Dream - Bursa saham Indonesia melemah sendirian diantara indeks bursa utama Asia yang bergerak menguat. Investor asing juga mulai mengawali perdagangan dengan melemah.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 8 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,156 poin (0,09%) ke level 174,241.
ISSI masih belum bisa keluar dari tekanan jual kala memulai sesi pembukaan. Kali ini, ISSI terkoreksi 0,117 poin (0,07%) ke level 174,280.
Hingga 10 menit waktu perdagangan, ISSI sempat menyentuh teritori positif. Sayang, aksi jual kembali mendorongnya masuk zona merah.
Meski melemah, ISSI justru didominasi saham-saham yang bergerak menguat. Sebanyak 62 emiten syariah tercatat telah beranjak di zona hijau sedangkan 43 lainnya masih melemah.
Transaksi perdagangan terbilang masih minim karena hanya bisa menghimpun dana Rp 282,55 miliar dengan 2,56 miliar saham yang beralihtangan.
Koreksi juga melanda saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah 1,045 poin ke level 726,477.
Tak seperti ISSI, laju indeks JII justru belum bisa bergerak ke zona hijau. Indeks JII terseret pelemahan harga saham yang melanda 17 emiten syariah. Sebaliknya, 11 emiten unggulan lainnya telah beranjak menguat.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin mencetak rekor baru harus kembali mengalami tekanan. IHSG mengawali sesi pemanasan dengan melemah 9,31 poin (0,17%) ke lebel 5.513,98.
IHSG kembali melemah 13,58 poin (0,25%) ke level 5.508,32 di sesi pembukaan.
Lantai bursa pagi ini sudah menghimpun dana investor hingga Rp 781 miliar dari 7,87 miliar saham yang beralihtangan.
Investor asing yang beberapa hari terakhir menggelar aksi beli kini justru berbalik. Saat ini, asing mencetak nett sell sekitar Rp 42 miliar.
Advertisement