Kini, Pengemis Pakai Media Sosial untuk Cari `Korban`

Reporter : Ramdania
Selasa, 9 Juni 2015 16:02
Kini, Pengemis Pakai Media Sosial untuk Cari `Korban`
Para pengemis zaman sekarang sudah mulai memanfaatkan teknologi untuk meminta-minta.

Dream - Kolonel Mohammed Rashid Al Muhairi, Direktur Jenderal Departemen Pariwisata dan Polisi Dubai mengatakan pihaknya telah menangkap rombongan pengemis yang menggunakan media sosial, untuk menyebarkan berita tentang 'penderitaan' mereka untuk mendapat uang.

Seperti dikutip dari Emirates 247, Selasa, 9 Juni 2015, Kolonel Muhairi menambahkan mereka menggunakan WhatsApp dan Instagram untuk menarik simpati dari warga.

Para pengemis itu mengirim pesan melalui dua aplikasi tersebut dan meminta penerima untuk meneruskannya ke kontak mereka.

Untuk itu, lanjut Kolonel Muhairi, Kepolisian Dubai akan meluncurkan kampanye selama bulan Ramadan untuk mengakhiri praktik ini. Dan yang tertangkap akan dipenjara selama satu bulan, lalu setelah itu dideportasi ke negara asalnya.

Baru-baru ini Kepolisian Dubai menangkap minibus penuh dengan pengemis yang akan ditempatkan di lokasi yang berbeda di negara itu.

Sementara itu, Kolonel Jamal Al Shamsi, Direktur Departemen Anti-Mengemis di Kepolisian Dubai, mengatakan kampanye akan dilakukan bekerja sama dengan Dewan Kota Dubai, Direktorat Jenderal Pemukiman dan Urusan Orang Asing, dan Departemen Wakaf dan Kegiatan Amal di Dubai.

Kolonel Shamsi juga mengatakan bahwa pihaknya sedang meneliti dan merumuskan undang-undang yang berkaitan dengan pengemis dan mengemis.

Kampanye anti-mengemis yang diluncurkan sejak tahun 2009 sejauh ini telah membuahkan tangkapan 4.316 pengemis. Dari jumlah tersebut, 1.237 ditahan selama bulan Ramadhan.

Tahun lalu, polisi menangkap 814 pengemis, dibandingkan dengan 780 pada 2013 dan 642 pada tahun 2012.

Sejak awal tahun ini, 180 pengemis - 141 pria dan 39 wanita - telah tertangkap.

Kebanyakan dari mereka tertangkap di luar toko-toko dan masjid dan daerah pemukiman seperti Al Mamzar dan Jumeirah.

Menurut pejabat polisi, beberapa pengemis datang ke Uni Emirat Arab dengan menggunakan visa kunjungan atau bisnis. (Ism)

Beri Komentar