PP E-commerce Terbit, Pelaku Luar Negeri Wajib Bayar Pajak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 Desember 2019 13:12
PP E-commerce Terbit, Pelaku Luar Negeri Wajib Bayar Pajak
Selain itu, mereka juga harus membuat perwakilan di dalam negeri.

Dream - Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Regulasi ini merupakan turunan Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dikutip dari setkab.go.id, Rabu 3 Desember 2019, aturan ini meminta para pemangku kepentingan di e-commerce untuk memperhatikan itikad baik, kehati-hatian, transparansi, kepercayaan, akuntabilitas, keseimbangan, dan perdagangan yang adil dan sehat.

Pelaku e-commerce luar negeri dianggap memenuhi kehadiran secara fisik di Indonesia jika aktif melakukan penawaran atau berdagang secara elektronik kepada konsumen di Indonesia. Nah, pelaku usaha ini harus menunjuk perwakilan di Indonesia. Pelaku e-commerce luar negeri ini juga diminta membayar pajak. Pelaku usaha ini harus mencantumkan identitas subjek hukum yang jelas.

“ Terhadap kegiatan usaha perdagangan melalui sistem elektrnik (PMSE), berlaku ketentuan dan mekanisme perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 8 PP No. 80 Tahun 2019.

Selain itu, pelaku usaha e-commerce dalam negeri dan luar negeri wajib menggunakan domain tingkat tinggi Indonesia (dot id), serta alamat protokol dan server data yang telah ditentukan oleh Undang-Undang.

Regulasi ini juga melindungi konsumen dari perdagangan e-commerce yang merugikan. Konsumen yang dirugikan bisa melapor kepada pemerintah terkait dan pelaku usaha yang dilaporkan oleh konsumen harus menyelesaikan laporannya. Jika tidak menyelesaikan laporan, pelaku usaha langsung dimasukkan ke daftar pengawasan.

“ Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 82 PP No.80 Tahun 2019. Regulasi ini diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna A. Laoly pada 25 November 2019.

Kamu bisa melihat selengkapnya di sini.

1 dari 5 halaman

Ternyata, Masyarakat Indonesia Doyan Berburu Diskon E-commerce

Dream – Masyarakat Indonesia ternyata sangat doyan berburu diskon pada pesta belanja online. Buktinya, sebuah penelitian menemukan lonjakan kata kunci tentang salah satu pesta diskon pada mesin pencarian Google.

Menurut portal diskon online, CupoNation, popularitas pesta belanja online single days di Indonesia berkembang pesat. Penelusuran online kata kunci 11.11 di Google meningkat pesat dari 29 persen pada 2017 menjadi 456 persen pada 2018.

 

 

Peningkatan yang cukup tajam itu menggambarkan bahwa masyarakat semakin menaruh perhatian kepada e-commerce dan menelusuri diskon-diskon apa saja yang ditawarkan. Penelusuran ini diprediksi akan meningkat pada tahun 2019.

Kemudian, ada enam daerah yang masyarakatnya paling antusias untuk berburu diskon di singles day pada 2018. Keenam daerah itu adalah Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

2 dari 5 halaman

Lima Toko Online Favorit

Pada 2018, CupoNation juga menemukan ada lima e-commerce dengan jumlah pengunjung terbanyak dalam pekan pesta belanja online. Kelima toko online itu adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan Blibli.

Untuk volume penelusuran tertinggi, lima e-commerce yang menjadi favorit adalah Shopee, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli.

Sekadar informasi, volume penelusuran kata kunci 11.11 diambil melalui Google Trends berdasarkan data yang tercatat untuk periode 1 Januari 2016—31 Desember 2018. Data dari lima situs toko online terpopuler saat pekan hari belanja online Singles Day didapat dengan membandingkan situs toko online yang memiliki volume penelusuran tertinggi saat pekan pesta belanja online singles day, yakni pada periode 1 November 2018 hingga 14 November 2018.

3 dari 5 halaman

Barang-Barang Ini Selalu Laris Manis Saat Pesta Belanja Online

Dream – Festival Belanja 11.11 yang sudah menjadi acara diskon terbesar e-commerce tahunan sejak 2012. Para pelanggan bisa berpesta mendapatkan barang idaman dengan harga kortingan.

Diskon besar-besaran di semua kategori produk memang selalu membuat orang tak segan menekan tombol beli dan mengetik pin rekening untuk belanja.

Tapi sebelum kalap belanja kita harus taahu apa saja kategori produk yang laris-manis saat festival belanja online.

 

 

Senior Vice President Operations Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggora, mengatakan, ada tiga kategori produk yang biasanya paling laris. Ketiga kategori ini adalah produk kecantikan, barang-barang elektronik, serta fashion.

Ketiga kategori itu pula yang telah disiapkan Lazada untuk menyambut festival belanja pekan depan. Meski demikian, Haikal mengaku belum bisa menerawang barang apa saja yang bakal laris di festival belanja kali ini.

“ Susah, sih, kalau disuruh menerawang. Soalnya enggak ada yang tahu customer yang datang nanti siapa. Kami punya customer pada hari-H,” kata Haikal di Jakarta.

(Laporan: Shania Suha Marwan)

4 dari 5 halaman

Orang RI Mau Belanja Online Rp1,5 Juta di Akhir Tahun, Pelapak Siap-Siap!

Dream – September menandakan dimulainya pesta belanja online akhir tahun di Indonesia. Beragam promo potongan harga hingga cashback menarik ditawarkan oleh platform e-commerce.

Tak heran momen ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 6 September 2019, Shopback merilis survei tentang pola perilaku belanja online masyarakat Indonesia saat festival belanja berlangsung.

Survei ini meneliti perilaku lebih dari 5.100 responden dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar.

 

 

Hasil survei menemukan ada dua pertiga responden yang berencana berbelanja lebih banyak ketimbang festival belanja online tahun lalu. Sebanyak 38,6 persen dari responden akan berbelanja sebanyak Rp500.001- Rp1,5 juta.

Sementara 36,8 persen responden lainnya hanya akan membelanjakan uang di bawah Rp500 ribu.

Berdasarkan data historis di Shopback, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan uang sebanyak Rp2,1 juta untuk berbelanja.

“ Festival belanja online akhir tahun memang selalu menjadi momen yang dinanti-nanti masyarakat Indonesia, karena pada periode ini mereka mendapat harga terbaik dalam membeli beragam produk yang diinginkan,” ujar Head of Business Development ShopBack Indonesia, Yolanda Margaretha, di Jakarta.

5 dari 5 halaman

Berkah Bagi Pedagang

Yolanda mengatakan festival belanja online akhir tahun juga memberikan berkah bagi penjual online. Rata-rata transaksinya meningkat hingga tiga kali lipat daripada hari-hari biasa.

“ Tahun ini pun ShopBack memprediksi akan terjadi peningkatan hingga dua kali lipat dalam hal orderdibanding periode festival belanja online tahun sebelumnya,” kata dia.

Dalam berbelanja online, masyarakat Indonesia dapat dikatakan sudah lebih bijak dalam menentukan barang apa yang akan dibeli di platform online. Menilik dari hasil survey, responden mengaku lebih mempertimbangkan kredibilitas penjual ketimbang harga yang ditawarkan.

Survei ini juga menunjukkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menduduki peringkat pertama festival belanja online yang paling banyak diketahui masyarakat Indonesia, diikuti oleh 99 Super Shopping Day di peringkat kedua. Sayangnya hanya 22 persen dari responden yang mengetahui semua festival belanja online yang ada di Indonesia.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya