Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Indeks Syariah Masih `Merah`

Reporter : Ramdania
Rabu, 5 November 2014 17:13
Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Indeks Syariah Masih `Merah`
Melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini karena terjadinya pertukaran pemerintahan menyebabkan aksi jual para investor asing di penutupan perdagangan hari ini.

Dream - Pengumuman pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini memberikan sentimen negatif bagi para investor. Pasalnya, BPS mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,01% di triwulan III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,12% (year-on-year). Ini merupakan yang terendah sejak 2009.

Realisasi ini berdampak dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 4,108 poin atau 0,08% ke level 5.061,957 pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu, 5 November 2014.

Padahal, sebelum pengumuman pertumbuhan tersebut, pemodal asing sudah dalam posisi beli. Bahkan, indeks sempat berada di posisi tertinggi di level 5.087,957. Sayangnya, mereka berbalik melakukan aksi jual beberapa jam menjelang penutupan.

Melemahnya IHSG ikut berimbas pada dua bursa saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,200 poin atau 0,12% ke level 161,879 dan sempat berada di posisi terendah di level 161,392.

Perdagangan berlangsung sepi, pelaku pasar mentraksaksikan hanya 26 juta saham dengan menggelontorkan dana hingga Rp 3 triliun.

Namun, indeks saham bluechips syariah Jakarta Islamic Index (JII) mencatat penguatan tipis 0,986 poin (0,15%) ke level 665,431.

Ada 9 emiten syariah masuk dalam zona hijau dalam daftar saham-saham bluechips syariah, sedangkan 4 emiten stagnan, dan selebihnya berada di zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.105 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian