Dulu Diremehkan karena Pilih Jualan Es Cokelat, Mantan HRD di Perusahaan Bergengsi Ini Berhasil Raup Omzet 4 Kali Lipat dari Gajinya

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 10 Agustus 2022 15:45
Dulu Diremehkan karena Pilih Jualan Es Cokelat, Mantan HRD di Perusahaan Bergengsi Ini Berhasil Raup Omzet 4 Kali Lipat dari Gajinya
Wanita bernama Vita ini membagikan kisah awal mula dirinya menjual es cokelat. Ternyata orangtuanya sempat menolak dan tidak setuju. Apalagi Vita merupakan seorang HRD di perusahaan besar.

Dream - Banyak orang terjebak di " zona nyaman" kehidupan, sehingga tidak bisa mengoptimalkan potensi mereka untuk lebih berkembang lagi. Padahal, bila keluar dari zona tersebut, seseorang punya kesempatan lebih besar bisa jauh lebih sukses dalam kehidupannya.

Dengarlah kisah perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, bernama Vita berikut ini. Dulu dia bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan besar. Pekerjaan itu membuatnya tak perlu risau lagi soal ekonomi.

Namun, dia memilih berhenti untuk menekuni es cokelat, yang mungkin dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Tapi siapa sangka, es cokelat tersebut justru membawanya menuju tangga kesuksesan yang lebih tinggi. Omzet yang bisa diraihnya mencapai empat kali dari gajinya terdahulu.

Melalui kana YouTube Kawan Dapur, Vita membagikan kisah awal mula menjual es cokelat. Ternyata orangtuanya sempat tidak setuju dengan keputusannya meninggalkan kursi HRD di perusahaan bonafide.

" Untuk orangtua itu awalnya menyayangkan. Awalnya menyayangkan, 'kamu ngapain tak sekolahin tinggi-tinggi S1 lulusan psikologi. Sudah enak dapat kerjaan HRD, gajian tanggal berapa itu juga pasti, jumlahnya berapa kok malah keluar pilih duit receh' istilahnya gitu," cerita Vita, penjual sukses es cokelat Panjang Umur Semarang.

1 dari 4 halaman

Menurutnya, pada saat itu orangtua belum mengetahui bahwa hasil berjualan es lebih banyak dari gajinya di perusahaan.

" Saya cuma yakinkan sama orangtua, selama kita kerja itu ikhlas dan niatnya itu menolong orang banyak, bisa bermanfaat buat orang banyak, Insya Allah Tuhan itu pasti kasih jalan yang lebih banyak buat rezeki," ujar Vita.

Pada akhirnya, Vita membuktikan penghasilannya dari berjualan es lebih banyak dari HRD.

" Akhirnya aku buktikan. Satu bulan pertama saya jualan itu pendapatan saya sudah empat kali gaji saya di Indofood sebelumnya," ungkapnya bersyukur.

Usaha es cokelat milik Vita.© YouTube Kawan dapur

2 dari 4 halaman

Ide bisnis es cokelat ini rupanya tidak lepas dari peran berbagai pihak. Mulai dari pendapat sahabat, pangsa pasar di Semarang, hingga kutipan yang pernah dibaca dan selalu diingatnya.

" Yang menarik dari es cokelat karena rata-rata di Semarang itu khususnya es cokelat itu identik dengan manis. Padahal saya punya sahabat yaitu penggemar es cokelat banget dan dia itu pernah cerita sama saya bahwa 'Nok, es cokelat yang asli itu after taste-nya pahit. Es cokelat yang asli itu rasanya pahit, enggak ada manisnya. Coba di Semarang ada es kayak gitu'," papar Vita.

Berangkat dari ide tersebut, Vita juga memikirkan strategi untuk membuat usahanya agar bertahan lama, maka harus punya ciri khasnya sendiri.

" Akhirnya ya sudah mungkin coba yang baru di Semarang belum es cokelat pakai roti yang jenisnya kayak gitu. Ya namanya iseng-iseng berhadiah, kok malah berhadiah gitu sih," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Vita pun menyiapkan modal sekitar Rp13 juta, sudah termasuk bahan-bahan dan biaya sewa tempat. Hanya dalam waktu tiga hari, usahanya tersebut sudah balik modal.

" Tiga hari. Pulang jualan input kan ke excel pendapatan pengeluaran dan sebagainya, loh kok nominalnya sama yang tak keluarin, kok sudah klop. Bersih loh itu mas," ungkapnya.

Kini usaha es cokelatnya tersebut sudah memiliki 18 outlet yang tersebar di daerah Jawa Tengah, termasuk Kudus.

" Yang 16 franchise, jadi sekarang totalnya ada 18 outlet," sambungnya.

4 dari 4 halaman

Beri Komentar