Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia masih terus melanjutkan tren kenaikan jangka pendeknya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat melompati rekor tertingginya sepanjang sejarah.
Sentimen positif kenaikan indeks bursa saham utama regional serta menguatnya rupiah membuat pelaku pasar percaya diri masuk ke pasar.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 18 September 2014, IHSG naik tipis 8,29 poin (0,16%) ke level 5.216,43. IHSG kembali menguat di sesi pembukaan dengan kenaikan 13,07 poin (0,25%) ke level 5.221,21
Penguatan IHSG disokong kenaikan harga saham dari 28 emiten sementara 8 lainnya melemah. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 29,15 miliar dengan melibatkan 69,68 juta saham.
Pelaku pasar tampaknya masih harus terus memantau sikap pemodal asing. Di awal perdagangan, asing memang sudah mulai melakukan aksi beli saham dengan nett buy Rp 10,38 miliar dan meningkat menjadi Rp 43,6 miliar setelah 10 menit waktu perdagangan.
Beragam sentimen positif jelang libur akhir pekan ini juga mengangkat indeks saham syariah ke zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat 0,19 poin (0,12%) ke level 170,14
Kenaikan harga saham dialami 23 emiten syariah sementara 6 lainnya melemah.
Nilai transaksi mencapai Rp 17,58 miliar dari 57,13 juta saham yang ditransaksikan
Di sesi pembukaan, indeks ISSI kembali menguat dengan naik 0,33 poin (0,2%) ke level 170,28.
Kondisi yang sama terjadi pada emiten bluechips syariah yang tergabung dalam indeks Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII dibuka menguat 1,19 poin (0,17%) ke level 703,91.
JII kembali menguat di sesi pembukaan dengan kenaikan 1,95 poin (0,28%) ke level 704,68.
Dari kawasan Asia, seluruh indeks saham utama bergerak di zona hijau. Indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing menguat 1,3 persen dan 0,17 persen.
Sementara itu, kurs rupiah juga kembali menguat setelah kemarin jatuh ke level psikologis 12.000 per dolar AS. Rupiah pagi ini telah menguat 20 poin (0,17%) menjadi 11.962 per dolar AS.