Penjualan Denim Anjlok, Warga Beralih ke Busana Nyaman saat Pandemik

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 22 September 2020 12:36
Penjualan Denim Anjlok, Warga Beralih ke Busana Nyaman saat Pandemik
Penjualan busana berbahan denim kemungkinan baru naik setelah pandemik usai.

Dream - Berlanjutnya masa pandemi membuat kondisi ekonomi semakin tidak stabil. Bahkan, penjualan produk fashion favorit yang tak pernah sepi pembeli seperti jeans ikut-ikutan menurun.

Penurunan penjualan jeans diduga dikarenakan peralihan tren pada celana yang berpotongan longgar seperti sweatpants serta baggy clothes.

Dilansir dari Times of India, brand internasional seperti True Religion, Lucky Brand serta Denim of Virtue diklaim bangkrut sejak April. Brand Levi Strauss pun mengalami penurunan pendapatan sebesar 62 persen.

CEO Spykar Lifestyle, Sanjay Vakharia mengungkapkan penurunan penjualan dari 55 menjadi 35 persen di awal masa lockdown. Dilihat dari perubahan dan peralihan tren, banyak orang yang mengutamakan kenyamanan saat WFH.

Sebaliknya penjualan pakaian yang nyaman seperti T-shirt, celana pendek, loungewear serta tracksuits meningkat.

1 dari 1 halaman

Denim akan kembali hits setelah pandemi

Desainer Sayanika Dhar menduga tren no-denim akan terus berlanjut hingga lockdown berakhir dan semua orang bisa beraktivitas seperti biasa.

" Sekarang mereka lebih memilih rok, jumpsuit, celana berbahan linen serta formal leggings daripada tailored pants atau denim," katanya. Apalagi, harga rok, jumpsuit dan celana berbahan ringan seringkali lebih murah daripada denim.

Mereka juga merasa lebih nyaman dan tetap rapi menggunakannya ketika beraktivitas sehari-hari. Denim juga dinilai kurang ramah lingkungan karena menggunakan beberapa jenis bahan kimia dan banyak air untuk memproduksiya.

Denim mungkin saja kembali menjadi tren, namun dalam bentuk berbeda yang lebih baggy, soft serta sustainable.

(Sumber: Times of India)

Beri Komentar