Penjualan Produk Kesehatan dan Kecantikan Naik 10 Kali Lipat Lewat e-Commerce

Reporter :
Jumat, 18 September 2020 09:12
Penjualan Produk Kesehatan dan Kecantikan Naik 10 Kali Lipat Lewat e-Commerce
Diketahui penjualan lewat e-Commerce meningkat sejak beberapa tahun terakhir terlebih di saat Pandemik Covid-19

Dream - Dengan aktivitas di luar rumah yang semakin dibatasi, tak ada solusi lain untuk tetap menjalankan roda bisnis selain menggunakan media virtual. Masyarakat yang ingin berbelanja barang kebutuhan kini semakin mengandalkan sosial media atau platform e-Commerce untuk mendapat barang atau jasa yang dibutuhkan. 

Platform e-commerce juga semakin dirasakan manfaatkan oleh para pebisnis untuk meningkatkan performa, sekaligus berperan penting membangun basis konsumen.

Bukti nyata ini terlihat saat berbagai brand kesehatan dan kecantikan yang menjadi mitra Jet Commerce mengalami peningkatan penjualan sebanyak 10 kali lipat dalam kampanye belanja 9.9 beberapa hari yang lalu. 

Selama periode kampanye 9.9 tahun ini, Jet Commerce mencatat pembukuan penjualan produk kesehatan dan kecantikan secara keseluruhan sebanyak 27.851 pesanan, atau 992 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 2.724 pesanan.

1 dari 5 halaman

Beberapa brand favorit

Ilustrasi© Shutterstock

Produk kesehatan dan kecantikan yang paling banyak terjual di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Akulaku, JD.ID, dan Blibli pada periode kampanye belanja online 9 September, adalah Perfect whip Facial Foam dari Senka, diikuti dengan Golden Age Refining Serum milik Y.O.U, dan produk Ultimune Power Infusing Serum Shiseido.

“ Sejak awal pandemi, kami melihat adanya potensi pergeseran kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhannya karena terbatasnya mobilitas," ujar CEO Jet Commerce Indonesia, Webber Chen, dalam keterangannya, Kamis, 17 September 2020.

" Melihat potensi ini, tim kami melakukan prediksi pergerakan tren di e-commerce dan menyusun perencanaan strategis yang dapat mendorong performa bisnis mitra kami, agar tidak hanya dapat membantu mereka bertahan, namun juga memperoleh hasil yang memuaskan di masa sulit seperti sekarang ini,” jelasnya.

2 dari 5 halaman

Meningkat hingga 17%

Ilustrasi© Shutterstock

Dari hasil temuan Statista pada laporan terbarunya, menunjukan bahwa penjualan produk kesehatan dan kecantikan melalui penjualan daring masih terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2017, 94% penjualan produk kecantikan dan kesehatan masih didominasi penjualan secara offline, atau hanya 6% yang dihasilkan dari penjualan online.

Seiring dengan penetrasi e-commerce di Indonesia, pada tahun 2019 tercatat penjualan produk kesehatan dan kecantikan pada kanal daring meningkat hingga 17%.

Keterbatasan mobilitas konsumen selama masa pandemi COVID-19 berhasil membantu meningkatkan kesadaran brand-brand produk kesehatan dan kecantikan untuk memperluas pasarnya dengan mulai masuk ke kanal daring.

 

3 dari 5 halaman

Menguasai ekosistem

Di samping itu, ada juga hambatan bagi brand yang baru memulai upayanya untuk menjangkau pasar online, masih ada beberapa brand yang belum bersungguh-sungguh dengan mengeksplorasi untuk masuk ke pasar ini.

Brand juga cukup mengalami kesulitan karena belum memahami cara berinteraksi secara online dengan konsumennya, cara mendapat konsumen baru, dan membangun brand image dalam pasar ini.

Kerap kali brand menemui rintangan dalam memahami ekositem pasar daring dan kesulitan menemukan mesin penggerak bisnis pada pasar ini.

“ Pada banyak industri lain, sudah terbukti bahwa siapapun yang menguasai pasar daring memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang," tutur Webber.

" Kuncinya adalah menguasai ekosistem daring seperti media sosial, digital marketing, dan SEO, kemudian memanfaatkan semua sumber daya yang brand miliki agar dapat mengimplementasikan strategi brand dalam bentuk daring, dan mengoperasikannya dengan cara yang tepat,” tutupnya.

(Laporan: Shania Suha Marwan)

4 dari 5 halaman

Buka Official Store di Shoppee, Hypermaret Beri Diskon Setengah Harga

Dream - PT Matahari Putra Prima (MPPA) memilih platform e-Commerce Shopee sebagai mitra kerja untuk memperluas jangkauan pembeli dan memudahkan berbelanja kebutuhan rumah tangga secara online. Dengan kerja sama ini, konsumen bisa berbelanja dengan mudah lewat aplikasi Shopee.

" Saya sangat senang dengan kolaborasi kami bersama Shopee, karena Shopee merupakan Marketplace terbesar dan memiliki hati di masyarakat Indonesia saat ini untuk berbelanja online" ujar Director Public Affair MPPA, Danny Kojongian dalam jumpa pers virtual via zoom, Senin, 14 September 2020.

Menurut Danny, Shopee dapat membantu menghimpun para konsumen dalam jumlah yang besar untuk bisa melakukan belanja dari rumah dan mendukung imbauan dari pemerintah untuk sosial distancing.

" Dengan adannya kolaborasi ini juga memperkuat Development Omni-Channel MPPA, tentunya juga kita mengikuti perubahan digital gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Belanja bisa sambil santai


Ilustrasi© Shutterstock

" Hari ini saya sangat senang sekali tentunya dengan peluncuran kolaborasi antara MPPA dan Shopee Indonesia, memang masalah kita di sini semua sama, masih bergulat dengan pandemi Covid-19," jelas Head of FMCG Shopee Indonesia Putri Lukman di kesempatan yang sama.

" Dan dengan ini Shopee juga sadar akan tugas dan fungsi sosial kita untuk mendukung dari pengguna, pembeli, mitra penjual dengan menghadirkan solusi yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat salah satunya kolaborasi kita dengan MPPA ini," jelasnya.

Produk berkualitas

Ilustrasi© Shutterstock

Putri juga menyambut kehadiran Official Hypermart Shop yang menyediakan beragam rangkaian produk dengan 23 Gerai.

" Jadi mulai hari ini sampai 20 September MPPA di sini menyediakan promo seperti diskon hingga 50 persen dan juga gratis ongkir untuk setiap pembeli dengan metode pembayaran ShopeePay," tutup Danny.

(Laporan: Savina Mariska)

Beri Komentar