaku PNS dalam bekerja juga dinilai oleh atasan, bawahan, rekan kerja, serta diri sendiri dalam metode survei tertutup. Aspek perilaku yang dilihat berdasarkan PP ini adalah orientasi pelayanan, kepemimpinan, kerja sama, komitmen, dan inisiatif kerja.

Berdasarkan sistem penilaian perilaku kerja 360 derajat, nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) berbobot 60 persen dan 40 persen berasal dari nilai perilaku. Namun, bagi instansi yang belum menerapkan sistem penilaian 360 derajat, maka SKP memiliki bobot 70 persen dan perilaku kerja sebesar 30 persen.

Dwi Wahyu mengungkapkan bahwa penilaian kinerja akan berjalan efektif jika memenuhi lima persyaratan yakni objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.

" Adanya PP ini merupakan upaya bagaimana agar ASN terus dituntut berkinerja sebagaimana diharapkan oleh masyarakat," kata dia.(Sah)

2 dari 6 halaman

Komisi ASN Kaji Tambah Jatah Hari Libur PNS

Dream - Hari kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) berpeluang berkurang satu hari. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengaku sedang mengkaji penerapan konsep flexible working arrangement (FWA) bagi para abdi negara.

Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah menambah hari libur para PNS pada hari Jumat. Jika jadi dilaksanakan, para PNS hanya akan bekerja dari Senin sampai Kamis. 

Dikutip Liputan6.com, Selasa 3 Desember 2019, Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo Martowiyoto, mengatakan dalam penerapan konsep FWA pada PNS diantaranya adalah flexi working time atau waktu kerja PNS yang fleksibel.

Konsep lainnya adalah flexi working space atau PNS lebih fleksibel dalam memilih tempat kerja.

" Jadi uji coba FWA adalah fleksibel working time, jadi bisa jadi umpamanya kalau biasanya kerjanya jam 7 ada yang 8.30, ada mungkin jam masuk jam pulangnya beda," kata Waluyo saat menghadiri Pilot Project Manajemen Kinerja PNS Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

Dia mengatakan salah satu pilihan untuk menerapkan konsep FWA adalah waktu libur PNS yang lebih banyak, di luar Sabtu dan Minggu. Untuk memadatkan libur tersebut, PNS harus memadatkan waktu kerja.

“ Mungkin setiap hari Jumat ganjil atau genap bisa libur, gitu, kan. Ini yang mengenai compress work-nya,” kata Waluyo.

3 dari 6 halaman

Tapi Penuhi Ketentuan

Meskipun PNS bisa memilih libur saat hari kerja, jam kerja harus sesuai ketentuan. Jam kerja akan dipadatkan saat PNS memiih libur pada hari kerja.

" Itu kita kan sehari bekerja wajib kalau dalam dua minggu 10 hari kerja 40 jam. Berarti kalau dua minggu harusnya 10 hari kerja 80 jam. Itu bisa kita ubah nantinya adalah 9 hari kerja 80 jam. 80 jam nya tetap tapi 9 hari kerja sekitar 2 minggu," kata dia.

Waluyo melanjutkan, PNS yang memilih libur saat hari kerja juga harus disiplin dalam pembagian tugas dengan rekannya, agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.

" Pelayanan publik tetap harus jalan, sehingga harus dengan yang mempunyai kewajiban pelayanan yang sama dia tetap harus masuk bergantian. Ini yang namanya jobs sharing," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)

4 dari 6 halaman

14,5 Tahun Jadi PNS, Pria Bekerja di Bagian Anggaran Ini Pilih Resign

Dream - Tak bisa disangkal, berkarier sebagai PNS adalah impian bagi banyak orang. Mereka berlomba-lomba mengikuti proses rekrutmen untuk menjadi abdi negara.

Beberapa alasan yang kerap terkemuka seperti kondisi ekonomi yang lebih terjamin. Tunjangan dan dana pensiun jadi pertimbangan lainnya.

Hal ini berbeda dengan yang terjadi pada pria yang mengaku sebagai seorang PNS satu ini. Sudah 14,5 tahun meniti karier sebagai abdi negara, pria ini justru memutuskan pensiun dini dengan alasan yang mengejutkan.

Akun Instagram @makassar_iinfo membuat unggahan berisi kisah PNS tersebut yang dikutip dari akun milik @kaligrafi_danishabby. Pria ini merintis karier sebagai tenaga honorer pada 2005. Nasib baik berpihak padanya saat dia diangkat sebagai CPNS pada 2010. Puncaknya, dia resmi berstatus PNS pada 2011.

 

 

Berstatus PNS, pria ini mendapat penugasan baru di bagian keuangan sejak 2015-2019. PNS ini bertanggung jawab merencanakan anggaran.

" Semakin banyak tahu tentang seluk-beluk perencanaan anggaran harusnya buat diri ini semakin kaya akan pengalaman. Tapi, yang saya rasakan ini malah buat diri ini semakin takut," tulis PNS itu.

5 dari 6 halaman

Pikiran dan Hati Sudah Tak Sejalan

Pria ini merasa hati dan pikirannya tidak sejalan dengan pekerjaan di bagian keuangan. Bagi dia, pekerjaan sebagai PNS merupakan amanah yang besar dan digaji oleh rakyat. Ada juga sumpah yang harus diucapkan sebelum menjabat.

" Dengan sistem yang ada, rasanya berat sekali tugas ini bisa dijalankan dengan benar dan penuh amanah sesuai sumpah yang pernah diucap," ujar pria ini.

Dia akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan itu bukanlah hal yang mudah. Dia merasa harus mempertanggungjawabkan semua yang sudah dilakukannya.

" Mohon doanya kepada semua semoga saya bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada keputusan yang saya ambil," tulis dia.

6 dari 6 halaman

Berikut Unggahannya

      View this post on Instagram

Saat orang lain berlomba-lomba jadi PNS, pria ini malah resign... Mari simak kisahnya... . Kisah : kaligrafi_danishabby Resign dari ASN . Waktu terasa begitu cepat, Tak terasa 5 bulan sudah berlalu.. . Per 1 Juli 2019 kemarin saya resmi resign dr ASN, 14,5 Tahun mengabdi, Memulai karier dari Tenaga Honorer sebagai Keamanan Kantor di tahun 2005, Diangkat CPNS di Tahun 2010, Dan menjadi PNS di Tahun 2011. . . Akhir 2015 sd Juni 2019 kemarin saya ditugaskan sbg staf di Bagian Keuangan, Mendapat tugas menyusun perencanaan anggaran dari staf biasa hingga menjadi ketua tim admin perencanaan anggaran. . Semakin banyak tahu tentang seluk beluk perencanaan anggaran harusnya buat diri ini semakin kaya akan pengalaman, Tp yg saya rasakan malah buat diri ini semakin takut, Antara hati dan pikiran gak sejalan, Takut akan pertanggungjawabannya. . . Pekerjaan sbg ASN adalah amanah yg sangat besar, Digaji oleh rakyat, Ada sumpah yg diucapkan ketika awal menjabat. . . Dng sistem yg ada rasanya berat sekali tugas ini bisa dijalankan dng benar dan penuh amanah sesuai sumpah yg pernah diucap. . . Keputusan ini bukanlah keputusan yg mudah, Hidup ini pilihan, Setiap pilihan ada konsekuensinya Saya memilih mundur, Bukan untuk menjadi sok suci, Karena ketika nanti waktunya tiba, Saya sendiri yg harus mempertanggungjawabkan apa yg saya perbuat, apa yg saya lihat, apa yg saya dengar, dan apa yg saya rasakan.. . . Mohon do'anya kepada semuanya semoga saya bisa menjadi manusia yg lebih baik dari keputusan yg saya ambil ????

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup